Prosiding fasilitas forum kerjasama pengembangan biofatmaka
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 15
- ItemPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA(PEMN BIOFARMAKA NASIONAL 11 YOGYAKARTA, 14 JULI 2004, 2004-07-14) MEGAWATI SEOKARNOPUTRI
- Item"INDONESIAN BIOPHARMACA EXHIBITION AND CONGRESS 2004" (IBEC - 2004)(PEKAN BIOFARMAKA NASIONAL 11, 2004-07-14) MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
- ItemANALISIS KIMIA AKAR PURWOCENG(Balai Penelitian Tanaman Repah dan Obat, 2004-07-14) Hornani•) dan Otih Roneiana••'Purwocenq ( Pimpinella prua tjan) merupakan sa lah satu tanaman obat yang dimanfaat kan afrodisiak. sebaqai Adapun tujuan dari penelit ian adalah untuk mengetahui kualitas, ekstrak aktif dan identifikasi komponen kimia Metode yang diguna kan untuk a kar purwoceng. kualitas sesuai dengan acuan MMI (Materia Medika Indonesia) seperti penentuan kadar abu, kadar abu tak larut asam, kadar sari yang larut dalam Pembuatan ekstrak menggunakan air dan alcohol . 3 j enis pelarut, yaitu heksan, khloroform dan Anal i sis fitokimia dan kromatografi etanol . lapis tipis (KLT dilakukan juga terhadap ekstrak kimia identifikasi komponen dan secara Kual itas yang kua f mengguna kan GCMS. dihasilkan seperti kadar 8, 65 kadar abu tak larut asam O, 39 % , dan kadar sari yang larut dalam a I kohol dan air masing—masing 3,19 dan Untuk rendemen ekstrak yang dihasilkan 22,77 % . yang tertinggi dari pelarut etanol (2, 67 8) dan Nilai uji terendah pelarut heksan O, 65 (LDso) dari ekstrak toksisitas tertinggi khloroform (292, 23 ppm) dan terendah dari Anal i sis fitokimia ekstrak etanol (745 ppm) . menunj ukkan senyawa golongan kumarin, al kaloid dan flavonoid terdeteksl dari semua ekstrak, sedangkan golongan tri terpenoid dalarn ekstrak senyawa tannin dan heksan dan khloroform, Pemisahan saponin da lam ekstra k etanol , komponen kimia secara KL'I' menunjukkan komponen
- ItemSTUDI AGROBIOFISIK DAN UJI COBA BUDIDAYA JATI BELANDA(Pusat Studi Biofarmaka LPPM I PB, 2004-07-14) Munif Ghulammahdi, E Djauhari, A Junaedi, P Heryanto, Y DwidhiyanthiStudi agrobiofisik dan Uji coba budi daya Oat i Be landa (Guazuma ulmi folia Lamk) telah dilakukan untuk mendapatkan data dasar sebagai bahan evaluasi dan penerapan GAP (Good Agri cul tural Practices) . Survey telah dilaku kan di daerah Cilacap , Tawangmangu, Cirebon dibedakan Pema lang , dan yang berdasarkan ketinggian tempat yaitu 0-20 m, Jumlah curah hujan 200 m, dan 1000 m dpl. tert inggi di Kabupaten Tawangmangu sebesar 2743.0 mm/tahun dengan rata—rata sebesar 228.6 mm/ bul an Jumlah curah hujan terendah terdapat pada Kabupaten Ngawi sebesar 1812. O nun/ tahun 151. O rnrn/bulan. denga n ra t a sebesar Ketinggian tempat untuk Kabupaten Cilacap, Pemalang relati f sama. Akan Ci r ebon dan tetapi di lokasi Cilacap dan Pemalang tidak dan di Ci rebon di temukan jat i belanda, sedi kit di temukan hanya j umlahnya sang at sehingga tidak cukup untuk anal i sis daun. Di lakukan ana lisis kualitatif komponen kimia dan total fenol (kuantitatif) terhadap daun jat i belanda dari Tawangmangu dan Ngawi . Hasil analisis kualitatif komponen flavonoid, steroid, alkaloid, saponin, dan tanin tidak Perbedaan terli hat menunj ukkan perbedaan . kecil dimana kadar total fenol yaitu daun jati be landa yang berasal dari Ngawi mengandung total fenol 15.35% (berdasarkan standar asam vanilat) dan 39 . O", (berdasarkan standar asam yang be rasal da r i sedanqkan kumarat), Tawangmangu mengandunq total 15.04*
- ItemPERBAIKAN EFISIENSI PEMUPUKAN P PADA JAHE EMPRIT)(balai penelitian tanaman rempah dan obat indonesian Spice and medicinal Crops Research institute, 2004-07-14) Muchamad Yusron dan M. Januwatis been done by using Organic fertilizer and biofertilizer, in Order to reduce the use Of inorganic fertilizers, as well as to zeduce environmental pollution. This experiment was aimed to study Of using rock phosphate, zeol ite and biofertilizers in order to improve phosphate use efficiency on small ginger production. The field experiment was carried out at Kecama tan Ampel , Kabupaten Boyolali, which is located at elevation 800 asl, soi 1 type is Andosol, from October 2001 to August 2002, using randomized block design, with 9 treatments, i.e. (1) 350 kg rock phosphate + 140 kg biofertilizer, (2) 175 kg rock phosphate + 140 kg biofertilizer, (3) 300 kg sp-36 + 140 kg biofertilizer, (4) 150 kg SP-36 + 140 kg biofertilizer, (5) 350 kg rock phosphate + 140 kg biofertilizer + 400 kg zeolite, (6) 175 kg rock phosphate + 140 kg biofertilizer + (7) 300 kg SP36 + 140 kg 4 00 kg zeolite, biofertilizer + 400 kg zeolite, (8) 150 kg SP36 + 140 kg biofertilizer + 400 kg zeolite, and (9) 300 Basic fertilizers, were 20 kg SP36 per hectare. ton/ ha manure, 500 kg Urea /ha and 400 kg KCI/ha,
- «
- 1 (current)
- 2
- 3
- »