Ketersediaan Teknologi dan Peluang Peningkatan Produksi Padi IP 300 di Lahan Sawah Semi-Intensif Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi
No Thumbnail Available
Date
2010-11-18
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstract
Rice cropping on semi-intensive lowland of Jambi Province in Tanjung Jabung Barat District, increasing rice production on semi-intensive lowland can be supported by the availability of natural resources, human resources, and the suitability of agroecosystem. Technology innovations that support rice production including soil tillage, new superior rice varieties, legowo planting system, young seedling, water management, pest and disease control, as well as harvest and postharvest technology. The opportunity to increase rice production could be done the practice of IP 300 and to make use of fallow period with soybean planting with rice-rice-soybean pattern. In this area soybean planting was only on 20-40% of the area, so about 60-80% of the area could be planted with rice (IP 300). In addition, to support the implementation of rice IP 300 technologies, farm input and integrated among institutions are required.
Abstrak
Pertanaman padi di lahan sawah semi-intensif Provinsi Jambi terletak di Desa Sri Agung, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Peluang peningkatan produksi padi di lahan sawah semi-intensif memiliki potensi dan prospek yang baik karena didukung oleh ketersediaan teknologi, sumber daya manusia dan lahan, serta agroekosistem yang cocok, Inovasi teknologi untuk mendukung peningkatan produksi melalui PTT padi antara lain pengolahan tanah sempurna, varietas unggul baru, sistem tanam jajar legowo, umur bibit muda, pemupukan berdasarkan analisis tanah, pemberian pupuk organik, pengairan berselang, PHT dan panen/prosesing. Peluang peningkatan produksi padi (IP 300) di lahan sawah semi-intensif Desa Sri Agung dengan PTT padi dan memanfaatkan lahan bera dengan menanam kedelai dengan pola tanam padi-padi-kedelai, namun lahan yang digunakan untuk tanaman kedelai sekitar 20-40%, artinya 60-80% lagi dapat dimanfaatkan dengan tanam padi. Ketersediaan air sepanjang tahun memberikan kontribusi yang cukup besar untuk mendukung IP padi 300. Selain itu, untuk mendukung IP Padi 300 perlu penerapan inovasi teknologi, keberadaan sarana produksi, penyediaan modal usahatani, kelembagaan dan koordinasi antar instansi.
Description
15 p.; ills.; tab.