Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Warsono"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Ketahanan Galur Padi Persilangan Varietas Populer Dan Varietas Conde Terhadap Penyakit Hawar Daun Bakteri Patotipe IV dan VIII
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Hairmansis, Aris; Roza, Celvia; Warsono; Suwarno
    Abstrak Stabilitas produksi padi khususnya di lahan sawah irigasi sangat dipengaruhi oleh intesitas serangan hama dan penyakit. Salah satu penyakit utama di lahan sawah irigasi adalah hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Upaya pengendalian yang paling efektif untuk menekan kehilangan hasil akibat penyakit ini adalah dengan menanam varietas tahan. Varietas Conde, salah satu varietas unggul tahan HDB yang membawa gen ketahanan Xa7, hingga saat ini masih menunjukkan respon tahan terhadap strain-strain utama penyakit HDB yang ada di Indonesia. Sejumlah galur telah dihasilkan dari persilangan varietas unggul populer dan varietas Conde. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan galur-galur hasil persilangan varietas populer dan Conde terhadap penyakit HDB patotipe IV dan VIII. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah irigasi di Sukamandi, Subang, Jawa Barat pada MK 2017. Inokulasi penyakit HDB dilakukan dengan cara pengguntingan daun dan dilakukan pada fase generatif. Hasil pengujian menunjukkan HDB strain IV memiliki tingkat virulensi yang lebih tinggi terhadap galur-galur turunan Conde dibandingkan strain VIII. Hasil penelitian menunjukkan dari 17 galur yang diinokulasi dengan Xoo strain IV, terdapat dua galur yang tahan dan empat galur agak tahan. Sementara terhadap HDB strain VIII, terdapat 7 galur yang tahan dan 11 galur yang agak tahan. Terdapat dua galur yang menunjukkan respons tahan terhadap strain IV dan VIII yaitu galur B15227-MR-4-2 dan B15227-MR-5-3 yang merupakan hasil silang balik varietas Inpari 30 Ciherang Sub1 dan varietas Conde. Galur-galur yang tahan potensial untuk dievaluasi lebih lanjut sebagai calon-calon varietas yang dapat dikembangkan di daerah endemik penyakit HDB. Abstract Yield stability of rice cultivation in irrigated area is affected by the intensity of pest and disease. One of major disease of rice is bacterial leaf blight (BB) caused by bacteria Xanthomonas oryzae pv. oryzae. The disease could be effectively controlled by using resistant rice varieties. Rice variety Conde is one of BB resistant variety which has been shown effective for controlling BB in different area of Indonesia. The variety has been used as donor for BB improvement of other high yielding rice variety. The objective of this study to evaluate the BB resistance of 17 rice breeding lines derived from the cross between popular rice varieties and resistant variety Conde. The experiment was conducted in irrigated lowland area of Sukamandi, Subang, West Java. Two virulence Xoo patotypes, IV and VIII, were used for BB inoculation using clipping method. Result from this study showed there were two lines which were resistant, and four lines were moderately resistant to Xoo strain IV. There were seven lines which were resistant and 11 lines were moderately resistant to Xoo strain VIII. This study has identified two lines which were resistant to both Xoo IV and VIII namely B15227-MR-4-2 dan B15227-MR-5-3. These two lines were developed through backcrossing submergence tolerant rice variety Inpari 30 Ciherang Sub1 as recurrent parent and BB resistant variety Conde as donor parent. Resistant varieties identified from this study is potential to be further evaluated for the development of BB resistant rice varieties in Indonesia.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Potensi Hasil Dan Mutu Beras Galur-Galur Padi Gogo Terseleksi Di Dataran Tinggi
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2017) Hairmansis, Aris; Supartopo; Yullianida; Herlina, Erna; Warsono; Sukirman; Suwarno; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)
    Salah satu dampak perubahan iklim global adalah menurunnya daya dukung sumberdaya lahan sawah irigasi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemanfaatan lahan-lahan sub optimal seperti lahan kering di dataran tinggi perlu dioptimalkan. Kendala utama produksi padi gogo di dataran tinggi adalah cekaman suhu udara rendah. Hingga saat ini varietas unggul padi toleran suhu rendah yang mampu beradaptasi di lingkungan tersebut belum tersedia. Program pemuliaan untuk mendapatkan varietas unggul padi gogo yang adaptif di dataran tinggi telah dilakukan di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Sejumlah galur potensial telah terseleksi di dataran tinggi dan perlu diuji lebih lanjut daya hasil serta mutu berasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya hasil galur-galur padi gogo dataran tinggi dan menganalisis mutu beras dan nasinya sebagai dasar pemilihan galur yang akan diuji lebih lanjut. Pengujian daya hasil dilakukan terhadap 25 galur padi gogo generasi lanjut dan tiga varietas pembanding pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (mdpl). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan tiga ulangan. Analisis mutu dilakukan di laboratorium untuk menguji mutu fisikokimia dan mutu tanak. Hasil penelitian menunjukkan potensi hasil tertinggi genotipe padi gogo di dataran tinggi 900 mdpl kurang dari 4 t/ha. Sebagian besar galur yang diuji menghasilkan gabah kering kurang dari 2 t/ha. Tiga galur dengan hasil gabah tertinggi adalah B14086DTB-86-2 (2.95 t/ha), B14086D-TB-86-1 (2.65 t/ha) dan B14086D-TB-11 (2.65 t/ha), masih dibawah varietas pembanding Jatiluhur yang menghasilkan gabah kering tertinggi yakni 3.66 t/ha. Mutu beras dan nasi galur-galur yang diuji menunjukkan adanya keragaman. Galur B11495F-TB-1-19-2 yang memiliki mutu giling yang baik teridentifikasi sebagai beras merah dengan tekstur nasi yang pulen sehingga sangat potensial sebagai beras fungsional yang kaya antosianin.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Seleksi Galur Padi Gogo Generasi Menengah di Lahan Kering Dataran Tinggi
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)/BBSIP Padi, 2015-08-06) Hairmansis, Aris; Supartopo; Yullianida; Warsono; Sukirman; Sunaryo; Suwarno
    Lahan kering di dataran tinggi memiliki potensi yang besar untuk pengembangan padi mendukung peningkatan produksi beras nasional. Masalah utama pengembangan padi gogo di dataran tinggi adalah tidak adanya varietas unggul yang tersedia sehinga petani masih mengandalkan varietas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mengevaluasi galur-galur padi gogo untuk dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan di lahan kering dataran tinggi di Kabupaten Wonosobo pada ketinggian 900 m di atas permukaan laut (dpl). Sebanyak 180 galur padi gogo dievaluasi dalam uji observasi dengan menggunakan rancangan augmented dan dibagi ke dalam empat blok. Sebanyak 45 galur ditanam di masingmasing blok. Pada masing-masing blok ditanam lima varietas pembanding yaitu Sigambiri Merah, Sigambiri Putih, Situ Patenggang, Jatiluhur dan Limboto. Sejumlah galur terpilih dari masing-masing blok menunjukkan hasil gabah di atas varietas pembanding terbaik dan rata-rata hasil semua varietas pembanding. Beberapa galur yang memberikan hasil terbaik di masing-masing blok antara lain B13636G-TB-14-1 (4.70 t/ha) di blok 1, B14083F-TB-3 (5.33 t/ha) di blok 2, B12056F-Tb-1-29-1 (4.52 t/ha) di blok 3 dan B11910D-MR-22-2 (3.62 t/ ha) di blok 4. Galur-galur dengan rata-rata hasil yang tinggi berpotensi untuk dikembangkan di lahan kering dataran tinggi sehingga perlu dievaluasi lebih lanjut daya hasilnya di lahan kering dataran tinggi.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback