Prosiding seminar teknologi budidaya cengkeh, lada dan pala
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Prosiding seminar teknologi budidaya cengkeh, lada dan pala by Author "Agus Ruhnayat"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPengaruh Umur Batang Bawah Terhadap Keberhasilan Penyambungan Tanaman Cengkeh 27-32(Badan Penelitian dan Pertanian, 2016-12-01) Agus RuhnayatTanaman cengkeh yang dikembangkan di Indonesia umumnya merupakan hasil dari perbanyakan secara generatif dengan biji sehingga produksi bunganya berbeda-beda. Untuk memperoleh pertanaman cengkeh yang seragam dan tinggi produksi bunganya, maka perlu diperbanyak secara vegetatif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui umur batang bawah terhadap tingkat keberhasilan penyambungan tanaman cengkeh. Penelitian dilakukan di rumah kaca Bogor dari Nopember 2013 -April 2015. Penelitian disusun dengan rancangan acak kelompok (RAK) diulang 16 kali. Perlakuan yang diuji adalah umur batang bawah (1- 3 dan 4-5 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur batang bawah yang terbaik untuk penyambungan tanaman cengkeh adalah 4-5 bulan. Penggunaan umur batang bawah 4-5 bulan dapat meningkatkan keberhasilan sambungan dan tanaman hidup masing-masing sebesar 83 dan 81 % serta dapat meningkatkan panjang tunas, jumlah daun, jumlah cabang primer dan panjang akar masing-masing sebesar 119,4, 91,0, 102,4 dan 87,5 % dibandingkan dengan batang bawah umur 1-3 bulan. Kata kunci: Cengkeh, penyambungan, umur batang bawah.
- ItemStatus Perkembangan PenelitianTeknologi Perbanyakan Tanaman untuk Meningkatkan Produktivitas dan Mutu Lada, Cengkeh dan Pala 209-218(Badan Penelitian dan Pertanian, 2016-12-01) Agus RuhnayatLada, cengkeh dan pala merupakan tanaman rempah yang cukup penting untuk Indonesia karena bernilai ekonomi cukup tinggi dan sebagian besar diusahakan dalam bentuk perkebunan rakyat. Namun terdapat permasalahan yaitu produktivitas dan mutu lada, cengkeh dan pala masih rendah. Langkah awal dalam peningkatan produktivitas dan mutu ketiga komoditas tersebut adalah dengan penyediaan benih unggul. Teknologi perbanyakan lada untuk memperoleh benih unggul sudah diperoleh baik untuk lada panjat maupun lada perdu. Untuk mengefisienkan penggunaan bahan tanaman, perbanyakan lada perdu dapat dilakukan dengan cara penyambungan antara benih asal biji sebagai batang bawah dan sulur buah sebagai batang atas (entres). Untuk menghindari serangan penyakit busuk pangkal batang (BPB) benih lada dapat disambung dengan Piper colubrinum yang tahan BPB sebagai batang bawah. Teknologi perbanyakan cengkeh dan pala juga sudah diperoleh baik secara generatif melalui biji maupun secara vegeratif terutama melalui sambungan (epicotyl grafting, soft grafting dan approach grafting). Teknologi perbanyakan cengkeh dan pala secara vegetatif dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan kebun produksi (berproduksi lebih cepat), pembangunan kebun induk sebagai sumber entres dan biji, penyelamatan plasma nutfah dan penyediaan benih yang tahan cekaman abiotik (kekeringan) maupun biotik (hama dan penyakit). Kata kunci: Lada, cengkeh, pala, perbanyakan tanaman, benih unggul, produktivitas, mutu.