Buletin Hasil Penelitian Agroklimat dan Hidrologi
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Buletin Hasil Penelitian Agroklimat dan Hidrologi by Author "Irianto, Gatot"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPemantauan Perubahan Penggunaan Lahan Sawah Melalui Citra Satelit(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2004-10-01) Runtunuwu, Eleonora; Irianto, Gatot; Syahbuddin, Haris; Abidin, Z; Susanti, ErniAvailability of land is critical in maintaining food security, yet the conversion of productive agricultural land for other uses can still not be protected. Accurate data and information concerning the land conversion are needed. Central Statistic Agency or BPS as the main source of data has provided the land conversion data, which in many cases the accuracy is still under considerable debate. In recent years the satellite imagery has been used by many scientists to monitor detail land use change in varies purposes and scales. Series of Landsat TM of July 1992, July 1997, July 2001, December 2001, April 2002 and land use collected from BPS were used to monitor paddy fields conversion by delineating the recent area of cropping and harvesting in the northern coastal area of West Java in the districts of Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu and Subang. Analysis of satellite images provides accurate results in delineating spatial and temporal land use change. In the northern coastal area of West Java, as large as 11.355 ha of productive paddy fields has been converted to other uses during the period of 1992 t0 2001. As the rate of paddy fields conversion in the northern coastal area of West Java has been noted approximately 1.300 ha annually, as large as 26.000 ha of the productive paddy fields will disappear after 20 years. This condition is being a factor, which is very risky for food security development. To avoid this risky, land conversion control must be strengthen and the law enforcing the paddy fields conversion has to be implemented. Key words: paddy fields conversion, satellite imagery, northern coast of west java, spatial and temporal change of land use
- ItemPeta Wilayah Hujan Sebagai Arahan Untuk Penentuan Pola Tanam (Studi Kasus di Propinsi Papua)(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2004-10-01) Rejekiningrum, Popi; Irianto, Gatot; Amien, IstiqlalSaat ini, beberapa peta sumberdaya iklim pertanian yang sudah ada umumnya menggunakan data sebelum tahun 1970. Sementara itu, terjadi pergeseran musim dan pola curah hujan baik secara lokal, regional maupun global belum dapat direpresentasikan dengan peta yang lama, sehingga diperlukan pembaharuan peta berdasarkan seri data yang aktual. Pembaharuan ini memungkinkan perubahan pola dan distribusi serta pergeseran curah hujan dapat diperhitungkan dalam kegiatan sistem dan usaha agribisnis. Lebih jauh pengambil kebijakan, perencana, pelaksana lapang di sektor pertanian dan sektor terkait dapat menyusun strategi menyeluruh sesuai dengan kondisi iklim terkini. Untuk itu telah disusun peta wilayah hujan menggunakan data curah hujan runtut waktu (time series) 10-30 tahun terakhir dari stasiun: Badan Meteorologi dan Geofisika, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, dan institusi yang melakukan pengamatan curah hujan di seluruh Papua. Pewilayahan curah hujan dilakukan dengan memadukan analisis statistik dengan Sistem lnformasi Geografi (SIG) untuk menghasilkan peta wilayah hujan skala 1: 1.000.000. Untuk lebih memperjelas pemanfaatan peta wilayah hujan di bidang pertanian, maka telah disusun rekomendasi pola tanam tanaman pangan dan hortikultura semusim berdasarkan pola hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 wilayah hujan di seluruh Papua dengan variasi pola dari pola II sampai dengan VI. Pola yang paling dominan adalah pola B dimana curah hujannya hampir merata sepanjang tahun. Sedangkan pola tanamnya bisa dua atau tiga kali tanaman pangan atau hortikultura semusim tetapi dengan perencanaan awal musim tanam yang tepat.