Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 744
- Itembuletin PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Volume XI No.2,2000 : buletin Volume X No.1,1999 hlmn : 1-61(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1999-01-01) Volume X No1,1999
- Itembuletin PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT Volume XI No.2,2000 : buletin Volume XI No.2,2000 hlmn : 1-55(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2000-12-01) buletin Volume XI No.2,2000
- ItemStudi proses hidrogenasi pada komponen kimia CNSL (Cashew Nut Shell Liquid) : buletin littro Volume X No.1 ,1999 hlmn : 56-61(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1999-01-01) Hernani dan Eddy MulyonoDalam upaya peningkatan daya guna dan hasil guna dari CNSL telah dilakukan hidrogenasi terhadap CNSL komersial dan CNSL ekstrak toluen, menggunakan katalis Pd/C (Paladium/karbon), dan gas hidrogen pada suhu dan tekanan atmosfer. komponen mutu yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi penurunan bilangan Iod dan bilangan hidroksil relatif. Sedangkan untuk bilangan penyabunan dan bilangan asam dapat dikatakan tidak berubah. Hasil analisis secara GC-MS menunjukkan bahwa kardanol yang terdapat dalam CNSL tersebut terhidrogenasi secara sempurna. telah Kata Kunci: CNSL, hidrogenasi, karakteri- sasi, katalis. Study on the hydrogenation of Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) chemical components
- ItemRespon daun beberapa genotipa pala terhadap Botryodiplodia theobromae : buletin littro Volume X No.1 ,1999 hlmn : 40-47(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1999-01-01) Supriadi, Agus Nurawan, E.A. Hadad, Esther M. Adhi dan Nuri KaryaniPala merupakan salah satu tanaman penting sebagai bahan baku rempah dan minyak atsiri, berasal dari Kepulauan Maluku (Pulau Banda, Ternate dan Tidore) dan Irian Jaya. Salah satu patogen yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada tanaman pala adalah Botryodiplodia theobromae, yang juga menyerang jambu mente dan tanaman lainnya. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi ketahanan daun 47 genotipa pala terhadap inokulasi B. theobromae. Daun pala diambil dari tanaman berumur 1,5 tahun yang ditanam di Kebun Percobaan Cimanggu dan Kebun Instalasi Cicurug, Jawa Barat. Percobaan dilakukan di laboratorium dengan menginokulasikan B. theobromae pada daun pala yang disimpan dalam kotak plastik yang diberi pelembab. Hasil percobaan menunjukkan B. theobromae dapat menginfeksi daun semua genotipa pala yang diuji. Namun, berdasarkan data persentase lebar dan panjang daun terinfeksi dapat diketahui bahwa daun pala genotipa Manado 57, Banda 5, Tidore Jaya 427 termasuk yang paling kecil persentase infeksinya. Hasil bioassay ekstrak kasar daun pala yang disuntikkan ke dalam daun melalui lapisan epidermisnya menyebabkan sel-sel jaringan daun mati berwarna kecokelatan. Dengan demikian diduga bahwa mekanisme kerusakan pada daun disebabkan oleh dihasilkannya senyawa toksin oleh B. theobromae. Kata kunci: Pala, Botryodiplodia theobro.ae, resistensi, toksin. Response of different genotypes of nutmegs leaves to the inoculation of Botryodiplodia theobromae
- ItemPengaruh bahan dan lama penyimpanan entres terhadap keberhasilan sambung pucuk jambu mente : buletin littro Volume X No.1 ,1999 hlmn : 33-39(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1999-01-01) M. Djazuli, R.Suryadi, M. Hadad dan A.DhalimiSalah satu kendala utama dalam penyambungan tanaman jambu mente (Anacardium ocidentale L) adalah cepat rusaknya atau menurunnya viabilitas batang atas (entres) selama penyimpanan. Untuk mendapatkan media simpan yang baik dalam upaya mempertahankan viabilitas entres selama penyimpanan, dilakukan penelitian pengujian pengaruh 13 kombinasi perlakuan jenis bahan dan lama simpan yaitu: 1) kontrol (tanpa simpan), 2) pelepah pisang (PS) selama 3 hari, 3) PS-6 hari, 4) PS-9 hari, 5) kertas koran (KK) 3 hari, 6) KK-6 hari, 7) KK 9 hari, 8) serbuk gergaji (SG) 3 hari, 9) SG 6 hari, 10) SG 9 hari, 11) sabut kelapa (SK) 3 hari, 12) SK 6 hari, dan 13) SK 9 hari. Penelitian dilakukan di IP Cikampek mulai bulan Nopember 1997 sampai dengan Januari 1998 dengan menggunakan rancangan acak kelompok 3 ulangan. Viabilitas entres ditunjukkan dengan nilai tingkat keberhasilan sambung pucuk. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa bahan simpan pelepah pisang, kertas koran, serbuk gergaji, dan sabut kelapa mampu menghambat laju viabilitas entres yang disimpan sampai 6 hari simpan (HS). Tingkat keberhasilan sambung pucuk entres yang disimpan pada 3 dan 6 HS dengan pelepah pisang, kertas koran dan sabut kelapa cukup tinggi masing- masing 76,1-73,0%, 77,7-69,4%, dan 69,0- 72,04% serta tidak berbeda nyata dengan kontrol (83%). Tingkat keberhasilan sambung pucuk dari entres yang disimpan dengan pelepah pisang, dan sabut kelapa penurunan selama 9 HSS relatif rendah masing-masing 51,1; 40,7 dan 39,1%, bahkan entres yang disimpan pada media kertas koran semuanya tidak mampu tumbuh dan mati. Kata kunci: Anacardium ocidentale, media, waktu penyimpanan, entres, sambung pucuk Effect of media and scion storage period on succes rates of cashew top grafting