Teknologi Peningkatan Produksi Kacang-kacangan dan Perbaikan Gizi Masyarakat
No Thumbnail Available
Date
1994
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Produksi kacang-kacangan nasional belum dapat mencukupi kebutuhan,
karena luas panen aktual masih belum memadai dan produktivitas masih
rendah. Untuk mencukupi kebutuhan komoditas kacang-kacangan secara
nasional, maka luas panen kedelai aktual harus mencapai 3 juta ha, kacang
tanah 0,9 juta ha, dan kacang hijau 0,8 juta ha/tahun. Usaha perluasan
areal perlu dilakukan, terutama di luar Jawa pada lahan sawah musim
kemarau, lahan bukaan baru, dan pada lahan usaha kehutanan dan perkebunan yang tanaman pokoknya masih muda. Teknologi untuk peningkatan
produksi kacang-kacangan nasional secara umum telah tersedia, terutama
ditekankan pada penyiapan lahan agar pertumbuhan optimal, penggunaan
benih varietas unggul bermutu tinggi, penyiangan tanaman agar bebas gulma
sejak tumbuh hingga berbunga, dan pengendalian hama/ penyakit berdasarkan ambang kerusakan. Peningkatan hasil dengan peningkatan produktivitas
terutama ditujukan agar kacang-kacangan kompetitif terhadap komoditas
lain. Dengan penerapan teknologi budi daya maju, produktivitas kedelai
dapat mencapai 2,0 t/ha, kacang tanah 2,5 t/ha (polong kering) dan kacang
hijau 1,6 t/ha. Peningkatan produksi kacang-kacangan nasional diharapkan
akan dapat menambah ketersediaannya di pasaran untuk mendorong laju
peningkatan diversifikasi pangan dan gizi masyarakat. Kacang hijau теmiliki peluang yang besar untuk dikembangkan sebagai upaya peningkatan
gizi masyarakat karena produksinya mudah ditingkatkan dan dapat diolah
menjadi beragam produk yang bergizi. Dalam PJP II, selama konsumsi
protein hewani belum terjangkau oleh sebagian besar masyarakat, protein
asal kacang-kacangan dapat dijadikan andalan dalam program perbaikan
gizi masyarakat.