Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Basrum"

Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Adopsi Penggunaan Atabela Jarwo 2:1 dan VUB Padi Sawah di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah
    (IAARD Press, 2015-11-10) Gafur, Syamsyiah; Rahardjo, Y.P.; Basrum
    Adopsi dapat diartikan sebagai proses penerimaan inovasi, yaitu menerima sesuatu yang baru yang ditawarkan dan diupayakan oleh pihak lain. Model Pengembangan Pertanian Perdesaan melalui Inovasi (m-P3MI) adalah program Badan Litbang Pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan adopsi inovasi dan menjaring umpan balik untuk perbaikan teknologi dalam rangka meningkatkan produktivitas padi sawah (IP300) dan mendiseminasikan teknologi budi daya padi sawah berbasis pengelolaan tanaman terpadu (PTT). Kajian dilaksanakan di Desa Ogoamas 1, Kecamatan Sojol Utara, Kabupaten Donggala selama Januari−Desember 2014. Display teknologi terdiri atas VUB padi Inpari 6, Inpari 10, dan Mekongga (kontrol) yang ditanam menggunakan atabela jarwo 2 : 1. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah dilakukan terhadap 40 orang petani yang terdiri atas petani kooperator sebanyak 19 orang dan nonkooperator sebanyak 21 orang yang dipilih secara acak sederhana. Analisis yang dilakukan terdiri dari respon teknologi, produktivitas, dan analisis adopsi penggunaan atabela jarwo 2 : 1 secara kuantitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa respon teknologi sangat baik dari paket teknologi yang diperkenalkan, khususnya pada penggunaan alat tanam benih langsung jajar legowo 2 : 1 (atabela jarwo 2 : 1) dan varietas unggul baru sehingga memperlihatkan pengaruh terhadap perubahan perilaku petani. Peningkatan produksi sebesar 40% dan adopsi penggunaan atabela dari luasan 2 ha (2013) berkembang menjadi 250 ha (2014) atau 49% dari luas lahan di Desa Ogoamas 1. Demikian pula penggunaan VUB yang sudah mencapai luasan 150 ha. Perkembangan terakhir pada MT III/2014 telah meliputi empat desa (Ogoamas 1, Ogoamas 2, Lenju, dan Pesik) di Kecamatan Sojol Utara.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Kajian Penerapan Varietas Unggul Baru Padi Sawah Irigasi di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2015-10) Juradi, Muh Afif; Basrum; Gafur, Syamsyah; Suwitra, I Ketut; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
    Penggunaan varietas unggul yang cocok dan adaptif merupakan salah satu komponen teknologi yang nyata kontribusinya terhadap peningkatan produktivitas tanaman. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil varietas unggul baru padi sawah irigasi serta kelayakan usahataninya. Pengkajian ini dilaksanakan di Desa Ogoamas 1 Kecamatan Sojol Utara Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah pada Bulan September hingga Desember 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan tiga ulangan. Adapun varietas yang diujicobakan adalah Inpari 4, Inpari 6, Inpari 10, Inpari 20, Banyuasin dan varietas Mekongga sebagai pembanding. Luas lahan yang digunakan pada masing-masing perlakuan ¼ ha. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah berisi, jumlah gabah hampa, bobot 1000 butir, hasil ubinan dan ketahanan terhadap hama/penyakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa jumlah anakan produktif pada Varietas Inpari 4 nyata lebih tinggi (18,67) dibandingkan dengan kelima varietas lainnya termasuk Mekongga (12,77). Sedangkan pada komponen lainnya Varietas Banyuasin memiliki keunggulan (jumlah gabah berisi nyata lebih tinggi 162,73 butir per malai dan jumlah ubinan 11,1 ton GKP/ha dibandingkan varietas lainnya termasuk Mekongga yang telah beradaptasi dengan baik di wilayah kajian. 72 % petani sangat tertarik terhadap penampilan varietas Banyuasin, 20% sangat tertarik pada varietas Mekongga serta 8 % tertarik dengan penampilan Inpari 4. Hasil analisis usahatani menunjukkan varietas Banyuasin memiliki nilai R/C ratio tertinggi 2,94 sangat layak dan cocok untuk dikembangkan di wilayah ini.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Keragaan Lima Varietas Unggul Baru Padi Sawah di Sulawesi Tengah
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Basrum; Afif Juradi, Muh; Baso Lompengeng Ishak, Andi
    Abstrak Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk melihat keragaan kelima varietas unggul baru padi sawah. Pengkajian varietas unggul baru padi sawah melalui pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT), telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Sidondo, desa Sidondo 3, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi pada bulan Juli sampai Oktober 2017. Varietas unggul baru yang diujikan 5 varietas yaitu Mekongga, Inpari 24, Inpari 30, Inpari 33 dan Inpari 36. Komponen teknologi yang diterapkan meliputi : Penggunaan varietas unggul baru (VUB), seed treatment dengan Regent 13 ml/5 kg benih, pindah tanam < 20 hari setelah semai (HSS), sistem tanam jajar legowo 2:1 (20x10x40) cm, penggunaan urea 250 kg ha-1 dan phonska 300 kg ha-1. Hasil kajian menunjukkan varietas Inpari 30 memberikan hasil produksi tertinggi yaitu 8,2 t GKP ha-1, Mekongga 7 t GKP ha-1, Inpari 33 6,3 t GKP ha-1 dan Inpari 24 6,6 t GKP ha-1 dan Inpari 36 6,8 t GKP ha-1. Dari ke lima varietas Inpari 30 memiliki respon yang baik terhadap pertumbuhan dan hasil dibanding varietas lainnya, selain potensi hasil tinggi juga di lapang terlihat relatif toleran terhadap penggerek batang, tahan terhadap penyakit bercak coklat dan blas leher. Sesuai dengan produktivitas yang dihasilkan, Inpari 30 layak untuk dikembangkan dalam skala luas di Sulawesi Tengah. Abstract In increasing plants product in field irrigation area that technology innovative must be pushed. The research some to the new high-yielding variety rice field by approach processing plant integrated. This research was done in the village Sidondo, Sigi Biromaru subs district, Sigi regency in July until October 2017. The new high-yielding variety that has experiment of 5 varieties are: Mekongga, inpari 24 variety, inpari 30, inpari 33 and inpari 36. The objective is to see the power of rice plants adaptation to a new high-yielding variety in field irrigation. Component technology is used: using a new high-yielding variety, centreman with regent 13 ml/5 kp germ, act planting 18 days after seedling Sistem planting is line legowo, use urea 250 kg/ha and phonska 300 kg/ha. The research showed eaten Inpari 30 variety give a high outcome production is 8,2 ton/ha unhulled paddy separated from the stalk’s dry harvest/ha. By the 5 of variety, inpari 30 has good respond to the growth than the other variety. Besides it has high result potency and enduring to stem borer-based experiment in location and then endure to hama brown spot, and neck blass, tasty results are suitable with farmer appetize and consume than the other variety.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Respon Petani terhadap Karakteristik Jagung Nasa-29 dalam Kaji Terap Dataran Tinggi dan Rendah Sulawesi Tengah
    (IAARD Press, 2019) Basrum; Rahayu, Heni SP; Gafur, Syamsiah; Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
    BPTP Sulawesi Tengah mendukung diseminasi inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian melalui pengkajian spesifik lokasi dan berbagai metode penyuluhan antara lain kaji terap. Kaji terap meningkatkan kemampuan petani dalam memilih paket teknologi usaha tani spesifik lokasi yang telah direkomendasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon petani terhadap introduksi jagung Varietas NASA29 pada kaji terap PTT jagung yang dilaksanakan di lokasi topografi yang berbeda yaitu dataran tinggi dan dataran rendah Sulawesi Tengah. Pengambilan data respon petani dilakukan pada Bulan Agustus dan September 2018 pada total 50 responden petani. Data dianalisis menggunakan Uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan respon di dua topografi yang berbeda dan dilanjutkan penyusunan strategi menggunakan analisis Importance Performance Analysis (IPA) atas kepuasan petani terhadap performa varietas jagung NASA-29. Hasil analisis menunjukkan bahwa respon petani berbeda nyata di dataran tinggi dan rendah Sulawesi Tengah. Respon petani di dataran rendah lebih tinggi dari respon petani dataran tinggi terhadap Jagung NASA-29. Karakteristik unggulan NASA-29 yang disukai baik di dataran rendah maupun dataran tinggi adalah jumlah tongkol, tinggi tanaman, serta umur panen. Strategi pengembangan yaitu perbenihan jagung NASA-29 dan pendampingan teknologi.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback