Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Haryono"

Now showing 1 - 8 of 8
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Lahan Rawa : Lumbung Pangan Masa Depan Indonesia
    (IAARD Press, 2013) Haryono
    Lahan rawa seluas 33,43 juta hektar yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi, adalah tabungan masa depan bagi pertanian Indonesia. Coba bayangkan, dari angka tersebut, yang dimanfaatkan untuk lahan pertanian baru mencapai 5 juta ha atau kurang dari 15 persen. Jika saja kita mampu mengembangkan pertanian di lahan rawa yang masih terbentang luas dengan basis inovasi dan teknologi, kemandirian pangan secara nasional dapat terwujud. Bahkan, Indonesia mampu menjadi produsen berbagai komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan penduduk dunia. Berdasarkan model simulasi dinamik yang dikembangkan Badan Litbang Pertanian, dengan menambah indeks pertanaman dari satu kali tanam menjadi dua kali tanam dalam setahun misalnya, kita akan mendapat tambahan produksi beras dari lahan rawa sekitar 10 juta ton per tahun.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Lahan Rawa : Penelitian dan Pengembangan
    (IAARD Press, 2013) Haryono; Noor, Muhammad; Syahbuddin, Haris; Sarwani, Muhrizal
    Buku ini merupakan rangkuman dari berbagai hasil penelitian dan pengalaman Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dalam pengelolaan lahan rawa, yang diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan lahan rawa untuk pertanian ke depan. Buku ini disusun dalam tujuh bab utama. Bab 1 berisi pengertian dan perspektif lahan rawa, Bab 2 memaparkan sejarah penelitian dan pengembangan lahan rawa di Indonesia, Bab 3 tentang persepsi dan pandangan masyarakat terhadap lahan rawa, Bab 4 mengemukakan sifat dan ciri lahan rawa, Bab 5 mengungkapkan kondisi sosial ekonomi dan budaya petani pada agroekosistem rawa, Bab 6 tentang inovasi teknologi pertanian lahan rawa, dan Bab 7 tentang arah pengembangan pertanian lahan rawa ke depan.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pedoman Umum Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2011-12-17) Haryono
    Dengan sifat iklim yang dinamis, variabilitas dan perubahan iklim merupakan suatu keniscayaan yang mesti dan telah mulai terjadi di beberapa tempat. Namun karena pemanasan global akibat berbagai aktivitas manusia mempercepat dinamika dan perubahan iklim yang terjadi secara alami. Perubahan iklim berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan dan aktivitas manusia. Walaupun ikut berkontribusi sebagai penyebab, sektor pertanian merupakan korban dan paling rentan (vulnerable) terhadap perubahan iklim, terutama Ketahanan Pangan Nasional. Dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan nasional terjadi secara runtut, mulai dari pengaruh negatif terhadap sumberdaya (lahan dan air), infrastruktur pertanian (irigasi) hingga sistem produksi melalui produktivitas, luas tanam dan panen. Petani juga memiliki sumberdaya yang lebih terbatas untuk dapat beradaptasi pada perubahan iklim. Berdasarkan konsekuensi dan dampak dari perubahan iklim tersebut, diperlukan arah dan strategi antisipasi dan penyiapan program aksi adaptasi dengan dukungan teknologi inovatif dan adaptif. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu suatu panduan atau pedoman umum, baik dalam rangka antisipasi untuk menyiapkan strategi dan program adaptasi maupun dalam rangka pelaksanaan atau aksi adaptasi. Pedoman Umum Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian ini menguraikan beberapa dampak perubahan iklim pada masing-masing sub sektor, arah dan strategi serta program aksi adaptasi perubahan iklim pada sektor pertanian. Pedoman umum adaptasi perubahan iklim sektor pertanian diharapkan menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun program dan petunjuk operasional terkait upaya adaptasi perubahan iklim di sektor pertanian
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pedoman Umum Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL)
    (BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN, 2011-12-21) Haryono
    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Luas lahan pekarangan secara nasional sekitar 10,3 juta ha atau 14 % dari keseluruhan luas lahan pertanian dan merupakan salah satu sumber potensial penyedia bahan pangan yang bernilai gizi dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Lahan pekarangan tersebut sebagian besar masih belum dimanfaatkan sebagai areal pertanaman aneka komoditas pertanian, khususnya komoditas pangan. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman obat-obatan, ternak, ikan dan lainnya, selain dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga sendiri, juga berpeluang meningkatkan penghasilan rumah tangga, apabila dirancang dan direncanakan dengan baik. Pemanfaatan pekarangan tersebut juga dirancang untuk meningkatkan konsumsi aneka ragam sumber pangan lokal dengan prinsip gizi seimbang yang diharapkan berdampak menurunkan konsumsi beras. Melalui penanaman dan pengelolaan sumber pangan lokal tersebut, maka petani dan masyarakat telah melakukan pelestarian tanaman pangan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan masa depan. Siklus penanaman, pemeliharaan, panen dan konsumsi dalam rancangan pemanfaatan pekarangan harus berlangsung tanpa putus, sehingga memerlukan dukungan kebun benih/bibit yang mampu memenuhi kebutuhan. Dengan demikian, terciptalah Rumah Pangan Lestari yang telah mampu mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga, melakukan upaya diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, sekaligus pelestarian tanaman pangan untuk masa depan dan tercapai pula upaya peningkatan kesejahteraan. Badan Litbang Pertanian melalui 65 Unit Kerja (UK) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia siap mendukung upaya optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui dukungan inovasi teknologi dan bimbingan teknis, serta mewujudkannya dalam bentuk Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL). M-KRPL ini dibangun dengan 4 prinsip dasar, yaitu (i) ketahanan dan kemandirian pangan, (ii) diversifikasi pangan, (iii) konservasi sumberdaya genetik, dan (iv) kesejahteraan masyarakat. Pedoman umum ini disusun berdasarkan pembelajaran pada berbagai kegiatan terkait program pemanfaatan pekarangan yang pernah dilaksanakan, dengan penyempurnaan agar dapat berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi yang mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dengan mempertimbangkan dinamika pemanfaatan lahan pekarangan, tuntutan kebutuhan keluarga/masyarakat, dan permintaan pasar terhadap produk pangan yang berkualitas, maka Pedoman Umum M-KRPL secara berkala akan diperbaiki dan disempurnakan sehingga akan menjadi suatu pedoman umum yang paripurna bagi berbagai kalangan yang peduli pada optimalisasi pemanfaatan pekarangan. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petunjuk Teknis Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015) Kartiwa, Budi; Heryani, Nani; Rejekiningrum, Popi; Susanti, Erni; Estiningtyas, Woro; Suciantini; Haryono; Sosiawan, Hendri; Sutrisno, Nono; Hamdani, Adang; Talaohu, Sidik Hadi; Sudarman, Kurmen; Pramudia, Aris; Apriyana, Yayan; Surmaini, Elza; Husen, Edi; Syahbuddin, Haris; Nursyamsi, Dedi
    Petunjuk teknis (Juknis) Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer merupakan pedoman bagi: (1) koordinator POPT Kabupaten (Dinas Pertanian), (2) Danramil wilayah kekeringan (KODIM), (3) koordinator Liaison Officer (LO) Upaya Khusus (UPSUS) BPTP, di 14 provinsi yang terkena kekeringan, serta (4) beberapa eselon 2 dan 3 Balitbangtan, (5) Eselon 2 dan 3 Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, (6) eselon 2 dan 3 Ditjen Tanaman Pangan, dan (7) Tim kekeringan Kementerian Pertanian. Juknis Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer terdiri atas: (1) pendahuluan, (2) jenis-jenis sumber dan bangunan air, (3) identifikasi sumber dan bangunan air eksisting, (4) identifikasi dan pengembangan sumber dan bangunan air baru, (5) perawatan sumber dan bangunan air, dan (6) pelaporan hasil
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petunjuk Teknis Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
    (BPSI Tanah dan Pupuk, 2022-12) Undang Kurnia; Fahmuddin Agus; Abduracman Adimihardja; Achmad Rachman; S. Sutono; Husein Suganda; Yusrial; M. Sodik Djunaedi; Nono Sutrisno; Tagus Vadari; Haryono; Harry Kusnadi; Robert L. Watung; Deddy Erfandi; Ishak Juarsah; Ai Dariah; Umi Haryati; Neneng L. Nurida; Maswar; Irawan Setiari Marwanto; Rahmah Dewi Yustika; Jubaedah; Arief Budiyanto; Sudirman; T. Budhyastoro; Sidik Haddy Tala’ohu; Ratri Ariani; Jelly Amalia Santri; Laely Nur Fahmi
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Road Map Strategi Sektor Pertanian Menghadapi Perubahan Iklim
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2011) Las, Irsal; Runtuwutu, Eleonora; Surmaini, Elza; Estiningtyas, Woro; Suciantini; Amien, Istiqlal; Rejekiningrum, Popi; Pujilestari, Nurwindah; Unadi, Astu; Agus, Fahmudin; Susanti, Erni; Syahbuddin, Haris; Makarim, A.K; Irawan; Suwandi; Mudiarsa, Ketut G.; Wijayanti, Ari; Sutrisno, Nono; Noble, Pither; Wahyunto; Thalib, Amlius; Hamdani, Adang; Haryono
    Perubahan iklim telah dan akan mengancam hampir semua lini kehidupan di muka bumi. Peningkatan suhu udara, kekeringan, banjir, dan badai topan adalah dampak langsung dari perubahan iklim. Fenomena alam ini telah terjadi di berbagai belahan dunia dan menimbulkan kerugian besar, termasuk penurunan produksi pertanian. Sektor pertanian paling peka terhadap perubahan iklim yang mengubah sistem produksi dan pola tanam. Di sisi lain, pertanian berperan penting dalam kehidupan umat manusia, baik sebagai sumber pangan maupun industri yang menggerakkan roda perekonomian. Meski peka terhadap iklim, sektor pertanian potensial dalam hal mitigasi. Indonesia dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia dan terus meningkat dari tahun ke tahun dituntut untuk mampu menyediakan pangan bagi semua lapisan masyarakat. Di sisi lain, dinamika pembangunan nasional berdampak terhadap konversi lahan pertanian dan sosial-ekonomi masyarakat. Hal ini merupakan tantangan yang perlu dicarikan jalan keluarnya.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    TEKNIK PENGELOLAAN POHON INDUK JERUK BEBAS PENYAKIT DI LAPANG DAN DI POT DALAM RUMAH KASAH
    (BPTP Karangploso, 1999) TRIWIRATNO, A; M. Sugiyarti; Haryono

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback