Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 552
- ItemBULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN ОВAТ:Volume 29, Nomor 2, Desember 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-12-01) Balai Penelitian Tanaman Rempah dan ObatPuji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Volume 29, Nomor 2, untuk tahun 2018 dapat diselesaikan. Buletin ini berisi 5 artikel yang terdiri dari berbagai bidang masalah dan disiplin ilmu pada Tanaman Rempah dan Obat. Artikel pertama Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Batang Calophyllum pulcherrimum, C. soulattri dan C. teysmannii. Artikelkedua adalah Respons Tanaman Serai Wangi terhadap Pemupukan NPKMg pada Tanah Latosol. Artikel ke tiga menyajikan Keragaman Aksesi Jambu Mete Hasil Persilangan pada Umur Dua Tahun Berdasarkan Karakter Morfologi. Artikel keempat Potensi Analgesik Ekstrak Etanol Daun Tegining Ganang (Cassia panisiliqua Burm.f.) pada Mencit (Mus musculus L.). Artikel kelima adalah Pengaruh Jenis Benih terhadap Efisiensi, Viabilitas, Pertumbuhan dan Produktivitas Tiga Varietas Kunyit (Curcuma longa). Kami mengucapkan terima kasih kepada semua penulis yang sudah mengisi Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Bul. Littro) dan kepada semua pihak yang sudah membantu, sehingga Bul. Littro dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Akhir kata semoga artikel dalam Bul. Littro ini bermanfaat, khususnya bagi yang memerlukan.
- ItemRESPONS TANAMAN SERAI WANGI TERHADAP PEMUPUKAN NPKMg PADA TANAH LATOSOL:Volume 29, Nomor 2, Desember 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-12-01) Setiawan, Gusmaini dan Hera NurhayatiTanaman serai wangi (Cymbopogon nardus var. genuinus L) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang dikenal dengan nama "Citronella Oil of Java". Minyak dihasilkan dari penyulingan daun. Pemberian pupuk anorganik N, P, K, dan Mg diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil terna dan rendemen minyak serai wangi. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Cicurug, Sukabumi sejak Agustus 2016 sampai Februari 2017. Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis pupuk NPKMg yang optimal untuk tanaman serai wangi pada tanah Latosol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan pemupukan dan 4 ulangan. Perlakuan pemupukan terdiri dari (1) tanpa pupuk (kontrol), (2) Pupuk NPKMg (12:12:17:2) dengan dosis 141 kg.ha¹, (3) 281 kg.ha, (4) 421 kg.ha, (5) 526 kg.ha¹, dan (6) pupuk Urea 150 kg.ha, TSP 50 kg.ha¹, KCI 125 kg.ha (pembanding). Hasil penelitian menunjukkan pemupukan NPKMg dapat memacu pertumbuhan dan meningkatkan produksi baik terna maupun minyak serei wangi. Pemupukan NPKMg (12:12:17:2) 141 kg.ha¹ menghasilkan herba 23 ton atau meningkat sebesar 30,8 % dibandingkan dengan pemupukan NPK tanpa unsur Mg. Pupuk NPKMg (12-12-17-2) dosis 281 kg.ha menghasilkan pertumbuhan dan produksi terna tertinggi (24 ton.ha¹), meningkat sebesar 39 %. Kadar minyak tertinggi (1,4 %) didapat dari perlakuan pemupukan NPKMg (12-12-17-2) dosis 421 kg.ha, walaupun produksi minyaknya tidak berbeda nyata dengan dosis 281 kg.ha¹. Oleh karena itu, dosis pupuk NPKMg 281 kg.ha¹ NPKMg (12:12:17:2) dapat direkomendasikan untuk tanaman serai wangi yang dibudidayakan pada tanah Latosol.
- ItemSTRATEGY FOR DEVELOPING INDONESIAN PEPPER EXPORT BASED ON TRADE PERFORMANCE INDEX AND ANALYTIC HIERARCHY PROCESS:Volume 26, Nomor 1, Mei 2015(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-05-01) Bedy Sudjarmoko¹), Agus Wahyudi²), Ermiati² and Abdul Muis Hasibuan¹Produksi dan ekspor lada Indonesia di pasar dunia mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir akibat rendahnya produktivitas, kualitas dan diversifikasi produk, rantai pemasaran yang tidak efisien serta lambatnya transfer teknologi kepada petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan serta memformulasikan strategi kebijakan untuk mengembangkan ekspor lada Indonesia. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis dengan Trade Performance Index dan Analytic Hierarchy Process. Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan ekspor lada Indonesia disebabkan oleh rendahnya produktivitas dan daya saing, infrastruktur yang belum memadai, kelembagaan petani, tingginya suku bunga serta lemahnya implementasikebijakan dan peraturan. Grand strategy yang direkomendasikan adalah optimalisasi pemanfaatan sumberdaya, pembangunan infrastruktur, kelembagaan, pembiayaan serta penguatan implementasi kebijakan dan peraturan.
- ItemAKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG Calophyllum pulcherrimum, C. soulattri DAN C. teysmannii:Volume 29, Nomor 2, Desember 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-12-01) Eris Septiana dan Partomuan Simanjuntak1,2)Kualitas udara yang menurun akibat polusi dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas di dalam tubuh. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal radikal bebas sehingga bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu tanaman yang merupakan sumber antioksidan alami yaitu bintangur (Calophyllum spp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan terbaik dari ekstrak etanol kulit batang tiga spesies bintangur baik ekstrak tunggal maupun kombinasi. Penelitian dilaksanakan sejak September sampai Desember 2017 di Laboratrorium Kimia Bahan Alam, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong, Jawa Barat. Percobaan terdiri atas tujuh perlakuan diulang tiga kali. Perlakuan terdiri atas ekstrak etanol kulit batang a) Calophyllum pulcherrimum (CP), b) C. soulattri (CS), c) С. teysmannii (CT), d) kombinasi C. pulcherrimum dan C. soulattri (CP+CS), e) kombinasi C. pulcherrimum dan C. teysmannii (CP+CT), f) kombinasi C. soulattri dan C. teysmannii (CS+CT), dan g) kombinasi C. pulcherrimum, C. soulattri dan C. teysmannii (CP+CS+CT) dengan perbandingan masing-masing ekstrak 1: 1 untuk perlakuan yang menggunakan dua kombinasi serta 1: 1: 1 untuk perlakuan yang menggunakan tiga kombinasi. Uji antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Uji kadar fenol dan flavonoid total masing-masing berdasarkan pada reaksi reagen Follin-Ciocalteu dan aluminium klorida. Hasil pengujian menunjukkan kombinasi ekstrak etanol kulit batang bintangur memiliki aktivitas antioksidan, kadar fenol dan flavonoid total yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak tunggalnya. Perlakuan CP+CS+CT memiliki nilai IC50 terendah sebesar 3,12 mg.l¹ sehingga berpotensi sebagai sumber antioksidan alami.
- ItemPENGARUH JENIS BENIH TERHADAP EFISIENSI, VIABILITAS, PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TIGA VARIETAS KUNYIT:Volume 29, Nomor 2, Desember 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-12-01) Nur Laela Wahyuni Meilawati, Melati, dan Devi RusminPengembangan kunyit untuk memenuhi permintaan bahan baku obat herbal memerlukan bahan tanaman unggul bermutu dalam jumlah cukup dan penggunaan benih yang efisien. Penelitian bertujuan untuk mengobservasi pengaruh varietas dan jenis rimpang terhadap efisiensi, viabilitas, keragaan pertumbuhan dan produksi rimpang kunyit. Penelitian dilakukan di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat dan Kebun Percobaan (KP). Cicurug-Sukabumi sejak November 2016 - Juli 2017. Rancangan percobaan disusun secara petak terbagi diulang 3 kali. Petak utama adalah tiga varietas kunyit: Curdonia, Turina 2 dan Turina 3. Anak petak yaitu delapan jenis rimpang: (a) anak rimpang tanpa cabang, (b) anak rimpang dengan 1 cabang, (c) anak rimpang dengan >1 cabang, (d) rimpang induk dibelah 2 melintang, (e) rimpang induk dibelah 2 membujur, (f) rimpang induk dibelah 4 melintang, (g) rimpang induk dibelah 4 membujur, (h) rimpang induk utuh. Parameter yang diamati adalah viabilitas benih, pertumbuhan tanaman dan produksi rimpang. Berdasarkan pengukuran viabilitas, pertumbuhan dan produktivitas yang dicapai, efisiensi penggunaan benih pada tanaman kunyit varietas Curdonia dan Turina 2 dapat dicapai dengan memanfaatkan benih asal anak rimpang tanpa cabang dengan kebutuhan benih yang sama yaitu 0,49 t.ha¹ dengan produksi rimpang masing-masing 6,63 t.ha¹ dan 11,45 t.ha¹. Alternatif lainnya adalah menggunakan benih dari rimpang induk dibelah 4 membujur dengan kebutuhan benih 0,47 t.ha¹ dan produksi masing-masing 9,65 t.ha dan 14,20 t.ha untuk varietas Curdonia dan Turina 2.Namun, pada varietas Turina 3, efisiensi penggunaan benih dapat dicapai dengan menggunakan rimpang induk dibelah 4 melintang, kebutuhan benih 0,66 t.ha¹ dan menghasilkan rimpang sebesar 17,44 t.ha.