Agroklimat dan Hidrologi
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Agroklimat dan Hidrologi by Subject "A Agriculture/Pertanian"
Now showing 1 - 8 of 8
Results Per Page
Sort Options
- ItemAdaptasi Varietas Kentang Dataran Rendah(BPTP Karangploso, 1998) WIDJAJANTO, D.D.; T. Sudaryono; C. Hermanto
- ItemAgriculture Conservation for Extreme Agricultural Practices to Minimize Runoff Harvesting at Gumuk Micro Catchment, Boyolali Regency, Central Java(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2013-06-01) Sosiawan, HendriMost of the farmer in Gumuk Village, Boyolali Regency famous for the cultivation of high value crops such as vegetables, tobacco, rose and fennel. The cultivated land situated at an altitute about 15400 m above see level which the dominant step slopes to reach more than 45 % of Merapi Mountain as well as the upper part of upstream of Kali Pusur watershed. The common agricultural practicesof local farmer is traditional as well as parallel to the slope planting, low dosage of dung, compost and cemical fertilizer, and only a few farmers who grow roses and the fennel as a vegetative terrace. The consequences are high risk of erosion, land slide, sediment yield and runoff harvesting. The phenomenon will indirectly affect the hydrologic variability such as flash floods in the rainy season, sedimentation of the reservoirs and irrigation networks and declining on the recharge rate of aquifers that constitute the main water resource during dry season in the downstream area which is largely a food crop production center of Klaten regency
- ItemJurus Jitu Menyikapi Iklim Ekstrem El Niño dan La Niña untuk Pemantapan Ketahanan Pangan(IAARD Press, 2018-09-02) Sulaiman, Andi Amran; Agus, Fahmudin; Noor, Muhammad; Dariah, Ai; Irawan, Bambang; Surmaini, Elza; Balitbangtan
- ItemPemanfaatan Teknologi Radar untuk Pemetaan Sumber Daya Lahan Pertanian(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2013-10-01) Wahyu Trinugroho, MuhammadKebutuhan peta lahan pertanian yang clear dan clean untuk mendukung perencanaan dalam bidang pertanian yang sangat mendesak. Sistem Teristris yang selama ini dilakukan, membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang relatif mahal. Dengan perkembangannya teknologi penginderaan jauh kendala yang ada dapat di minimalisir. Teknologi penginderaan jauh sangat pesat sekarang ini, ada 2 sistem penginderaan jauh yang berkembang, yaitu penginderaan jauh optis dan penginderaan jauh radar. Sistem optis, tergantung pada energi matahari dalam proses perekaman data, sedangkan sistem radar menggunakan energi gelombang radio untuk merekam data. Pemanfaatan tekonologi radar banyak dimanfaatkan untuk keperluan militer. Di sisi lain kondisi geografis dan iklim di Indonesia yang heterogen menjadi kendala selama ini dalam akuisisi data melalui penginderaan jauh optis. Kondisi awan yang menutup wilayah Indonesia menjadikan citra optis tidak dapat memotret lahan secara baik. Teknologi radar melalui gelombang radio dapat menembus awan dan dapat merekam data baik pada siang hari maupun malam hari.
- ItemPengaruh Pemupukan N dan K Serta Kerapatan Tanaman Terhadap Pertumbuhan Pisang di Lahan Kering(BPTP Karangploso, 1998) ERNAWANTO, Q.D.; D.D. Widjajanto; E. Sugiartini
- ItemPengkajian Rakitan Teknologi Usahatani Konservasi Pada Tanah Berkapur Lahan Kering di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek(BPTP Karangploso, 1998) HARDIANTO, Ruly
- ItemPengkajian Teknologi Usahatani Terpadu Melalui Siklus Biologi Pemanfaatan Biomas(BPTP Jatim, 2002) HARSIANTO, R.; D.E. Eahyono; K.B. Andri
- ItemUji Macam Bibit Pisang di Lahan Kering(BPTP Karangploso, 1998) WIDJAJANTO, D.D.; B.Nusantoro; R.D. Wijadi