STUDI AGROBIOFISIK DAN UJI COBA BUDIDAYA JATI BELANDA
No Thumbnail Available
Date
2004-07-14
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Studi Biofarmaka LPPM I PB
Abstract
Studi agrobiofisik dan Uji coba budi daya
Oat i Be landa (Guazuma ulmi folia Lamk) telah
dilakukan untuk mendapatkan data dasar sebagai
bahan evaluasi dan penerapan GAP (Good
Agri cul tural
Practices) .
Survey
telah
dilaku kan di daerah Cilacap , Tawangmangu,
Cirebon
dibedakan
Pema lang ,
dan
yang
berdasarkan ketinggian tempat yaitu 0-20 m,
Jumlah curah hujan
200 m, dan 1000 m dpl.
tert inggi di Kabupaten Tawangmangu sebesar
2743.0 mm/tahun dengan rata—rata sebesar 228.6
mm/ bul an Jumlah curah hujan terendah terdapat
pada Kabupaten Ngawi sebesar 1812. O nun/ tahun
151. O rnrn/bulan.
denga n ra t a sebesar
Ketinggian tempat untuk Kabupaten Cilacap,
Pemalang relati f sama. Akan
Ci r ebon dan
tetapi di lokasi Cilacap dan Pemalang tidak
dan di Ci rebon
di temukan jat i belanda,
sedi kit
di temukan hanya
j umlahnya
sang at
sehingga tidak cukup untuk anal i sis daun.
Di lakukan ana lisis kualitatif komponen kimia
dan total fenol (kuantitatif) terhadap daun
jat i belanda dari Tawangmangu dan Ngawi .
Hasil analisis kualitatif komponen flavonoid,
steroid, alkaloid, saponin, dan tanin tidak
Perbedaan terli hat
menunj ukkan perbedaan .
kecil dimana kadar total fenol yaitu daun jati
be landa yang berasal dari Ngawi mengandung
total fenol 15.35% (berdasarkan standar asam
vanilat) dan 39 . O", (berdasarkan standar asam
yang be rasal
da r i
sedanqkan
kumarat),
Tawangmangu mengandunq total
15.04*