Perbenihan Tanaman Pangan
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Perbenihan Tanaman Pangan by Title
Now showing 1 - 20 of 103
Results Per Page
Sort Options
- ItemAnalisa Dinamika Usahatani di Kabupaten Tulungagung Mendukung Penggalian Sumber Pertumbuhan Baru Agroekologi Lahan Sawah(BPTP Jatim, 2002) ANDRI, Kuntoro Boda; G.Kartono; B. Irianto
- ItemANALISIS MODEL DALAM MENDUKUNG PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI PADI DI JAWA TIMUR TAHUN 2007(BPTP Jatim, 2007) SANTOSO, Pudji; Sudarmadi PurnamaProgram peningkatan produksi padi nasional tahun 2007, Jawa Timur mengambil kontribusi 1 juta ton beras atau setara 1,58 juta ton GKG. Strategi untuk mencapai 1 juta ton beras telah direncanakan oleh Pemerintah daerah Propinsi Jawa Timur antara lain dalam bentuk bantuan benih serta dukungan program aksi dari BPTP Jawa Timur. Tujuan analisis kebijakan mendukung program peningkatan produksi padi ini adalah (1) memperoleh informasi penerapan teknologi padi pada MK I tahun 2007, (2) memperkirakan tambahan produksi padi Jawa Timur tahun 2007 dan (3) memperoleh model peningkatan produktivitas padi guna perbaikan program. Pengkajian ini dilakukan di dua lokasi Prima Tani, yaitu Kabupaten Nganjuk dan Blitar pada bulan Juli dan Agustus 2007 dengan metode survei. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan teknologi melalui pendekatan pengendalian tanaman terpadu (PTT) padi dengan kawalan teknologi di wilayah Prima Tani dapat meningkatkan produksi padi. Untuk padi hibrida pada MK I 2007 di wilayah Prima Tani Kabupaten Nganjuk dapat meningkatan produktivitas sekitar 29 % dan di Blitar sekitar 21 %. Sedangkan padi inhibrida di wilayah Prima Tani Blitar dapat meningkatkan produktivitas sekitara 12 %. Diseminasi PTT padi dengan kawalan teknologi di wilayah Prima Tani Kabupaten Nganjuk dan Blitar antara lain bertujuan untuk mendukung program peningkatan produksi padi di Jawa Timur. Program bantuan benih di Jawa Timur yang direncanakan untuk MK I dan MK II tahun 2007, ternyata realisasinya hanya untuk MK II 2007, yaitu seluas 182.352 ha terdiri 100.251 ha padi hibrida dan 82.101 ha padi inhibrida. Program bantuan benih seluas ini, jika penerapan teknologi seperti model Prima Tani (Model 1) diperkirakan ada tambahan produksi padi Jawa Timur dalam tahun 2007 sebesar 386.788 ton GKG atau setara 240.817 ton beras atau 24 % dari target 1 juta ton beras. Sedangkan tambahan produksi padi Jawa Timur untuk model di luar non Prima Tani (Model 2) adalah sebesar 158.382 ton GKG atau setara 98.672 ton beras yang berarti 9,9 % dari target 1 juta ton beras. Pendekatan PTT padi di wilayah Prima Tani di dua Kabupaten tersebut dapat digunakan sebagai model dalam mendukung program peningkatan produksi padi di Jawa Timur. Beberapa saran sebagai bahan kebijakan adalah (1) sebelum pelaksanaan kegiatan PTT padi perlu diadakan sosialisasi dan pelatihan bagi kelompok tani dan petugas lapang, (2) untuk padi hibrida dipilih lahan hamparan dengan jaringan irigasi terjamin, bukan daerah endemi hama penyakit utama (wereng coklat, hawar daun bakteri dan tungro) serta petani respon terhadap inovasi teknologi dan (3) tersedianya sarana produksi tepat waktu, tepata mutu, tepat jenis dan tepat harga.
- ItemArah dan Strategi Sistem Perbenihan Tanaman Nasional(Departemen Pertanian, 2006-12-16) Dr Aton Apriyantono, MSSistem perbenihan nasional saat ini sudah berjalan cukup baik. Namun perkembangan lingkungan di dalam negeri maupun internasional sangat mempengaruhi kinerja perbenihan di Indonesia. Di dalam negeri, perubahan sistem pemerintahan pusat dan daerah, sistem penganggaran, dan pelaksanaan good governance menuntut peran masyarakat dan swasta lebih dominan dalam semua sektor pembangunan. Demikian juga perkembangan lingkungan global seperti ratifikasi beberapa kesepakatan internasional dan regional mempengaruhi pasar dalam negeri, termasuk pasar benih. Pasar dalam negeri telah terintegrasi. kuat dengan pasar regional dan global, dengan demikian telah terjadi persaingan bebas. Sistem perbenihan harus menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi seperti itu. Untuk mewujudkan sistem perbenihan yang mantap serta iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya industri benih nasional, sistem perbenihan saat ini perlu direvitalisasi sesuai dengan dinamika dan perkembangan tuntutan pasar. Buku ini memberikan gambaran tentang arah perkembangan sistem perbenihan tanaman ke depan, sekaligus sebagai acuan operasionalisasi program perbenihan yang sedang berjalan saat ini
- ItemBudi daya jagung terstandar(2024) Andi Amran Sulaiman; Fadjry Djufry; Abd. Haris Bahrun; Amin NurJagung merupakan tanaman pangan dengan kandungan nutrisi tinggi seperti karbohidrat protein dan lemak. Jagung mempunyai banyak manfaat, antara lain sebagai bahan pangan, bahan pakan untuk ternak, serta bahan baku industri. Kebutuhan jagung sebagai bahan pangan dan pakan terus mengalami peningkatan, namun ketersediaannya sering kali terbatas. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan produksi baik melalui perluasan lahan (ekstensifikasi), maupun peningkatan produktivitas (intensifikasi). Buku ini akan menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin menekuni budi daya jagung yang baik. Buku ini merupakan buku ajar dan referensi terutama untuk para mahasiswa, praktisi, ilmuwan, dan masyarakat umum yang tertarik untuk mengembangkan budi daya dan pengelolaan tanaman jagung terstandar dalam mendukung peningkatan produksi. Penekanan utama dari buku ini adalah teori dan budi daya jagung yang baik. Beberapa aplikasi teknis dan terstandar yang dikembangkan dapat diikuti untuk peningkatan produksi tanaman jagung secara optimal. Buku ini mencoba menggali beberapa referensi yang menggambarkan konsep atau hasil penelitian dan ulasan teknis penting yang dapat memberikan informasi bermanfaat secara lebih mendalam. Penyajian buku ini disusun agar mudah dibaca secara linear dari depan hingga belakang. Informasi disajikan mengenai pengelolaan tanaman jagung terstandar, mengikuti cara budi daya tanaman pangan yang baik (Good Agriculture Practice) SNI 6989:2021. Hal yang dibahas berkaitan dengan penggunaan varietas unggul, benih berkualitas, pengelolaan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, lingkungan tumbuh, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen serta mekanisasi yang digunakan dalam budi daya jagung yang baik.
- ItemBudidaya Jagung(BPTP Sumatera Utara, 2015) Akmal; Hutapea, Nazarudin; Sari, Putri Nirmala; BPTP Sumatera UtaraSelain beras dan kedelai, jagung merupakan komoditi pangan utama di Indonesia. Kebutuhan jagung terus meningkat dari tahun ke tahun, karena komoditas ini mempunyai banyak fungsi baik sebagai bahan pangan utama, pakan ternak maupun sebagai bahan baku industri. Untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional diperlukan upaya peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas lahan dan tanaman serta perluasan areal tanam melalui perbaikan teknologi produksi telah banyak dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian dan institusi lainnya termasuk swasta.
- ItemBudidaya Padi Pada Lahan Rawa Lebak Di Kabupaten Mukomuko(BPTP Bengkulu, 2015-01) Damiri, Ahmad; Yartiwi, Yartiwi
- ItemBudidaya padi varietas unggul baru dan varietas unggul tipe baru di Daerah Istimewa Yogyakarta(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta, 2004-09) Sukar; Mudjisihono, Rob
- ItemBuku Saku Pengambilan Contoh dan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan(Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, 2019) Puji L, Sri Rahayu; Susilowati, Herni; Yukti, Amiyarsi Mustika; Wibawa, Nike FitriaPenyeragaman persepsi yang terkait dengan pengambilan contoh benih dan pengujian mutu benih tanaman pangan berbasis pada kaidah internasional ISTA Rules dan Kepmentan Nomor : 993/Hk.150/C/05/2018 untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan pertanian diwujudkan dengan menerbitkan buku saku ini. Buku saku yang berjudul, Pengambilan Contoh Benih dan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dapat digunakan sebagai referensi dalam melaksanakan tugas Pengawas Benih Tanaman dan analis laboratorium serta petugas terkait.
- ItemCooperative Farming Pada Lahan Sawah Tadah Hujan Berbasis Padi Gogoh Rancah(BPTP Jatim, 2002) ROESMARKAM, S.; H. Subagio; A. Suryadi
- ItemDampak Sipramin Terhadap Mutu Hasil dan Kadar Hara Tanaman Pangan(BPTP Karangploso, 1999) PRIHARTINI, Tini
- ItemDeskripsi Varietas Unggul Kacang Hijau 1945 — 2020(Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang, 2024) Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka KacangBuku Deskripsi Varietas Unggul Kacang Hijau 1945 — 2020 ini disusun berdasarkan Buku Deskripsi Varietas Unggul Aneka Kacang dan Umbi cetakan ke-8 tahun 2016, ditambah dengan varietas unggul baru kacang hijau yang dilepas pada periode tahun 2017 hingga 2020 oleh Badan Litbang Pertanian maupun oleh pihak lain yang menyelenggarakan kegiatan pemuliaan.
- ItemDeskripsi Varietas Unggul Padi dan Palawija 2002-2004(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2004) Sunihardi; Hermanto; Sadikin, Dedik; Hikmat, Edi; Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman PanganPerbaikan dan perakitan varietas unggul baru merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi penurunan hasil atau kegagalan produksi yang disebabkan oleh kendala biotik dan abiotik. Wereng coklat, tungro, dan hama penyakit penting lainnya tidak jarang menimbulkan kerugian bagi petani karena serangannya dapat menurunkan produksi dan bahkan menggagalkan panen padi. Departemen Pertanian telah melepas sejumlah varietas unggul baru padi dan palawija yang sebagian besar dihasilkan oleh Balai Penelitian lingkup Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Varietas unggul ini diharapkan dapat segera meluas pengembangannya di kalangan pengguna teknologi hasil penelitian, termasuk pengusaha agribisnis, praktisi pertanian, dan petani guna mendukung upaya peningkatan produksi, ketahanan pangan, dan pengembangan agribisnis.
- ItemDeskripsi Varietas Unggul Padi, Jagung dan Kedelai Mendukung Pendampingan SLPTT di Kalbar(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat, 2012-10) Nurita, Sari; sunardi, sri; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan BaratDeskripsi varietas unggul padi sawah , padi rawa pasang surut dan padi gogo, serta varietas jagung hibrida maupun komposit dan kedelai yang dapat dijadikan panduan bagi pengguna untuk memilih varletas mana yang kemungkinan adaptif dan cocok dikembangkan disuatu wilayah
- ItemDeskripsi Varietas Unggul Tanaman Pangan 2010-2019(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2019) Syahbuddin, Haris; Hutapea, Ronald; Hikmat, Edi; Hasmi, Idrus; Koentjoro; Arvan, Rahmi YulianiPemerintah mencanangkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Dalam kurun 2010-2019 produksi tanaman pangan umumnya mengalami peningkatan yang cukup berarti dibandingkan dengan periode sebelumnya. Peningkatan produksi tanaman pangan tentu tidak lepas dari pemanfaatan inovasi teknologi khususnya Varietas Unggul Baru (VUB). Peran strategis benih VUB dalam sistem produksi pertanian tanaman pangan mengharuskan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) dengan beberapa unit penelitiannya untuk terus berupaya menghasilkan inovasi VUB yang mampu meningkatkan produksi, adaptif pada berbagai agroekosistem serta adaptif terhadap kondisi cekaman lingkungan tertentu. VUB yang dihasilkan Puslitbangtan selain memiliki keunggulan daya hasil yang tinggi, varietas unggul juga diupayakan memiliki karakteristik lainnya yang berkaitan dengan kualitas dan citarasa, umur tanaman, serta ketahanan terhadap cekaman biotik (hama dan penyakit) dan abiotik (kekeringan, banjir dan salinitas). Tidak kalah pentingnya adalah upaya merakit varietas yang penting bagi kesehatan seperti beras kaya besi (Fe) dan seng (Zn) atau mengandung indeks glikemik yang rendah. Jagung dan kedelai yang kaya akan protein, ubijalar kaya betakaroten dan antisianin, serta manfaat dan keunggulan khas lainnya dari VUB tanaman pangan. Sebagian besar varietas unggul padi, jagung komposit, dan kedelai yang ditanam petani dewasa ini adalah hasil rakitan Puslitbangtan. Melalui penelitian secara berkesinambungan Puslitbangtan terus berupaya melakukan pengkayaan, pengelolaan, pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya genetik tanaman pangan yang selanjutnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk merakit varietas unggul tipe baru dengan prospektif jangka panjang. Buku ini berisikan deskripsi varietas unggul baru padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar yang telah dilepas pada periode 2010-2019.
- ItemDukungan Teknologi Menuju Pengembangan Kawasan Jagung di Sumatera Utara(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara, 2021-06) Girsang, Setia Sari; Akmal; Girsang, Moral Abadi; Nurzannah, Sri Endah; Purba, Tommy; BPTP SumutSekalipun keadaan masa Pendemi Virus Corona atau COVID-19 di Indonesia, tetapi Pimpinan dan Peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara (BPTP Sumut) tetap berkarya, bersinergi, ber inovasi dengan menulis buku sebagai terbitan ilmiah. Sehubungan dengan itu, kali ini mimin akan mereview sebuah buku yang ada di Perpustakaan BPTP Sumut yang berjudul “Dukungan Teknologi menuju Pengembangan Kawasan Jagung di Sumatera Utara”. Tanaman Pangan khususnya Jagung, merupakan komoditas yang penting dan strategis karena termasuk bahan pangan dan industri yang harus tersedia dalam jumlah yang cukup, mutu yang layak, aman di konsumsi, dan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Semakin berkembangnya industri pengolahan pangan di Indonesia, kebutuhan terhadap jagung semakin meningkat pula. Potensi wilayah Sumatera Utara untuk peningkatan produksi jagung masih terbuka luas karena didukung oleh sumber daya alam yang ada. Potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena masih ditemukan beragam masalah yang harus diupayakan penyelesaiannya. Permasalahan tersebut mencakup efisiensi pemupukan yang rendah, pengendalian hama dan penyakit yang belum efektif, penggunaan benih yang tidak bermutu dan varietas yang dipilih kurang adaptif, saranara irigasi dan drainase yang belum optimal, teknologi panen dan pasca panen yang belum memadai serta kelembagaan yang belum berkembang secara optimal.
- ItemDukungan Teknologi Organik Dalam Pengembangan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kawasan Selatan Jawa Timur(BPTP Jatim, 2002) HARDIANTO, R.
- ItemDUKUNGAN TERSEDIANYA BENIH BERSERTIFIKAT DARI VARIETAS UNGGUL DALAM PALAGUNG 2001 DI JAWA TIMUR(BPTP Karangploso, 2000) FIRMAN, Achmad
- ItemEFISIENSI N MENGGUNAKAN PUPUK LEPAS LAMBAT PADA PADI SAWAH DI JAWA TIMUR(BPTP Jatim, 2007) SUWONO; Ono SutrisnoEfisiensi pemupukan urea (N) pada pertanaman padi dirasa masih rendah (30-40%), penggunaan pupuk N lepas lambat dapat meningkatkan efisiensi pemupukan N. Untuk mengetahui pengaruh pupuk N lepas lambat (SRF) pada padi sawah telah dilakukan pengkajian pemupukan SRF untuk padi di Jawa Timur pada MH 2006/2007 dan MK 2007. Pengkajian berupa demontrasi plot seluas + 1000 m2, dengan perlakuan pemupukan SRF-D (23% N), SRF-H (33% N) dan pemupukan NPK yang dibandingkan dengan hasil gabah pemupukan petani. Dosis N pada pemupukan SRF adalah setara dengan 75% dari dosis N petani. Pemupukan SRF-H maupun SRF-D, N dapat menghemat penggunaan pupuk N sebesar 25%, dan menghasilkan gabah yang setara dan tidak berbeda nyata dibandingkan dengan hasil gabah petani. Pemupukan SRF-D mampu meningkatkan hasil gabah sebesar 6,1 hingga 13,2%. Pada kondisi agak kekeringan pemupukan SRF-D maupun SRF-H menghasilkan gabah lebih rendah dari cara petani; aplikasi pupuk SRF dua kali menghasilkan gabah lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan dengan hasil gabah pada pemupukan yang diaplikasikan sekali, sedang pada kondisi pengairan cukup aplikasi pupuk sekali dinilai menguntungkan. Pemupukan SRF-D atau SRF-H mampu menghemat 25% kebutuhan N, dinilai menguntungkan baik dari produktivitas, pendapatan dan kemudahan aplikasinya.
- ItemINTRODUKSI VARIETAS PADI CIRATA DALAM PLA TANAM LAHAN SAWA DI BALI(BPTP Karangploso, 1999) SUPRAPTO; Komand Dana Arsana
- ItemKajian Adopsi dan Dampak Teknologi Sistem Usaha Pertanian Padi di Jawa Timur(BPTP Jatim, 2002) SANTOSO, P.; N. Pangarsa; Yuniarti