Bahan Ajar Persiapan Sertifikasi Pengendalian Penyakit Paramedik Veteriner
Loading...
Date
2021-09-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BBPKH Cinagara
Abstract
Bahan ajar ini terdiri dari beberapa pokok bahasan yang
menjelaskan secara rinci hal-hal mengenai nekropsi atau bedah bangkai,
yaitu:
1. Tehnik nekropsi atau bedah bangkai pada hewan
Pada prinsipnya nekropsi atau bedah bangkai adalah
mengeluarkan organ-organ tubuh yang mengalami kelainan-kelainan
patologi anatomis akibat terinfeksi oleh pathogen dari penyakit
tertentu. Bila menggunakan hewan yang sudah mati tidak boleh
lebih dari 6 (enam) jam setelah mati, karena pada hewan tersebut
terdapat mikroorganisme yang mencemari tubuh hewan dan ada
proses autolysis yaitu penghancuran sendiri organ-organ tubuh
hewan tersebut. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian supaya hasil
pemeriksaan bedah bangkai menjadi akurat, antara lain: jenis
penyakit, kondisi hewan, umur hewan, jumlah sampel dan tempat
pelaksanaan. Selain itu, penilaian pemeriksaan bedah bangkai
berdasarkan perubahan-perubahan pada organ-organ tubuh hewan
yang diperiksa, yaitu ukuran organ, warna organ, tepi organ, bidang
sayatan dan konsistensi. Prosedur yang harus dilakukan bila akan
melakukan bedah bangkai ada 3 (tiga) yaitu:
1). Anamnese selengkapnya untuk mengetahui gambaran
penyakit yang ada.
2). Pemeriksaan gejala klinis untuk mendapatkan gambaran
tanda-tanda penyakit yang menginfeksi hewan
3). Pemeriksaan kelainan pasca mati/perubahan-perubahan
patologi anatomis dari organ-organ tubuh hewan.
2. Pemeriksaan Gejala Klinis dan Patologi Anatomis
Pemeriksaan gejala klinis meliputi antara lain: penampilan
hewan, apakah lincah atau lesu, gejala gangguan pernafasan, seperti
ngorok, bersin-bersin, keluar lender, gangguan pencernaan, apakah
mencret atau tidak, kalau mencret waran apa dan bagaimana
konsistensinya, gangguan saraf, sperti torikolis pada ungags,
lumpuh, atau tremor, gangguan reproduksi, seperti kualitas dan
kuantitas produksi telur pada unggas, endometritis atau prolapses
uteri, dll. pada hewan ruminansia.
Pemeriksaan bedah bangkai merupakan langkah selanjutnya
untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dalam mengamati
perubahan-perubahan organ-organ tubuh. Pengamatan terhadap
perubahan organ tubuh seperti warna , ukuran, bentuk, kekenyalan
ataupun perubahan lainnya seperti peradangan.
Organ-organ tubuh yang perlu diamati, antara lain:
pemeriksaan otot dan kulit, organ pernafasan seperti rongga hidung,
sinus, kantong udara, laring, trachea, brokhus dan paru-paru; Organ
pencernaan seperti mulut, esophagus, tembolok, proventrikulus,
ventrikulus atau gizzard, usus, hati dan pancreas; organ sirkulasi
darah seperti jantung, organ limfoid seperti bursa fabrisius, thymus
dan peyer patches pada unggas dan limpa; organ reproduksi seperti ovarium, oviduct, dll. organ saraf seperti otak, dan saraf yang ada
didalam tubuh; organ urinaria seperti ginjal dan organ lainnya
seperti rongga perut, lemak perut, dll.