Ketahanan Galur Padi Persilangan Varietas Populer Dan Varietas Conde Terhadap Penyakit Hawar Daun Bakteri Patotipe IV dan VIII

Abstract
Abstrak Stabilitas produksi padi khususnya di lahan sawah irigasi sangat dipengaruhi oleh intesitas serangan hama dan penyakit. Salah satu penyakit utama di lahan sawah irigasi adalah hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Upaya pengendalian yang paling efektif untuk menekan kehilangan hasil akibat penyakit ini adalah dengan menanam varietas tahan. Varietas Conde, salah satu varietas unggul tahan HDB yang membawa gen ketahanan Xa7, hingga saat ini masih menunjukkan respon tahan terhadap strain-strain utama penyakit HDB yang ada di Indonesia. Sejumlah galur telah dihasilkan dari persilangan varietas unggul populer dan varietas Conde. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan galur-galur hasil persilangan varietas populer dan Conde terhadap penyakit HDB patotipe IV dan VIII. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah irigasi di Sukamandi, Subang, Jawa Barat pada MK 2017. Inokulasi penyakit HDB dilakukan dengan cara pengguntingan daun dan dilakukan pada fase generatif. Hasil pengujian menunjukkan HDB strain IV memiliki tingkat virulensi yang lebih tinggi terhadap galur-galur turunan Conde dibandingkan strain VIII. Hasil penelitian menunjukkan dari 17 galur yang diinokulasi dengan Xoo strain IV, terdapat dua galur yang tahan dan empat galur agak tahan. Sementara terhadap HDB strain VIII, terdapat 7 galur yang tahan dan 11 galur yang agak tahan. Terdapat dua galur yang menunjukkan respons tahan terhadap strain IV dan VIII yaitu galur B15227-MR-4-2 dan B15227-MR-5-3 yang merupakan hasil silang balik varietas Inpari 30 Ciherang Sub1 dan varietas Conde. Galur-galur yang tahan potensial untuk dievaluasi lebih lanjut sebagai calon-calon varietas yang dapat dikembangkan di daerah endemik penyakit HDB. Abstract Yield stability of rice cultivation in irrigated area is affected by the intensity of pest and disease. One of major disease of rice is bacterial leaf blight (BB) caused by bacteria Xanthomonas oryzae pv. oryzae. The disease could be effectively controlled by using resistant rice varieties. Rice variety Conde is one of BB resistant variety which has been shown effective for controlling BB in different area of Indonesia. The variety has been used as donor for BB improvement of other high yielding rice variety. The objective of this study to evaluate the BB resistance of 17 rice breeding lines derived from the cross between popular rice varieties and resistant variety Conde. The experiment was conducted in irrigated lowland area of Sukamandi, Subang, West Java. Two virulence Xoo patotypes, IV and VIII, were used for BB inoculation using clipping method. Result from this study showed there were two lines which were resistant, and four lines were moderately resistant to Xoo strain IV. There were seven lines which were resistant and 11 lines were moderately resistant to Xoo strain VIII. This study has identified two lines which were resistant to both Xoo IV and VIII namely B15227-MR-4-2 dan B15227-MR-5-3. These two lines were developed through backcrossing submergence tolerant rice variety Inpari 30 Ciherang Sub1 as recurrent parent and BB resistant variety Conde as donor parent. Resistant varieties identified from this study is potential to be further evaluated for the development of BB resistant rice varieties in Indonesia.
Description
10 p.; ills.; tab.
Keywords
Citation