PENGARUH TINGKAT KEBUTUHAN AIR TERHADAP MUTU DAN PRODUKSI SAMBILOTО
No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Penelitian pengeruh tingkat kebutuhan air dilaksanakan di rumah kaca Cimanggu, Bogor
pada bulan September 2005 sampai April 2006. Percobaan menggunakan Rancangan Acak
Lengkap dengan lima kali ulangan. Perlakuan terdiri atas lima taraf pemberian air 3, 4, 5, 6, dan 7
mm/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tingkat pemberian air nyata terhadap
pertumbuhan dan produksi simplisia. Pemberian air 4 mm/hari memberikan tinggi tanaman, luas
daun pertanaman tertinggi. Sedang berdasar kadar sari larut alkohol maka mutu tertinggi 12,63%
diperoleh pada pemberian air 4 mm / hari dengan produksi simplisia 6,39 g/tanaman atau taksasi
357,84 kg/ha (Panen 1). Penurunan produksi sebesar 26,7 dan 30,8% dan mutu simplisia yaitu
menjadi 11,9 dan 11,8% terjadi pada keadaan kekurangan dan kelebihan air pada tingkat
pemberian 2 dan 6 mm/hari. Dengan demikian kebutuhan air sambiloto setara dengan palawija
atau sayur-sayuran atau wilayah pengembangan optimum di daerah iklim tipe B (klasifikasi
Schmidt Ferguson) dan di daerah C dengan penyiraman pada saat curah hujan kurang.