Browsing by Author "Maslahah, Nur"
Now showing 1 - 11 of 11
Results Per Page
Sort Options
- ItemINFEKTIFITAS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) PADA TANAMAN INANG SAMBILOTO DAN SORGUM : Warta balittro Vol. 39 No. 77 tahun 2022(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2022-06) Maslahah, NurInfektifitas merupakan ukuran seberapa cepat dan seberapa banyak propagul Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) menginfeksi akar tanaman inang tertentu pada kondisi tertentu. Infektifitas merupakan indikator yang paling mudah dinilai dan dapat dilakukan sedini mungkin. Berbagai teknik telah dikembangkan untuk mengevaluasi infektifitas inokulum FMA. Evaluasi infektifitas FMA pada umumnya berdasarkan kepada proses infeksi FMA pada akar tanaman inang. Salah satu efektifitas simbiosis FMA dapat dinilai berdasarkan kemampuan FMA dalam meningkatkan bobot kering tanaman.
- ItemINOVASI TEKNOLOGI BUDIDAYA TEMULAWAK DI HUTAN JATI : Warta Balittro No. 56 Tahun 2011(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2011-12-01) Tjokrowardojo, Agus S.; Maslahah, NurTipologi agroforestry sudah banyak dikembangkan, yang pada dasarnya adalah menggabungkan dua atau lebih komoditi tanaman semusim dengan tanaman hutan secara simultan dengan mengatur jarak tanam, sehingga terjadi pemanfaatan lahan dan intersepsi cahaya matahari yang optimal. Dalam hal ini ada tiga komponen jenis tanaman yaitu: 1) tanaman tahunan yang menghasilkan kayu sebagai tanaman pokok, 2) tanaman berumur sedang seperti pisang, nilam, temu-temuan (temulawak, lempuyang wangi dan lain-lain), 3) tanaman berumur pendek seperti padi gogo, jagung, kedelai, cabai, semangka. Tanaman tersebut ditumpangsarikan secara serasi di gawangan pohon/tanaman hutan, sehingga memberikan nilai tambah bagi petani desa hutan. Selain itu dalam jangka panjang berdampak terhadap terjaga dan terawatnya hutan serta konservasi lahan.
- ItemKARAKTERISTIK MORFOLOGI, ANATOMI DAN PRODUKSI TERNA AKSESI NILAM ASAL ACEH DAN SUMATERA UTARA(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2011) Haryudin, Wawan; Maslahah, Nur
- ItemPENGARUH HERBISIDA DAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN ARTEMISIA(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Tjokrowardojo, Agus Sudiman; Maslahah, Nur; Gusmaini, Gusmaini
- ItemPENGARUH NISBAH K/Na TERHADAP PERTUMBUHAN 2 TIPE BIBIT LADA(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2003) Maslahah, Nur; Lesmana, Dedi; Zaubin, Robber
- ItemPENGARUH TINGKAT KEBUTUHAN AIR TERHADAP MUTU DAN PRODUKSI SAMBILOTО(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Maslahah, Nur; Januwati, MPenelitian pengeruh tingkat kebutuhan air dilaksanakan di rumah kaca Cimanggu, Bogor pada bulan September 2005 sampai April 2006. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima kali ulangan. Perlakuan terdiri atas lima taraf pemberian air 3, 4, 5, 6, dan 7 mm/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tingkat pemberian air nyata terhadap pertumbuhan dan produksi simplisia. Pemberian air 4 mm/hari memberikan tinggi tanaman, luas daun pertanaman tertinggi. Sedang berdasar kadar sari larut alkohol maka mutu tertinggi 12,63% diperoleh pada pemberian air 4 mm / hari dengan produksi simplisia 6,39 g/tanaman atau taksasi 357,84 kg/ha (Panen 1). Penurunan produksi sebesar 26,7 dan 30,8% dan mutu simplisia yaitu menjadi 11,9 dan 11,8% terjadi pada keadaan kekurangan dan kelebihan air pada tingkat pemberian 2 dan 6 mm/hari. Dengan demikian kebutuhan air sambiloto setara dengan palawija atau sayur-sayuran atau wilayah pengembangan optimum di daerah iklim tipe B (klasifikasi Schmidt Ferguson) dan di daerah C dengan penyiraman pada saat curah hujan kurang.
- ItemPengenalan dan Manfaat Sambiloto (Andrographis paniculata)(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2021) Maslahah, Nur; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan ObatTanaman Sambiloto merupakan salah satu tanaman obat berupa perdu yang hasilnya dipergunakan untuk industri obat tradisional. Tanaman sambiloto dapat diperbanyak secara generatif menggunakan biji, Hasil dari tanaman ini adalah berupa simplisia daun dan batang. Dalam upaya mendukung pengembangan sambiloto di Indonesia, Balai Penelitian tanaman rempah dan obat telah meneliti teknologi budidaya yang diperlukan mulai dari varietas unggul, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen hingga kandungan senyawa aktifnya. Buku ini menguraikan tentang teknologi budidaya dan pasca panen serta manfaat tanaman sambiloto yang dapat digunakan sebagai pedoman di lapang. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang ingin membudidayakan tanaman sambiloto.
- ItemPOTENSI DAN MANFAAT SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) SEBAGAI OBAT HERBAL : Warta balittro Vol. 38 No. 76 Tahun 2021(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2021-12-01) Maslahah, NurTanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Bagian tanaman yang berkhasiat sebagai anti radang, anti inflamasi, dan anti piretik adalah daun sambiloto. Daun sambiloto memiliki kandungan kimia diantaranya deoksi-andrografolid, andrografolid, neoandrografolid, 12 didehidroandrografolid, dan homoandrografolid. Senyawa kimia yang berkhasiat sebagai obat herbal adalah andrographolid, deoksiandrografolid, dan neoandrografolid. Pada umumnya masyarakat menggunakan daun sambiloto dengan cara mengambil air rebusan dari daun sambiloto. Cara penggunaan ini dirasa kurang praktis, maka dari itu diperlukan inovasi baru untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan dalam penggunaannya, yaitu dengan dibuat sediaan tablet atau kapsul.
- ItemPRODUKSI DAN MUTU TIGA NOMOR JAHE MERAН (Zingiber officinale var. rubrum L.) DENGAN PEMUPUKAN ORGANIK II CIBINONG, BOGOR(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Yusron, Muchamad; Januwati, M.; Maslahah, NurUntuk memenuhi kebutuhan teknologi budidaya organik, telah dilakukan penelitian penggunaan pupuk alam dan organik pada tanaman jahe merah (Zingiber officinale var rubrurı) di Cibinong, Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi produktivitas dan mutu tiga nomor harapan jahe merah. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Cibinong, Bogor [250 m dpl jenis tanah latosol, tipe iklim B (Schimdt & Ferguson)] mulai bulan November 2005 sampai Oktober 2006. Perlakuan penelitian ini adalah 3 nomor harapan jahe merah yaitu Balittro 1, Balittro 2 dan Balittro 3, menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan 9 ulangan. Pupuk yang digunakan Bokashi 10 t/ha + pupuk bio 140 kg/ha + zeolit 400 kg/ha + fosfat alam 200 kg/ha dengan jara.k tanam 40 cm x 60 cm. Pemeliharaan tanaman dilakukan sesuni dengan SOP budidaya tanaman jahe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi rimpang segar dan kering dari tiga berturut-urut nomor tersebut tidak berbeda nyata. Produksi rimpang segar Balittro 1, Balittro 2 dan Balittro 3 3,82; 4,38 dan 4, 48 ton/ha, dan bobot kering rimpang 0,40; 0,54 dan 0,55 ton/ha. Kadar minyak atsiri nomor Balittro 1, Balittro 2 dan Balittro 3 masing-masing adalah 4,43%; 4,33% dan 4,17%, sedang kadar gingerol berturut-turut adalah 0, 210%; 0,188%; dan 0,225%
- ItemStandar prosedur operasional budidaya jambu biji(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2004) Maslahah, Nur; Nurhayati, Hera; Sofiana, BJambu biji (Psidium guajava.L) merupakan tanaman buah yang sudah dikenal luas masyarakat. Daun dan buahnya bermanfaat sebagai obat demam berdarah karena dapat meningkatkan kadar trombosit darah. Selain itu daunnya digunakan sebagai antidiare. Senyawa aktif pada daun yang berfungsi sebagai anti diare adalah tannin. Ekstrak daun jambu biji dapat digunakan untuk membasmi bakteri/mikroba penyebab diare (Salmonella typhii, E. coli, Shigella dysentriae). Komposisi kimia di dalam daun jambu biji adalah tannin 9 – 12 %, minyak atsiri, minyak lemak dan asam malat. Mengingat fungsinya sebagai obat anti diare dan demam berdarah yang potensial, jambu biji memiliki prospek yang cukup baik dikembangkan sebagai bahan baku industri fitofarmaka.
- ItemStandar prosedur operasional budidaya mengkudu(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2004) Djauhariya, Endjo; Ma'mun; Maslahah, NurMengkudu merupakan salah satu tanaman obat multi khasiat yang sudah dimanfaatkan sejak jaman dahulu hampir diberbagai belahan dunia. Akhir-akhir ini tanaman tersebut mendapat perhatian dunia karena adanya fakta empiris dan kepercayaan serta bukti ilmiah bahwa mengkudu mempunyai berbagai khasiat penyembuhan tarhadap berbagai penyakit generatif seperti tumor, kanker, darah tinggi. Kandungan kimia terpenting didalam buah mengkudu adalah Alkaloid (xeronin) yang berfungsi untuk meningkatkan aktivitas enzim dan struktur protein, polisacharida (asam glukoronat, glikosida) sebagai imunostimulan, anti kanker, dan anti bakteri, Scopoletin berfungsi memperlebar pembuluh darah, analgesik, ascorbin (vit C) sebagai anti oksidan. Di dalam akar terkandung antrakuinon (damnakantal) yang berfungsi sebagai antiseptik, anti bakteri dan anti kanker, senyawa morindin dan morindon sebagai anti bakteri dan zat pewarna. Di dalam daun terkandung antrakuinon, glikosida (falvonol glikosida dan lainlain) sebagai anti kanker dan karotin merupakan sumber vit. A. Obatobatan dan minuman kesehatan yang terbuat dari sari buah mengkudu hasil olahan industri moderen telah diperjual belikan dipasaran dalam maupun luarnegeri dengan harga yang cukup tinggi. Pengolahan buah mengkudu dalam skala industri rumah tangga di dalam negeri telah menjamur terutama di Pulau Jawa. Potensi pengembangan budidaya dan produk obat dengan bahan baku mengkudu masih sangat terbuka, mengingat potensi lahan dan sumber daya manusia dan adanya variasi mengkudu yang belum diketahui spesifikasi kandungan kimia dan khasiatnya. Dengan disusunnya SPO ini, diharapkan mendorong usaha peningkatan produktivitas dan mutu, serta pemanfaatan tanaman mengkudu didalam industri obat tradisional maupun fitofarmaka.