INOVASI TEKNOLOGI BUDIDAYA TEMULAWAK DI HUTAN JATI : Warta Balittro No. 56 Tahun 2011
No Thumbnail Available
Date
2011-12-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Tipologi agroforestry sudah
banyak dikembangkan, yang pada
dasarnya adalah menggabungkan
dua atau lebih komoditi tanaman
semusim dengan tanaman hutan
secara simultan dengan mengatur
jarak tanam, sehingga terjadi
pemanfaatan lahan dan intersepsi
cahaya matahari yang optimal.
Dalam hal ini ada tiga komponen
jenis tanaman yaitu: 1) tanaman
tahunan yang menghasilkan kayu
sebagai tanaman pokok, 2) tanaman
berumur sedang seperti pisang,
nilam, temu-temuan (temulawak,
lempuyang wangi dan lain-lain), 3)
tanaman berumur pendek seperti
padi gogo, jagung, kedelai, cabai,
semangka. Tanaman tersebut ditumpangsarikan secara serasi di
gawangan pohon/tanaman hutan,
sehingga memberikan nilai tambah
bagi petani desa hutan. Selain itu
dalam jangka panjang berdampak
terhadap terjaga dan terawatnya
hutan serta konservasi lahan.