Peluang Pengembangan Kedelai pada Areal Pertanaman Ubi Kayu di Lahan Kering Masam

Loading...
Thumbnail Image
Date
2013-11-19
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Ubi kayu dibudidayakan paling luas pada lahan masam dan umumnya ditanam secara monokultur. Pengembangan kedelai secara tumpang sari dengan ubi kayu, khususnya di Sumatera dan Kalimantan, merupakan upaya strategis karena: (a) saat ini areal tanaman ubi kayu di dua pulau tersebut cukup luas (sekitar 430.000 ha) dan terus meningkat, (b) pada areal pertanaman ubi kayu, setiap tahun minimal dapat ditanami satu kali kedelai dengan pola tumpang sari ubi kayu + kedelai, ubi kayu + kedelai /+ kacang tanah, atau ubi kayu + kacang tanah/+ kedelai; (c) pertanaman tumpang sari tersebut selain menghasilkan ubi kayu cukup tinggi, juga mampu menghasilkan kedelai dan kacang tanah cukup memadai, sehingga meningkatkan keuntungan usahatani. Teknologi untuk mendukung keberhasilan pola tumpang sari ubi kayu + kedelai tersebut telah tersedia, terdiri dari ameliorasi tanah menggunakan dolomit, penambahan pupuk organik kaya hara “Santap-M” dan pupuk hayati rhizobium strain “Illetrisoy”. Praktek tumpang sari ubi kayu + kedelai, di samping meningkatkan luas panen kedelai juga mampu memperbaiki kesuburan tanah pada areal tanam ubi kayu.
Description
Redaksi Buletin Iptek Tanaman Pangan terus berupaya meningkatkan kualitas artikel yang akan diterbitkan, termasuk mendorong peneliti menulis artikel hasil penelitiannya. Pembuatan topik tulisan oleh redaksi dan dikirimkan kepada personel peneliti yang kompeten tampaknya merupakan salah satu cara yang cukup efektif mendorong peneliti menulis artikel untuk Buletin Iptek
Keywords
Citation
Collections