Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian by Author "Ariani, Mewa"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemKinerja ketahanan pangan Indonesia: pembelajaran dari penilaian dengan kriteria global dan nasional(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2023-06-27) Tono; Ariani, Mewa; Suryana, AchmadPemenuhan pangan dan gizi bagi seluruh penduduk merupakan komitmen dan kebijakan prioritas pembangunan nasional. Kebijakan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan secara global, khususnya tujuan nomor 2, tanpa kelaparan. Mewujudkan hal ini tidaklah mudah karena jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar dan masih terus meningkat, di sisi lain perubahan iklim dan degradasi sumber daya lahan dan air masih berlanjut. Tantangan tersebut pada saat ini diperparah dengan terjadinya pandemi Covid-19 dan tensi geopolitik. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ketahanan pangan Indonesia dan merumuskan rekomendasi kebijakan bagi pencapaian peningkatan ketahanan pangan dan gizi ke depan. Sumber data dan informasi utama berasal dari publikasi Global Food Security Indeks (GFSI) 2021 dan Food Security Vulnerability Atlas (FSVA) 2021. Data dan informasi tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif. Pada tahun 2021, dari 113 negara, peringkat ketahanan pangan Indonesia berada pada urutan 69. Pada level nasional, berdasarkan FSVA ketahanan pangan Indonesia cukup baik, namun 74 dari 514 kabupaten/kota masih termasuk wilayah rentan rawan pangan. Upaya percepatan pencapaian ketahanan pangan dan gizi perlu difokuskan pada dimensi yang dinilai masih lemah kinerjanya dan di daerah yang rentan rawan pangan. Fokus intervensi diarahkan untuk meningkatkan kinerja pada dimensi 1) konsumsi dan keamanan pangan, serta 2) sumber daya alam dan resiliensi. Sejalan dengan itu, perlu percepatan pembangunan infrastruktur pelayanan dasar (kesehatan, pendidikan dan jalan) terutama di Kawasan Timur Indonesia dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pendapatannya. Kebijakan pangan perlu diintegrasikan dan disinergikan dalam kebijakan ekonomi dan kesehatan nasional. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v21i1.1-20
- ItemPengaruh status penguasaan lahan dan adopsi teknologi terhadap produksi padi sawah di provinsi sentra padi di Indonesia(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2025-12-31) Ariani, Mewa; Tarigan, Herlina; Suhartini, Sri Hastuti; Ariningsih, Ening; Sumedi; Savitri, Sheila; Suryani, Erma; Mardianto, Sudi; SunarsihHasil Sensus Pertanian 2023 menunjukkan peningkatan jumlah petani gurem yang mendorong adopsi strategi adaptif berupa penguasaan lahan nonpemilikan. Status penguasaan lahan ini memengaruhi keputusan penggunaan input dan teknologi yang berpotensi menurunkan produksi padi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh status penguasaan lahan dan adopsi teknologi terhadap produksi padi sawah. Survei dilakukan pada tahun 2021 di sepuluh provinsi sentra produksi padi di Jawa dan luar Jawa, mencakup 20 kabupaten dan 39 kecamatan dengan total responden 1.950 petani. Responden dipilih berdasarkan proporsi status penguasaan lahan. Data dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil kajian menunjukkan bahwa tidak semua petani pemilik menggarap lahannya karena keterbatasan modal dan tenaga kerja. Lahan milik tersebut dikuasakan kepada kerabat atau orang kepercayaan dalam satu desa melalui mekanisme sewa, sakap, atau gadai. Mayoritas petani telah mengadopsi benih ungggul bersertifikat, pupuk kimia, dan alat mesin pertanian, namun sistem tanam masih didominasi sistem tegel. Hasil regresi menunjukkan benih dan pupuk secara signifikan dan positif memengaruhi produksi padi, sedangkan penguasaan lahan sewa dan gadai menunjukkan pengaruh sebaliknya. Dari hasil kajian ini direkomendasikan untuk pencapaian swasembada beras, volume bantuan benih dan pupuk bersubsidi per hektare perlu ditingkatkan dan cakupan jumlah petani penerima bantuan diperluas, terutama di luar Jawa. Selain itu, perlu dilakukan penyuluhan kepada petani bukan pemilik lahan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya penggunaan teknologi usaha tani padi secara tepat untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatannya. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v23n2.2025.195-216