Infografis Pertanian

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 709
  • Item
    Tirta Mini
    (BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, 2020-11-26) Budi Kartiwa
    Implementasi sistem irigasi hemat air memiliki kemampuan memberikan kemampuan volume air yang terukur sesuai kebutuhan air tanaman fase kebutuhan tertentu.
  • Item
    Budidaya Rosela (Hibiscus sabdariffa L.)
    (Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, 2025-12-31) Agita Rakhmawati, S.TP., M.Si.
    Rosela berasal dari Afrika Barat dan telah terbukti adaptif di iklim tropis dan subtropis. Rosela kaya akan vitamin A, C, dan beberapa vitamin B (seperti B1 dan B2), serta mineral penting seperti kalsium, fosfor, kalium, dan zat besi. Selain itu, bunga ini mengandung senyawa antioksidan seperti antosianin, flavonoid (termasuk quercetin dan myricetin), dan asam fenolik yang memberi warna merah cerah pada kelopaknya. Rosela juga memiliki kandungan protein, karbohidrat, dan serat. Lingkungan yang ideal untuk rosela adalah mendapat sinar penuh, tanah gembur, pH relatif netral sedikit asam (sekitar 5,5-6,5) agar pertumbuhan optimal. Rosela dapat tumbuh optimal pada media tanam tanah gembur yang subur, kaya bahan organik, dan drainase baik. Toleran terhadap lahan masam khas rawa, asalkan drainase diatur.
  • Item
    Budidaya Semangka (Citrullus lanatus)
    (Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, 2025-12-31) Agita Rakhmawati, S.TP., M.Si.
    Semangka dapat dipanen pada umur 60-70 hari setelah tanam (HST), tergantung varietas dan kondisi iklim. Tanda-tanda panennya adalah kulit buah terlihat bersih, mengkilap, dan garis-garis pada kulit jelas. Sulur kecil di belakang tangkai buah berubah warna menjadi cokelat tua dan mengering. Jika diketuk, suara buah terdengar berat/padat. Pascapanen: Panen dengan hati-hati. Sortir buah berdasarkan ukuran dan kualitas. Penanganan yang baik diperlukan untuk menjaga kesegaran buah selama pengiriman ke pasar lokal Binuang atau sekitarnya. Umur panen semangka umumnya sekitar 60-75 hari setelah tanam tergantung varietas dan kondisi budidaya.
  • Item
    Budidaya Karet (Hevea brasiliensis)
    (Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, 2025-12-31) Agita Rakhmawati, S.TP., M.Si.
    Tanaman karet (Hevea brasiliensis) adalah tanaman perkebunan yang menghasilkan lateks dari batangnya, digunakan sebagai bahan baku produk industri seperti alat transportasi dan kesehatan. Tanaman ini berasal dari Brazil, bisa tumbuh tinggi hingga 15-25 meter dengan batang besar dan berdaun lebat, serta membutuhkan perawatan dan lingkungan yang tepat untuk produktivitas optimal. Waktu yang tepat untuk menanam adalah saat musim hujan untuk mengurangi kebutuhan penyiraman awal. Tanaman karet umumnya mulai dapat disadap setelah usia lima tahun, dan dapat produktif selama 15-20 tahun.
  • Item
    Budidaya Padi (Oryza sativa L.)
    (Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, 2025-12-31) Agita Rakhmawati, S.TP., M.Si.
    Padi merupakan tanaman semusim yang termasuk dalam golongan rumput-rumputan dari genus Oryza. Diduga berasal dari India atau Indocina, dan diperkirakan sudah dibudidayakan di Indonesia sekitar 1500 SM. Terdapat berbagai varietas, seperti padi gogo (untuk lahan kering) dan padi irigasi (untuk lahan basah), dengan perbedaan dalam ketahanan terhadap lingkungan dan kebutuhan pemupukan. Beberapa teknik budidaya padi yang dikenal antara lain sistem tabela (penanaman langsung) dan salibu (memanfaatkan tunas baru dari batang sisa panen tanpa perlu menanam ulang).