Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian by Author "Anugrah, Iwan Setiajie"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- ItemKinerja E-Commerce Toko Tani Indonesia dalam Pengembangan Distribusi Pangan(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2022-06) Anugrah, Iwan Setiajie; Hestina, Juni; Suryani, Erma; Wahyuni, Sri; HermantoE-Commerce merupakan suatu inovasi yang mulai diaplikasikan dalam pelaksanaan manajemen Toko Tani Indonesia (TTI) pada tahun 2018 oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung penyediaan informasi ketersediaan pasokan komoditas ke TTI dan stok di masing-masing lembaga Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang selama ini menjadi mitra TTI dalam pengadaan pangan. Tulisan ini bertujuan menganalisis kinerja e-commerce dalam pelaksanaan TTI, peluang dan kendala dalam penggunaan aplikasi untuk keberlanjutan TTI. Kajian menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan TTI e-commerce dapat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan menjadi lebih mudah dan murah karena biaya distribusi lebih murah hasil dari pemotongan beberapa saluran distribusi. Dengan memanfaatkan e-commerce, Badan Ketahanan Pangan mengembangkan TTI menjadi pusat distribusi bahan pangan pokok, sekaligus sebagai instrumen proses stabilisasi harga beberapa komoditas pangan strategis. Pelaksanaan TTI dengan e-commerce masih dihadapkan pada beberapa kendala dalam pemanfaatan aplikasi e-commerce, seperti kemampuan operator memanfaatkan teknologi ini, belum stabilnya sinyal dan jaringan, serta kemampuan petani dalam menggunakan fitur-fitur gadget e-commerce. Hasil kajian ini memperlihatkan perlunya bimbingan teknis aplikasi sistem e-commerce di tingkat petani, operator, dan vendor hingga konsumen TTI. Selain itu, masih diperlukan dukungan berbagai fihak terkait online distribution services dengan jejaring TTI melalui e-commerce agar pengembangan TTI dapat lebih masif serta menjadi alternatif tempat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat secara online. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v20i1.49-71
- ItemKomunikasi Politik dan Proses Pengambilan Keputusan: Pembelajaran Model Prima Tani menjadi Program Simantri di Bali(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2022-06) Anugrah, Iwan SetiajieKomunikasi politik menjadi aspek penting dalam proses advokasi, diseminasi inovasi serta program pembangunan pertanian pusat di daerah, terutama dalam kerangka kebijakan nasional, desentralisasi dan otonomi daerah. Otonomi daerah dan model pembangunan desentralistik, belum menjadi pendorong keberpihakan para pimpinan dan birokrasi di daerah terhadap kebijakan pembangunan sektor pertanian. Kondisi ini berdampak pada lambatnya proses diseminasi maupun adopsi inovasi teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) kepada pemerintah daerah. Prima Tani merupakan salah satu model inovasi pembangunan pertanian yang diinisiasi oleh Balitbangtan dan diadopsi pemerintah Provinsi Bali menjadi Program Sistem “Manajemen” Pertanian Terintegrasi (Simantri). Proses transformasi Model Prima Tani menjadi Program Simantri didukung sepenuhnya oleh Gubernur Bali terpilih, sejalan dengan program strategis Provinsi Bali menuju Bali Maju, Aman, Damai dan Sejahtera (Mandara). Tulisan ini bertujuan menganalisis proses komunikasi politik serta pengambilan keputusan Model Prima Tani menjadi Program Simantri di Provinsi Bali. Lokasi penelitian ditetapkan secara sengaja karena Provinsi Bali berhasil melakukan transformasi inovasi model Prima Tani ke program pembangunan pertanian daerah (Simantri). Penelusuran data dan informasi dilakukan dengan metode snowballing. Hasil penelitian disampaikan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi politik menjadi proses penting dalam penetapan kebijakan Program Simantri. Peran penting dalam proses pengambilan keputusan dilakukan oleh gubernur dan dituangkan dalam pergub sebagai dokumen politik Pemprov Bali. Strategi komunikasi politik dijalankan melalui politik kekuasaan serta politik birokrasi dan advokasi, di samping sosialisasi program di pusat dan daerah hingga masyarakat. Diharapkan Program Simantri tetap berkelanjutan mendukung perekonomian masyarakat desa di Provinsi Bali, sekalipun terdistorsi pergantian para pimpinan daerah gubernur, bupati dan pejabat di SKPD terkait. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v20i1.1-24
- ItemMilk Collection Points: Inovasi Kemitraan Usaha Ternak Sapi Perah Di Pangalengan-Bandung Selatan(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2021-06) Anugrah, Iwan Setiajie; Purwantini, Tri Bastuti; ErwidodoPemenuhan kebutuhan susu nasional masih menghadapi permasalahan rendahnya capaian produksi, produktivitas dan kualitas susu dari peternak sapi perah rakyat. Berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja peternakan sapi perah rakyat terus dilakukan, salah satunya berupa kerja sama kemitraan antara industri pengolahan susu dengan peternak dan koperasi peternak sapi perah. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan sebuah inovasi kemitraan antara industri pengolahan susu Frisian Flag Indonesia (FFI) dengan para petermak yang tergabung dalam Koperasi Persusuan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan melalui pengelolaan program Milk Collection Point (MCP). Hasil kajian menunjukkan bahwa penyebab rendahnya kualitas susu segar dipengaruhi oleh jumlah bakteri awal pada susu segar, rantai pasok penyetoran susu dari peternak kepada industri pengolahan susu terlalu panjang, dan sistem pendingin yang kurang memadai. Rendahnya kualitas menjadi penyebab rendahnya harga jual susu segar. Program MCP tidak saja berhasil meningkatkan kualitas susu segar juga telah memberikan insentif harga bagi peternak. Para peternak yang tergabung dalam KPBS memperoleh insentif untuk meningkatkan proses pengelolaan usaha ternak sapi perah ke arah yang dipersyaratkan oleh program MCP. Kerja sama antara peternak sapi perah, industri pengolahan susu, dan koperasi peternak dapat terus dikembangkan sehingga dapat mendorong peningkatan volume dan kualitas susu sebagai bahan baku industri pengolahan susu. Upaya ini diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak sapi perah di Indonesia. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v19n1.2021.1-18
- ItemProspek penyelenggaraan sistem resi gudang (SRG) sebagai instrumen sumber pembiayaan dan peningkatan pendapatan petani jagung(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-01-30) Anugrah, Iwan Setiajie; Saputra, Yonas Hangga; ErwidodoPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis kinerja penyelenggaraan Sistem Resi Gudang (SRG) pada komoditas jagung, dengan fokus utama mendorong peningkatan pendapatan dan menjadikan SRG sebagai sumber pembiayaan bagi petani jagung. Dilakukan secara purposive di provinsi/kabupaten sentra jagung TA 2015, melibatkan Provinsi Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Barat. Responden melibatkan pengelola SRG, petani jagung, pengguna, pelaku, serta peran institusi terkait SRG di pusat dan lokasi penelitian. Metode analisis mengikuti mekanisme skim SRG Bappebti, dengan data disajikan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan penyelenggaraan SRG jagung masih terbatas dan lambat secara nasional, dengan jumlah RG baru mencapai 165 hingga 2021. Kendala melibatkan batas volume penyimpanan, kualitas simpan, kebutuhan dana cepat petani, keterikatan hasil panen dengan pemberi modal, keterbatasan pemahaman dan kepercayaan petani terhadap SRG, serta kompetisi program pemerintah/non-pemerintah terkait sumber pembiayaan. Meskipun demikian, potensi peningkatan melalui partisipasi lebih besar dari petani, kelompok/gapoktan jagung, hingga korporasi, dengan perluasan pemahaman melalui sosialisasi, advokasi, serta peran aktif pemerintah daerah untuk memastikan kelangsungan dan dampak positif SRG jagung di tiga lokasi penelitian. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v21i2.199-230