Petunjuk Teknis PEMANFAATAN LUMPUR SAWIT/SOLID EXDECANTER SEBAGAI BAHAN PAKAN RUMINANSIA
Loading...
Date
2010
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Loka Penelitian Kambing Potong
Abstract
Description
Pakan merupakan salah satu komponen terbesar dalam
struktur biaya produksi ternak yang dikelola secara intensif,
sehingga efisiensi penggunaan pakan akan berpengaruh langsung
kepada efisiensi usaha secara keseluruhan. Pemanfaatan sumber
daya lokal secara maksimal merupakan langkah strategis dalam
upaya mencapai efisiensi usaha. Ada beberapa kriteria yang perlu
diperhatikan dalam kaitannya dengan efisiensi bahan pakan
tersebut, yaitu: tersedia secara kontinyu, murah dan mudah
didapat, mempunyai nilai gizi yang cukup, mudah dicerna serta
tidak mengganggu kesehatan ternak. Produk yang berpotensi
sebagai bahan pakan alternatif yang tersedia dalam volume besar
dan tersedia sepanjang tahun umumnya terkait dengan sektor
industri agro yang menghasilkan berbagai produk, baik yang
sifatnya sampingan, sisa, maupun limbah.
Industri perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan
minyak sawit sebagai produk utamanya, menawarkan produk
limbah dan hasil ikutan yang berpotensi diolah menjadi pakan
ternak, salah satunya adalah lumpur sawit atau dewasa ini lebih
dikenal dengan sebutan solid ex-decanter. Secara kuantitas,lumpur sawit tersedia cukup banyak dan belum dimanfaatkan
secara optimal, malah membutuhkan biaya untuk penanganannya.
Berbeda halnya dengan Iimbah industri kelapa sawit lainnya yaitu
bungkil inti sawit (BIS) yang sudah banyak diekspor ke eropa
sehingga mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi.
Dilihat dari segi kualitas nutrisi, lumpur sawit/solid exdecanter mempunyai kandungan gizi yang cukup baik. Batubara et
a/, (1995) melaporkan kandungan protein kasar berkisar 11 - 14
`% dan DE 3,0 Mcal/kg. Namun demikian pemanfaatan lumpur
sawit sebagai bahan pakan ternak, akan dibatasi dengan tingginya
kandungan serat kasar serta kandungan tembaga (Cu : 20 - 50
ppm). Kadar air yang tinggi pada lumpur sawit akan menuntut
teknologi pengelolaan yang tepat agar limbah ini dapat diawetkan.
Petunjuk teknis ini secara rind memaparkan; potensi dan
kendala biomassa lumpur sawit serta penanganannya sebagai
pakan ternak, status penggunaannya sebagai pakan ternak,
teknologi prosesing, serta konsep model pengembangan industri
pakan ruminansia berbasis lumpur sawit/solid ex-decanter.