Adopsi Penggunaan Atabela Jarwo 2:1 dan VUB Padi Sawah di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah

Loading...
Thumbnail Image
Date
2015-11-10
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Adopsi dapat diartikan sebagai proses penerimaan inovasi, yaitu menerima sesuatu yang baru yang ditawarkan dan diupayakan oleh pihak lain. Model Pengembangan Pertanian Perdesaan melalui Inovasi (m-P3MI) adalah program Badan Litbang Pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan adopsi inovasi dan menjaring umpan balik untuk perbaikan teknologi dalam rangka meningkatkan produktivitas padi sawah (IP300) dan mendiseminasikan teknologi budi daya padi sawah berbasis pengelolaan tanaman terpadu (PTT). Kajian dilaksanakan di Desa Ogoamas 1, Kecamatan Sojol Utara, Kabupaten Donggala selama Januariāˆ’Desember 2014. Display teknologi terdiri atas VUB padi Inpari 6, Inpari 10, dan Mekongga (kontrol) yang ditanam menggunakan atabela jarwo 2 : 1. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah dilakukan terhadap 40 orang petani yang terdiri atas petani kooperator sebanyak 19 orang dan nonkooperator sebanyak 21 orang yang dipilih secara acak sederhana. Analisis yang dilakukan terdiri dari respon teknologi, produktivitas, dan analisis adopsi penggunaan atabela jarwo 2 : 1 secara kuantitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa respon teknologi sangat baik dari paket teknologi yang diperkenalkan, khususnya pada penggunaan alat tanam benih langsung jajar legowo 2 : 1 (atabela jarwo 2 : 1) dan varietas unggul baru sehingga memperlihatkan pengaruh terhadap perubahan perilaku petani. Peningkatan produksi sebesar 40% dan adopsi penggunaan atabela dari luasan 2 ha (2013) berkembang menjadi 250 ha (2014) atau 49% dari luas lahan di Desa Ogoamas 1. Demikian pula penggunaan VUB yang sudah mencapai luasan 150 ha. Perkembangan terakhir pada MT III/2014 telah meliputi empat desa (Ogoamas 1, Ogoamas 2, Lenju, dan Pesik) di Kecamatan Sojol Utara.
Description
Adopsi dapat diartikan sebagai proses penerimaan inovasi, yaitu menerima sesuatu yang baru yang ditawarkan dan diupayakan oleh pihak lain. Dalam proses adopsi terjadi proses adaptasi atau penyesuaian secara alami terhadap kondisi lingkungan yang ada. Proses adopsi dapat berlangsung secara bertahap dan dapat berlangsung lambat ataupun cepat. Cepat atau lambatnya setiap tahapan dipengaruhi oleh sifat inovasi, karakteristik petani/sasaran, kondisi lingkungan fisik dan sosial, serta aktivitas yang dilakukan oleh petugas/penyuluh. Inovasi teknologi, strategi, dan pendekatan program intensifikasi berkorelasi dengan keberhasilan peningkatan produktivitas. PTT adalah salah satu pendekatan yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian yang inovatif dan dinamis dalam upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secara partisipatif bersama petani. Beberapa prinsip utama PTT adalah partisipatif, spesifik lokasi, terpadu, sinergis atau serasi ,dan dinamis (Yuli 2008). Komponen teknologi dalam pengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu (PTT) diharapkan menjadi salah satu pilar revolusi hijau lestari (Puslitbangtan 2005) dalam memacu produksi padi di masa yang akan datang.
Keywords
atabela, varietas unggul baru, respons teknologi, adopsi
Citation