Warta Balittro
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Warta Balittro by Author "(Agus Supriatna - Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat)"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemPerkataan Orang bijak : Warta Balittro No.44 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) (Agus Supriatna - Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat)Seorang bijak berkata kalau anda mempunyai satu buah apel dan teman anda mempunyai satu buah jeruk, maka jika di pertukarkan kini anda memiliki satu buah jeruk sedangkan teman anda memiliki satu buah apel. Tapі jika anda memiliki satu buah ilmu pengetahuan dan teman anda memiliki satu buah ilmu pengetahuan juga dan jika dipertukarkan, maka kini anda memiliki duan jenis ilmu p engetahuan dan teman andapun memiliki dua jenis ilmu Pengetahuan. jika di cermati kata-kata di atas, maka betapa kita harus senantiasa berbagi ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kita. Dengan mengembangkan ilmu yang kita miliki dan berbagi dengan yang lain, tidak akan berkurang sedikitpun ilmu yang kita miliki bahkan sebaliknya ilmu yang kita miliki jadi bertambah. Semakin sering kita bertukar ilmu pengetahuan, akan semakin banyak pula ilmu yang kita miliki. Banyak cara yang dapat di lakukan dalam rangka bertukar ilmu p engetahuan seperti diskusi, seminar, dialog atau hanya ngobrol ringan tentang sebuah fenomena atau dengan membaca. Ada satu cerita lain tentang seorang yang melamar pekerjaan menjadi penebang kayu pada sebuah perusahaan. Orang tersebut merasas senang ketika tahu bahwa lamarannya diterima dengan gaji yang lumayan besar. Keesokan harinya dia dengan kapaknya yang besar, mulai bekerja menebang pohon d an d ia berhasil menebang pohon se-banyak 20 buah, Kemudian dilaporkan hasil pekerjaannya kepada bos nya. Bosnya tersenyum puas dengan hasil pekerjaannya seraya memuji "Bagus sekali perkerjaan anda ..." Termotivasi oleh pujian bos nya keesokan harinya dengan penuh semangat ia bekerja lagi tapi kali ini hanya berhasil menebang sebanyak 18 pohon. Tidak puas dengan hasil yang diperoleh,besoknya ian menebang lagi, tapi hanya berhasil 16 pohon, begitu seterusnya dari hari ke hari jumlah tebangannya selalu berkurang dari hasil sebelumnya. Sampai pada suatu hari ia melapor lagi pada bosnya dengan perasaan sedih, "Aduh maaf pak, rupanya jumlah tebangan saya selalu berkurang setiap harinya ...". Dengan tenang bosnya bertanya, "Kapan anda terakhir mengasah "kapak ?". Seperti baru tersadar orang itu menjawab, "Wah, saya lupa..... sudah lama rasanya saya tidak pernah mengasah kapak, karena saya terlalu sibuk dengan pekerjaan saya". Kalau kita ibaratkan bahwa kapak itu adalah otak kita yang selalu kita gunakan dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam pekerjaan kita, kalau tidak pernah kita asah kemampuannya, maka janganlah heran apabila produktivitas kerja kita akan menurun baik kualitas maupun kuantitasnya. Kita akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan kualitas pekerjaan kita tanpa didukung oleh ilmu pengetahuan yang sesuai.Dari kedua cerita di atas dapat kita renungkan bahwa kita senantiasa harus selalu memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, mengasah kemampuan kita dengan cara belajar dan meng "up-grade" kemampuan kita dengan hal-hal yang baru serta senantiasa selalu mengikuti perkembangan. Kita harus sadar bahwa tugas dan tantangan di masa datang semakin berat, membutuhkan energi dan kemampuan yang lebih besar dari pada masa-masa sebelumnya. Hanya dengan proses belajar segala bentuk tantangan dalam pekerjaan akan dapat diatasi. Kita tahu bahwa berkembang nya suatu ilmu pengetahuan dan teknologi dimulai dengan sebuah proses belajar, kemudian di implementasikan dalam sebuah pekerjaan sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh semua orang.