Analisis Kebijakan Dampak Pemanasan Global Terhadap Produktivitas Kopi Arabika Gayo

Loading...
Thumbnail Image
Date
2015-11-10
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Kopi merupakan komoditas utama yang menjadi andalan sumber pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah di Dataran Tinggi Gayo. Hingga saat ini diperkirakan luas areal penanaman kopi di kedua kabupaten tersebut telah mencapai 94.316 ha dengan perincian 48.000 ha terdapat di Kabupaten Aceh Tengah dan sisanya seluas 46.316 ha di Kabupaten Bener Meriah. Dari luasan tersebut di atas sekitar 85% jenis arabika dan sisanya 15% jenis robusta serta melibatkan tidak kurang dari 50.000 kepala keluarga. Tujuan penelitian ini adalah menemukan solusi permasalahan pertanian atau isu aktual yang terjadi di tingkat petani maupun pemerintah daerah. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah mulai Januari−Desember 2011. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data sekunder dan data primer. Data sekunder dalam bentuk data deret waktu 15 tahun terakhir, sedangkan data primer adalah data mengenai dampak dari suatu kebijaksanaan Pembangunan yang diperoleh dengan teknik pemahaman secara singkat (rapid appraisal). Penarikan contoh untuk memperoleh data primer menggunakan teknik kuota sampling yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan untuk menjawab permasalahan yang dikaji tetap berpegang pada prinsip representatif. Metode analisis data dilakukan secara statistik dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan produksi kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah, pada musim panen 2011 mengalami penurunan 30% karena dampak dari perubahan cuaca. Selain akibat perubahan iklim, hama PBKo dan jamur akar putih juga menurunkan produksi di mana kedua OPT tersebut telah menyebar hingga pada ketinggian 1.600 mdpl ari sebelumnya hanya pada ketinggian <1.000 mdpl. Implikasi kebijakan kepada Pemerintah Daerah, penambahan pohon pelindung yang lebih rapat di kebun petani untuk mempertahankan suhu mikro tanaman
Description
Kopi merupakan komoditas utama yang menjadi andalan sumber pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah di Dataran Tinggi Gayo. Hingga saat ini diperkirakan luas areal penanaman kopi di kedua kabupaten tersebut telah mencapai 94.316 ha dengan perincian 48.000 ha terdapat di Kabupaten Aceh Tengah dan sisanya seluas 46.316 ha di Kabupaten Bener Meriah. Dari luasan tersebut di atas sekitar 85% jenis arabika dan sisanya 15% jenis robusta, serta melibatkan tidak kurang dari 50.000 kepala keluarga. Walaupun Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah merupakan dua daerah penanaman kopi arabika terluas di Indonesia, namun bila ditinjau dari produktivitasnya masih tergolong relatif rendah, yakni rata-rata 790 kg/ha/tahun. Walaupun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa secara individu dan sebagian kecil petani, produktivitas kopinya ada yang telah mencapai 1,5−2,5 ton/ha/tahun. Beberapa faktor penyebab rendahnya produktivitas kopi arabika di Dataran Tinggi Gayo adalah kualitas lahan (tanah dan iklim), bahan tanam beragam dan berumur lanjut, bibit yang ditanam bukan varietas unggul, tanaman pelindung kurang memenuhi syarat tumbuh kopi, pemupukan, pemangkasan tanaman kopi, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
Keywords
A Agriculture/Pertanian::A01 Agriculture - General aspects/Pertanian Aspek Umum, E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E10 Agricultural economics and policies/Ekonomi dan Kebijaksanaan Nasional mengenai pertanian, H Protection of plants and stored products/Perlindungan Tanaman::H01 Protection of plants - General aspects/Perlindungan tanaman – aspek aspek umum, pemanasan global, Aceh Tengah
Citation