Browsing by Author "Agustian, Adang"
Now showing 1 - 14 of 14
Results Per Page
Sort Options
- ItemAnalisis Kebijakan Tarif Jagung antara Petani Jagung dan Peternak(Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, 2003-03) Yusdja, Yusmichad; Agustian, AdangJagung merupakan salah satu komoditi perdagangan dunia yang sangat penting sebagai bahan makanan manusia dan bahan baku pakan ternak dan hanya beberapa negara saja yang menjadi produsen utama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Menurut U.S. Grains Council1, sekitar 2,5 juta ton jagung dipakai untuk pakan ternak dan 3,9 juta ton untuk pangan dan lainnya, sementara di negara Asean dari total pemakaian jagung sebesar 18,6 juta ton, sebanyak 13,9 juta ton (75%) digunakan untuk pakan. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil jagung yang belum mampu memenuhi kebutuhan sendiri khususnya untuk pabrik pakan. Arah produksi jagung di Indonesia pada dasarnya adalah pada kebutuhan konsumsi manusia. Telah lama diketahui bahwa beberapa daerah penghasil jagung utama seperti Madura, NTT dan Jawa Timur memproduksi jagung sebagai makanan pokok. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v1n1.2003.24-41
- ItemAspek penyaluran sapronak, pemasaran hasil dan pola kerjasama dalam PIR Perunggasan di Jawa Barat dan Jawa Timur.(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, ) Agustian, Adang; Rachman, Benny
- ItemAspek penyaluran sapronak, pemasaran hasil dan pola kerjasama dalam PIR Perunggasan di Jawa Barat dan Jawa Timur.(PSEKP, ) Agustian, Adang; Rachman, Benny
- ItemJurus stabilisasi harga pangan ala kabinet Jokowi-JK(IAARD Press, 2018-09-05) Sulaiman, Andi Amran; Simatupang, Pantjar; Herodian, Sam; Rachman, Benny; Susilowati, Sri Hery; Agustian, Adang; Yulianis, Nita; Balitbangtan
- ItemLangkah SYL Mewujudkan Swasembada Beras Ditengah Tantangan Yang Tidak Biasa(Kementerian Pertanian RI, 2022) Suryana, Achmad; Mardianto, Sudi; Kariyasa, I Ketut; Jamal, Erizal; Basit, Abdul; Saefudin; Agustian, Adang; Gunawan, Endro; Chaidirsyah, Ranny Mutiara; Mucharam, Iim; Biro PerencanaanKetersediaan dan keterjangkauan bahan pangan pokok, merupakan indikator utama keberhasilan pembangunan di banyak negara. Untuk Indonesia, itu diterjemahkan dalam bentuk ketersediaan beras. Syahrul Yasin Limpo atau biasa disingkat dengan SYL, sangat menyadari hal itu. Sehingga pernyataan pertamanya pasca pelatikan sebagai Menteri Pertanian adalah, akan terus mengupayakan peningkatan produksi pangan strategis, terutama beras. Berbekal pengalaman sebagai pamong praja dalam berbagai posisi dan jabatan di Sulawesi Selatan, SYL memahami betul berbagai persoalan untuk dapat meningkatkan produksi beras di Indonesia. Usahatani padi melibatkan jutaan rumah tangga petani, dan umumnya diisi oleh petani yang semakin menua (aging). Rumah tangga petani mengusahakan sawah secara mandiri, dalam petakan yang tidak terlalu luas, dan selalu terancam keberadaannya karena alih fungsi ke penggunaan lain. Untuk mendapatkan air harus bersaing dengan penggunaan lain, dan kualitas air yang didapat juga semakin menurun. Dengan kondisi semacam ini, tantangan untuk dapat mencukupi produksi beras menjadi tidak mudah. Ditambah lagi fenomena perubahan iklim, yang ditandai meningkatnya intensitas curah hujan sehingga terjadi banjir (La Niña) dan sebaliknya dapat menimbulkan kemarau panjang sehingga terjadi kekeringan (El Niño). Belum genap 6 bulan menjalani tugas sebagai Menteri Pertanian, wabah pandemi COVID 19 menyerang Indonesia. Bagi pembangunan pertanian, COVID 19 berdampak karena adanya pembatasan pergerakan masyarakat, dan yang paling utama anggaran pembangunan yang dikucurkan negara melalui APBN semakin terbatas karena dialihkan untuk penanganan COVID 19. Menghadapi semua situasi di atas dengan cerdik SYL menjadikannya sebagai arena pembuktian, bahwa dibalik semua tantangan, terbuka peluang bagi yang kreatif dan mau berpikir business not as usual. Ada dua hal kunci yang dilakukan, Pertama, semua tantangan dijadikan sebagai inspirasi dan motivasi dalam merancang upaya dan cara bertindak (program dan kebijakan). Kedua adalah mencari dan menyiapkan teknologi dan inovasi yang sesuai untuk mengatasi tantangan menuju keadaan yang lebih baik.
- ItemPengembangan Biogas Berbasis Kotoran Ternak dalam Rangka Pemberdayaan Potensi Sumber Daya Peternakan Sapi Perah di Jawa Barat(IAARD Press, 2015-11-10) Agustian, AdangSecara umum pada kegiatan usaha ternak sapi perah, kotoran ternak seringkali dipandang sebagai limbah dari usaha peternakan yang sulit penanganannya. Oleh karena itu, terdapatnya upaya pengolahan limbah kotoran ternak yang diproses menjadi biogas, selain akan memperoleh keuntungan dalam hal bisnis usaha peternakan juga menimbulkan dampak positif bagi lingkungan. Penelitian ini ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan biogas di Provinsi Jawa Barat dan menganalisis peran pengembangan biogas bagi ekonomi peternak sapi perah. Kajian dilakukan di Provinsi Jawa Barat, yaitu di sentra peternakan sapi perah Kabupaten Bandung dan Garut pada tahun 2014. Contoh kajian meliputi peternak sapi perah yang melakukan pengolahan kotoran ternak menjadi biogas dan instansi/lembaga terkait penelitian. Hasil kajian diperoleh intisari: 1) pengembangan biogas di Jawa Barat sangat potensial, mengingat potensi limbah berupa kotoran ternak sapi perah cukup besar; 2) implementasi program pengembangan biogas di Jawa Barat selama kurun waktu 2006−2013 telah dilaksanakan di 12 kabupaten dengan jumlah digester mencapai 2.038 unit; 3) pada kegiatan pengelolaan biogas dari kotoran ternak peternak dapat mengoptimalkan pemanfaatan kotoran ternak, yaitu sebagai sumber energi alternatif, sementara sebelumnya pemanfaatannya masih terbatas untuk pupuk dan kerap dianggap menjadi faktor polusi lingkungan; 4) prospek pengembangan biogas berbahan baku kotoran ternak sapi perah di Jawa Barat akan sangat tergantung dari beberapa faktor, seperti masa kelola (pelihara) sapi perah, kelembagaan peternak sapi perah dan introduksi teknologi pengolahan biogas. Untuk pengembangan biogas diperlukan kebijakan, antara lain pengembangannya agar lebih terkoordinasi antarinstansi, pengembangan biogas bersinergi dengan pengembangan ternak sapi, dan perlunya bantuan digester dan peralatan pendukungnya.
- ItemPeningkatan Daya Saing Usaha Tani Padi: Aspek Kelembagaan(Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, 2003-09) Sudaryanto, Tahlim; Agustian, AdangKomoditas beras merupakan komoditas strategis yang memiliki sensitivitas politik, ekonomi, dan kerawanan sosial yang tinggi. Peran strategis beras dalam perekonomian nasional adalah: (1) usahatani padi menyediakan kesempatan kerja dan sumber pendapatan bagi sekitar 21 juta rumah tangga petani; (2) merupakan bahan pangan pokok bagi 95 persen penduduk Indonesia yang jumlahnya sekitar 205 juta jiwa, dengan pangsa konsumsi energi dan protein yang berasal dari beras di atas 55 persen; dan (3) sekitar 30 persen dari total pengeluaran rumah tangga miskin dialokasikan untuk beras. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v1n3.2003.255-274
- ItemPERAN DESA MANDIRI BENIH MENDUKUNG PERCEPATAN ADOPSI TEKNOLOGI VARIETAS UNGGUL BARU PADI(PSEKP, ) Perdana, Resty Puspa; Sunarsih; Agustian, Adang; Muslim, Chairul; Swastika, Dewa K S; Suryana, Achmad
- ItemPerlindungan dan Pemberdayaan Pertanian dalam Rangka Pencapaian Kemandirian Pangan Nasional dan Peningkatan Kesejahteraan Petani(IAARD Press, 2015-11-11) Syahyuti; Susilowati, Sri Hery; Agustian, Adang; Sayaka, Bambang; Ening AriningsihTujuan dari penyelenggaraan seminar nasional ini adalah 1) menjaring informasi dan pengetahuan berbagai pihak berkenaan dengan kondisi dan permasalahan yang dihadapi dalam perlindungan dan pemberdayaan pertanian dalam rangka pencapaian kemandirian pangan dan kesejahteraan petani; 2) memfasilitasi untuk terselenggaranya suatu forum pertukaran informasi dan pengetahuan tentang perlindungan dan pemberdayaan pertanian dalam rangka pencapaian kemandirian pangan dan kesejahteraan petani; dan 3) menyusun dan merumuskan strategi pembangunan sektor pertanian Indonesia terkait dengan upaya perlindungan dan pemberdayaan pertanian dalam rangka mencapai kemandirian pangan dan kesejahteraan petani. Seminar nasional telah dilaksanakan pada tanggal 10 November 2015 dengan menyajikan makalah utama dan makalah penunjang. Prosiding ini memuat seluruh makalah yang disajikan sebagai dokumen ilmiah dari pencapaian dalam seminar ini, setelah melalui proses editing. Diharapkan makalah-makalah tersebut dapat dijadikan rujukan para pengambil kebijakan, pengetahuan bagi kalangan akademisi, serta sebagai basis penyusunan strategi bagi pelaku bisnis. Demikian, dan mudah-mudahan prosiding ini memberi manfaat yang besar kepada kita semua dan menjadi amanah bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Seminar Nasional ini.
- ItemProsiding Seminar Nasional Hari Pangan Sedunia Ke-34 "Pertanian-Bioindustri Berbasis Pangan Lokal Potensial"(IAARD Press, 2014-11-04) Syahyuti; Susilowati, Sri Hery; Agustian, Adang; Friyatno, Supena
- ItemStrategi Kebijakan Pembangunan Pertanian Meningkatkan Peran Sektor Pertanian Ditengah Pandemi Covid-19(Kementerian Pertanian, 2022) Fahmid, Imam Mujahidin; Subagyono, Kasdi; Kariyasa, I Ketut; Mardianto, Sudi; Wahyudi; Agustian, Adang; Ashari; Chaidirsyah, Ranny Mutiara; Sumedi; Gunawan, Endro; Pramudia, Aris; Kadir; Muslim, Chairul; Darwis, Valleriana; Yofa, Rangga Ditya; Raharjo, Agung Saras Sri; Puspa P, Resty; Saefudin; Mucharam, Iim; Azis, Dani Abdul; Subekti, Eka SrieSalah satu tantangan besar pembangunan pertanian yaitu bagaimana pertumbuhan ekonomi yang dicapai dapat meningkatkan pendapatan petani yang sebagian besar memiliki lahan dengan luasan yang kurang dari setengah hektar. Untuk itu, peningkatan produksi komoditas pertanian dan peningkatan daya saing produk pertanian diarahkan mampu mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian dan hasilnya dirasakan oleh petani dengan adanya kenaikan tingkat kesejahteraan petani. Tantangan lainnya dalam pembangunan pertanian adalah bahwa pada tahun 2020, seluruh belahan dunia menghadapi pandemi Covid-19 yang berpengaruh terhadap berbagai sektor termasuk sektor pertanian. Meskipun untuk angkutan komoditas pangan tetap diizinkan, namun para pelaku distribusi (pedagang) memiliki kekhawatiran atas wabah pandemi ini sehingga tetap berpengaruh terhadap pergerakan barang komoditas pangan. Pasca mulai recoverynya dari pandemi Covid-19, yaitu sejak akhir Februari 2022 justru telah muncul konflik 2 negara yakni Rusia dan Ukraina yang telah menyebabkan kerusakan yang luas dan hilangnya nyawa dikedua negara. Dengan terdapatnya konflik/perang terbuka diantara dua negara tersebut akan memiliki banyak implikasi bagi pasar global dan ketahanan pangan. Hal ini akan menjadi tantangan bagi ketahanan pangan bagi banyak negara. Pada sisi lain tantangan perubahan iklim karena faktor alam juga akan berpengaruh terhadap sektor pertanian. Dalam menyikapi perubahan iklim tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara yang berkomitmen dalam penanggulangan perubahan iklim (climate action). Komitmen tersebut dituangkan dalam RPJMN 2020-2024 sebagai Prioritas Nasional, yang mengintegrasikan pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam menyikapi tantangan dan peluang pengembangan sektor pertanian ke depan, maka para pelaku pembangunan pertanian khususnya bagi generasi muda harus berpikir untuk menjadikan pertanian modern sebagai profesi dan menggunakan teknologi pertanian yang sudah maju. Sebab potensi lahan Indonesia sangat luas dan jika dikelola oleh generasi milenial, dipastikan pertanian Indonesia semakin kuat dalam mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri dan ke depan dapat menyuplai pangan untuk dunia. Buku ini mengupas beberapa aspek yang mencakup: (1) Strategi Meningkatkan Produksi Pangan ditengah Pandemi Covid-19; (2) Peran Input Produksi dan Harga dalam Pengembangan Produk Pertanian; (3) Pengembangan Kelembagaan Usaha Pertanian; dan (4) Strategi Peningkatan Daya Saing, Nilai Tambah dan Ekspor Komoditas Pertanian.
- ItemTINJAUAN HISTORIS TEKNOLOGI VARIETAS UNGGUL DAN PROGRAM INTENSIFIKASI DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI BERKELANJUTAN(PSEKP, ) Swastika, Dewa K S; Agustian, Adang; Suryana, Achmad; Muslim, Chairul; Sunarsih; Perdana, Resty Puspa
- ItemTINJAUAN KRITIS KEAMANAN DAN KEHALALAN DAGING AYAM BROILER DI INDONESIA(PSEKP, ) Ariningsih, Ening; Ariani, Mewa; Ilham, Nyak; Rohaeni, Eni Siti; Suhartini, Sri Hastuti; Agustian, Adang; Hidayatina, Achsanah; Sumaryanto; Suandy, Imron
- ItemToko Tani Indonesia Membenahi Rantai Pasok dan Stabilisasi Harga Pangan(IAARD Press, 2018-09-03) Sulaiman, Andi Amran; Kariyasa, I Ketut; Subagyono, Kasdi; Hermanto; Agustian, Adang; Anugrah, Iwan Setiajie; Nashwari, Inti Pertiwi; Herodian, Sam; Balitbangtan