Browsing by Author "A. Lay"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- ItemAsam Lemak Bebas Minyak Kelapa Dan Pengendaliannya(1986) A. LayMinyak goreng atau minyak makan merupakan salah satu bahan penting yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Pengadaan minyak goreng sebagian besar dari minyak kelapa dan kelapa sawit, se- dangkan minyak nabati lainnya seperti minyak kacang tanah, minyak kedelai, minyak jagung relatif masih sedikit. Umumnya komoditi kacang tanah, kedelai dan jagung kurang dipakai untuk menghasil- kan minyak, tetapi kebanyakan dikonsumsi langsung.
- ItemMinyak Kelapa Dan Kolesterol(Balai Penelitian Kelapa Manado, 1987) A. LayMinyak goreng merupakan salah satu bahan pokok penting yang di- butuhkan masyarakat sehari-hari. Pengadaan minyak goreng sebagian be sar bersumber dari minyak kelapa dan minyak kelapa sawit, sedangkan minyak nabati lainnya seperti minyak kacang tanah, minyak kedelai, mi- nyak jagung dan minyak biji kapok relatif masih sedikit sedikit2.
- ItemPengembangan Teknologi Pengolahan Untuk Pemberdayaan Petani Kelapa(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2005-06) A. LayPengolahan kelapa di tingkat petani ditandai dengan produktivitas rendah dan tidak efisien, disebabkan kurangnya sumberdaya manusia terdidik dibidang pengolahan hasil, rendahnya mutu, tampilan produk kurang menarik, pengolahan berorientasi subsisten, sistem proses manual, jenis dan jumlah produk serta terbatas. Selain itu, minimnya sarana pengolahan, dan tenaga terampil dibidang pengolahan kelapa dipedesaan.
- ItemTeknologi Dan Manajemen Usaha Industri Kelapa Terpadu PT. Sari Segar Husada Di Lampung(Balai Penelitian Kelapa Manado, 1995-01) A. LayDi Indonesia, kelapa umumnya diolah dan diekspor dalam bentuk kopra dan minyak, masing- masing 38,5 dan 58,3%, sedangkan produk lainnya seperti kelapa parut kering, santan, minuman ringan dan arang aktif relatif kecil¹. Produk ekspor minyak kelapa kurang kompetitif karena ada- nya pesaing dari minyak non kelapa seperti sawit yang harganya lebih murah. Mengandalkan pro- duk ekspor berupa kopra dan minyak kelapa kurang menunjang peningkatan nilai tambah dan per- baikan pendapatan petani².