Inovasi Media Video Edukatif Prosedur Praktikum Kultur Jaringan

dc.contributor.authorSheirinda Akhirusani Samsuri
dc.date.accessioned2026-07-19T05:58:40Z
dc.date.available2026-07-19T05:58:40Z
dc.date.issued2026
dc.descriptionKebaruan dari teknologi instruksional ini terletak pada transformasi panduan cetak/lisan menjadi media audio-visual interaktif terstruktur yang dapat diakses oleh siswa kapan saja dan di mana saja melalui gawai pribadi (smartphone atau laptop). Melalui integrasi naskah (script) dan papan cerita (storyboard), video ini mendemonstrasikan secara runtut seluruh alur kerja laboratorium, mulai dari pengenalan alat-bahan, sterilisasi, hingga teknik multiplikasi eksplan secara aseptik.
dc.description.abstractPelaksanaan praktikum kultur jaringan pada pendidikan vokasi pertanian sering kali menghadapi kendala tingginya risiko kesalahan teknis prosedur akibat keterbatasan visualisasi dalam metode instruksi lisan konvensional. Inovasi media video edukatif dirancang sebagai media pembelajaran digital interaktif untuk memberikan panduan visual yang sistematis, runtut, dan mudah dipahami oleh siswa sebelum melakukan kerja nyata di laboratorium. Tujuan dari penerapan teknologi pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan efektivitas pemahaman mandiri, meminimalkan kesalahan teknis penggunaan alat-bahan, serta mendukung adaptasi teknologi digital di lingkungan sekolah. Prosedur praktik terbaik (best practice) dalam implementasi teknologi ini disusun melalui enam tahapan berurutan: (1) pelaksanaan pre-test untuk mengukur basis pemahaman awal siswa; (2) penyusunan naskah (script) dan papan cerita (storyboard); (3) perekaman video dokumentasi seluruh tahapan prosedur kultur jaringan di laboratorium; (4) penyuntingan (editing) dan publikasi video; (5) pemanfaatan video sebagai media pembelajaran mandiri pra-praktikum; serta (6) pelaksanaan post-test guna mengevaluasi tingkat peningkatan pemahaman kognitif siswa dan efektivitas media. Syarat implementasi memerlukan perangkat dokumentasi (kamera/telepon genggam, tripod, mikrofon, komputer editing), gawai akses (smartphone/laptop), serta fasilitator materi dari guru atau Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP). Hasil penerapan teknologi ini menunjukkan keunggulan langsung dalam menyajikan materi demonstrasi laboratorium secara visual dan adaptif, serta fleksibel untuk diputar secara berulang guna mendukung metode belajar mandiri. Keterbatasan dari inovasi ini terletak pada ketergantungan terhadap ketersediaan perangkat elektronik penunjang akses serta dibutuhkannya waktu, keterampilan penyuntingan, dan sumber daya khusus dalam proses produksinya. Saat ini, status adopsi video edukatif ini telah disebarluaskan secara internal kepada siswa SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru dan belum menyasar petani adopter luar. Kata Kunci: Video Edukatif, Kultur Jaringan, Media Pembelajaran Digital, Pendidikan Vokasi, Eksperimen Laboratorium.
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30343
dc.language.isoid
dc.publisherSMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru
dc.subjectA Agriculture/Pertanian::A01 Agriculture - General aspects/Pertanian Aspek Umum
dc.subjectC Education, extension, and advisory work/Pendidikan, Penyuluhan Pertanian
dc.titleInovasi Media Video Edukatif Prosedur Praktikum Kultur Jaringan
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Sheirinda Artikel Inovasi Media Video Edukatif Prosedur Praktikum Kultur Jaringan.pdf
Size:
202.89 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections