Bahan Ajar Persiapan Sertifikasi Pengendalian Penyakit Paramedik Veteriner

dc.contributor.authorSri Gatiyono
dc.date.accessioned2026-08-01T13:46:47Z
dc.date.available2026-08-01T13:46:47Z
dc.date.issued2021-09-01
dc.description.abstractBahan ajar ini terdiri dari beberapa pokok bahasan yang menjelaskan secara rinci hal-hal mengenai nekropsi atau bedah bangkai, yaitu: 1. Tehnik nekropsi atau bedah bangkai pada hewan Pada prinsipnya nekropsi atau bedah bangkai adalah mengeluarkan organ-organ tubuh yang mengalami kelainan-kelainan patologi anatomis akibat terinfeksi oleh pathogen dari penyakit tertentu. Bila menggunakan hewan yang sudah mati tidak boleh lebih dari 6 (enam) jam setelah mati, karena pada hewan tersebut terdapat mikroorganisme yang mencemari tubuh hewan dan ada proses autolysis yaitu penghancuran sendiri organ-organ tubuh hewan tersebut. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian supaya hasil pemeriksaan bedah bangkai menjadi akurat, antara lain: jenis penyakit, kondisi hewan, umur hewan, jumlah sampel dan tempat pelaksanaan. Selain itu, penilaian pemeriksaan bedah bangkai berdasarkan perubahan-perubahan pada organ-organ tubuh hewan yang diperiksa, yaitu ukuran organ, warna organ, tepi organ, bidang sayatan dan konsistensi. Prosedur yang harus dilakukan bila akan melakukan bedah bangkai ada 3 (tiga) yaitu: 1). Anamnese selengkapnya untuk mengetahui gambaran penyakit yang ada. 2). Pemeriksaan gejala klinis untuk mendapatkan gambaran tanda-tanda penyakit yang menginfeksi hewan 3). Pemeriksaan kelainan pasca mati/perubahan-perubahan patologi anatomis dari organ-organ tubuh hewan. 2. Pemeriksaan Gejala Klinis dan Patologi Anatomis Pemeriksaan gejala klinis meliputi antara lain: penampilan hewan, apakah lincah atau lesu, gejala gangguan pernafasan, seperti ngorok, bersin-bersin, keluar lender, gangguan pencernaan, apakah mencret atau tidak, kalau mencret waran apa dan bagaimana konsistensinya, gangguan saraf, sperti torikolis pada ungags, lumpuh, atau tremor, gangguan reproduksi, seperti kualitas dan kuantitas produksi telur pada unggas, endometritis atau prolapses uteri, dll. pada hewan ruminansia. Pemeriksaan bedah bangkai merupakan langkah selanjutnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dalam mengamati perubahan-perubahan organ-organ tubuh. Pengamatan terhadap perubahan organ tubuh seperti warna , ukuran, bentuk, kekenyalan ataupun perubahan lainnya seperti peradangan. Organ-organ tubuh yang perlu diamati, antara lain: pemeriksaan otot dan kulit, organ pernafasan seperti rongga hidung, sinus, kantong udara, laring, trachea, brokhus dan paru-paru; Organ pencernaan seperti mulut, esophagus, tembolok, proventrikulus, ventrikulus atau gizzard, usus, hati dan pancreas; organ sirkulasi darah seperti jantung, organ limfoid seperti bursa fabrisius, thymus dan peyer patches pada unggas dan limpa; organ reproduksi seperti ovarium, oviduct, dll. organ saraf seperti otak, dan saraf yang ada didalam tubuh; organ urinaria seperti ginjal dan organ lainnya seperti rongga perut, lemak perut, dll.
dc.identifier.issn0
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30713
dc.language.isoid
dc.publisherBBPKH Cinagara
dc.relation.ispartofseries0; 0
dc.titleBahan Ajar Persiapan Sertifikasi Pengendalian Penyakit Paramedik Veteriner
dc.typeBook
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
BA Sertifikasi Paramedik Pengendalian Penyakit 2021.pdf
Size:
3.19 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Bahan ajar ini terdiri dari beberapa pokok bahasan yang menjelaskan secara rinci hal-hal mengenai nekropsi atau bedah bangkai, yaitu: 1. Tehnik nekropsi atau bedah bangkai pada hewan Pada prinsipnya nekropsi atau bedah bangkai adalah mengeluarkan organ-organ tubuh yang mengalami kelainan-kelainan patologi anatomis akibat terinfeksi oleh pathogen dari penyakit tertentu. Bila menggunakan hewan yang sudah mati tidak boleh lebih dari 6 (enam) jam setelah mati, karena pada hewan tersebut terdapat mikroorganisme yang mencemari tubuh hewan dan ada proses autolysis yaitu penghancuran sendiri organ-organ tubuh hewan tersebut. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian supaya hasil pemeriksaan bedah bangkai menjadi akurat, antara lain: jenis penyakit, kondisi hewan, umur hewan, jumlah sampel dan tempat pelaksanaan. Selain itu, penilaian pemeriksaan bedah bangkai berdasarkan perubahan-perubahan pada organ-organ tubuh hewan yang diperiksa, yaitu ukuran organ, warna organ, tepi organ, bidang sayatan dan konsistensi. Prosedur yang harus dilakukan bila akan melakukan bedah bangkai ada 3 (tiga) yaitu: 1). Anamnese selengkapnya untuk mengetahui gambaran penyakit yang ada. 2). Pemeriksaan gejala klinis untuk mendapatkan gambaran tanda-tanda penyakit yang menginfeksi hewan 3). Pemeriksaan kelainan pasca mati/perubahan-perubahan patologi anatomis dari organ-organ tubuh hewan. 2. Pemeriksaan Gejala Klinis dan Patologi Anatomis Pemeriksaan gejala klinis meliputi antara lain: penampilan hewan, apakah lincah atau lesu, gejala gangguan pernafasan, seperti ngorok, bersin-bersin, keluar lender, gangguan pencernaan, apakah mencret atau tidak, kalau mencret waran apa dan bagaimana konsistensinya, gangguan saraf, sperti torikolis pada ungags, lumpuh, atau tremor, gangguan reproduksi, seperti kualitas dan kuantitas produksi telur pada unggas, endometritis atau prolapses uteri, dll. pada hewan ruminansia. Pemeriksaan bedah bangkai merupakan langkah selanjutnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dalam mengamati perubahan-perubahan organ-organ tubuh. Pengamatan terhadap perubahan organ tubuh seperti warna , ukuran, bentuk, kekenyalan ataupun perubahan lainnya seperti peradangan. Organ-organ tubuh yang perlu diamati, antara lain: pemeriksaan otot dan kulit, organ pernafasan seperti rongga hidung, sinus, kantong udara, laring, trachea, brokhus dan paru-paru; Organ pencernaan seperti mulut, esophagus, tembolok, proventrikulus, ventrikulus atau gizzard, usus, hati dan pancreas; organ sirkulasi darah seperti jantung, organ limfoid seperti bursa fabrisius, thymus dan peyer patches pada unggas dan limpa; organ reproduksi seperti ovarium, oviduct, dll. organ saraf seperti otak, dan saraf yang ada didalam tubuh; organ urinaria seperti ginjal dan organ lainnya seperti rongga perut, lemak perut, dll.
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections