Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 834
- Itembuletin PENELITIAN TANAMAN RMPAH DAN OBAT : Volume IV No. 2, 1989 hlmn : 59-107(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1989-12-01) buletin Volume IV No. 2, 1989
- ItemAktivitas makan Maenas maculifascia WLK. serta serangannya terhadap ylang-ylang dan kenanga : buletrin litro Volume IV No 2,1989 hlmn : 104-108(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1989-12-01) WIRATNO dan AMRI MUNAANSalah satu kendala pengembangan tanaman kenanga (Canangium odoratum forma Macrophylla) dan ylang- ylang (C. odoratum forma Genuina), adalah serangan larva Maenas maculifascia Wlk. Pada serangan berat, larva me- makan seluruh daun tanaman yang mengakibatkan mero- sotnya produksi. Pada pengamatan di laboratorium, diketahui bahwa masa inkubasi 7 hari, fase larva 28 - 30 hari melalui 6 instar, pra-pupa 2 hari, pupa 10 - 12 hari, sedangkan kupu hidup sekitar 7 hari. Dengan demikian perkembangan serangga ini berlangsung sekitar 50 hari. Seekor imago betina mampu bertelur sampai 350 butir. Setiap ulat mulai instar I sampai VI memakan ± 134,7 cm2 daun kenanga, yang berarti ± 1,9 lembar daun tua.
- ItemRespon biologik hama gegaja (Lophobaris serratipes MARSH) terhadap beberapa varietas lada : buletin litro Volume IV No 2,1989 hlmn : 99-103(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1989-12-01) SUPRAPTOPenelitian respon biologik hama gegaja (Lophobaris serratipes Marsh.) (Coleoptera, Curculionidae) telah dila- kukan di laboratorium Sub Balittro Natar pada tahun 1989. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui kese- suaian dan preferensi hama gegaja pada varietas Natar 1, Petaling 1, Panniyur, Petaling 2, Kalluvally dan Natar 2. Penelitian menggunakan larva dan kumbang dewasa hama gegaja dari hasil pemeliharaan di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama gegaja ma kan dan meletakkan telur pada semua varietas lada. Telu pada tiap varietas berhasil menetas 100%, kematian larva 15.17%, dan kematian kepompong 15.17%. Tidak terlihat pengaruh nyata dari varietas terhadap konsumsi pakan oleh larva dan berat larva. Akan tetapi berdasarkan jumlah telur yang diletakkan, larva dan ke- pompong yang berhasil menjadi kumbang dewasa, hama gegaja paling sesuai pada varietas Kalluvally, kemudian disusul Panniyur, Natar 1, Petaling 1, Petaling 2 dan Natar 2
- ItemPengaruh serangan rayap Macrotermes gilvus Hagen pada gu- ludan terhadap tanaman lada : buletin litro Volume IV No 2,1989 hlmn : 87-93(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1989-12-01) TRI L. MARDININGSIH, SISWANTO, T. SUTARJO dan C.J. LOMERDua belas macam insektisida diuji untuk mengetahui efektivitas dan persistensinya terhadap imago Hindola striata. Serangga dikurung bersama bibit cengkeh yang diberi perlakuan insektisida pada interval yang berbeda setelah aplikasi. Insektisida yang paling efektif dan persisten ialah sihalotrin (Matador), diikuti oleh insektisida persisten lainnya, yaitu monokrotofos (Azodrin), aldicarb (Temik), carbofuran (Furadan) dan asefat (Orthene).
- ItemPengaruh serangan rayap Macrotermes gilvus Hagen pada gu- ludan terhadap tanaman lada : buletin litro Volume IV No 2,1989 hlmn : 87-93(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1989-12-01) SUPRAPTOPenelitian serangan rayap Macrotermes gilvus (Hagen) pada guludan tanaman lada dilakukan di Kebun Perco- baan Natar, Lampung pada tahun 1986-1987. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh serangan rayap pada guludan terhadap tanaman lada, dengan jalan mem- bongkar guludan tanaman lada dengan berbagai tanaman penegak. Untuk mengetahui pilihan tanaman rayap pada kayu tanaman penegak dan tanaman lada dilakukan uji pilihan makan terhadap jenis kayu dadap duri (Erythrina indica), kapok (Ceiba petandra), lamtorogung (Leucaena leucocephala), mendaru (Urandra corniculata), dadap licin (Erythrina lithosperma), gamal (Glyrisida maculata) dan batang lada (Piper nigrum). Hasil penelitian menun- jukkan bahwa setiap blok tanaman lada yang ditanam dengan sistem guludan terdapat serangan rayap M. gilvus rata-rata 53,21% dengan intensitas mencapai 40,60%. Tanaman lada pada guludan yang terserang rayap, per- tumbuhannya terhambat. Rayap M. gilvus ditemukan merusak guludan pada tanaman penegak kapok, kayu mendura, dadap licin dan gamal, dengan persentase gu- Judan yang dirusak rayap berkisar 50-57.50%. Kayap makan pada semua kayu tanaman penegak. Urutan jenis kayu dari yang paling banyak dimakan rayap adalah dadap duri, kemudian diikuti kapok, dadap licin, lada, gamal, lamtorogung dan kayu mendaru, yaitu berturut-turut 106.67, 33.17, 20.33, 19.50, 13.83 dan 1.17 cm³ selama lima bulan infestas