Tanaman Pangan
Permanent URI for this community
Browse
Browsing Tanaman Pangan by Author "A. Syarifuddin Karama"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPeta Agroekologi Utama Tanaman Pangan di Indonesia(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1991-04-23) Irsal Las; A. Karim Makarim; A. Ilidayat; A. Syarifuddin Karama; Ibrahim ManwanPerencanaan pembangunan pertanian nasional perlu dilandaskan pada informasi yang relevan dan akurat. Salah satu bentuk informasi penting yang dibutuhkan sekarang ini adalah peta agroekologi. Laporan Khusus ini diterbitkan untuk mendukung ketersediaan informasi semacam itu. Agroekologi merupakan pencirian sifat dan karakter lingkungan fisik suatu sistem produksi pertanian. Peta agroekologi utama tanaman pangan ini mengindikasikan faktor iklim, tanah, topofisiografi, dan infrastruktur secara umum di Indonesia. Oleh sebab itu peta ini berguna untuk menduga intensitas dan pola tanam potensial, penerapan suatu paket teknologi usahatani tanaman pangan pada suatu wilayah, dan memudahkan alih teknologi dari suatu wilayah ke lain wilayah. Di samping untuk menunjukkan penyebaran macam agroekologi utama di Indonesia, peta ini memperlihatkan potensi wilayah yang dapat mendukung strategi penelitian dan perencanaan pembangunan pertanian nasional secara lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, tingkat produksi serta jenis komoditas pertanian yang sesuai dapat dioptimalkan. Kami berharap bahwa berbagai pihak, termasuk lembaga, peneliti, perencana, khususnya yang berkaitan dengan pertanian tanaman pangan, dapat memanfaatkan publikasi ini. Sementara itu kami terus berusaha mengembangkan peta ini secara lebih terinci agar lebih sesuai dengan berbagai keperluan di wilayah-wilayah yang lebih spesifik. Berbagai kekurangan tentu masih terkandung dalam terbitan ini. Karena itu saran dan kritik dari pembaca akan sangat membantu kami dalam usaha untuk memperbaikinya. Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Proyek Penelitian Pertanian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS-II dan the International Development Research Centre (IDRC), yang telah memberikan dukungan dana bagi penerbitan publikasi ini.
- ItemTeknologi Peningkatan Produksi Kedelai di Indonesia(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1990-12-16) Ibrahim Manwan; Sumarno; A. Syarifuddin Karama; Achmad M. FagiKedelai, sebagai tanaman palawija tradisional, telah berubah dari tanaman sampingan menjadi tanaman strategis dalam ekonomi nasional. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan komoditas kedelai sebagai bahan pangan, pakan dan industri. Permintaan yang meningkat tersebut terutama didorong oleh meningkatnya industri tahu, tempe, kecap, dan pakan. Bahkan dengan adanya ekspor kecap yang meningkat, kebutuhan bahan mentah kedelai akan terus meningkat di masa depan. Peningkatan produksi dalam negeri belum dapat mengimbangi kebutuhan yang terus bertambah sehingga impor kedelai telah mencapai sekitar 600.000 t/tahun. Laporan ini menghimpun hasil penelitian yang dilakukan oleh enam balai lingkup Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Tanaman Pangan yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir, untuk menunjang program peningkatan produksi kedelai. Di Indonesia, dalam jangka pendek, usaha peningkatan produksi kedelai guna memenuhi kebutuhan nasional dapat ditempuh melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Peluang untuk perluasan areal ini masih terbuka lebar, baik di Jawa maupun di luar Jawa. Demikian pula halnya peningkatan produksi melalui intensifikasi. Dalam laporan ini dikemukakan berbagai faktor yang menunjang perluasan areal dan pencapaian produksi kedelai yang tinggi, sekitar 2,0-2,5 t/ha. Dengan mengidentifikasi faktor tersebut, diharapkan keberhasilan serupa akan lebih mudah diulangi pada lokasi/wilayah lain di Indonesia. Berbagai paket teknologi produksi dan informasi sosial ekonomi pada berbagai zone agroekologi utama, disajikan pula dalam laporan ini. Diharapkan informasi ini dapat bermanfaat dalam mendukung usaha peningkatan produksi pada berbagai sentra produksi kedelai dan pengembangannya ke daerah lain yang potensinya masih belum tergali. Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Dr. Darman M. Arsyad, Dr. Made Oka Adnyana, Dr. Djoko S. Damardjati, Dr. Titis A. Sarwanto, serta para peneliti Puslitbang Tanaman Pangan lainnya yang telah memberikan sumbangan pemikiran, data, dan informasi sehingga dapat diterbitkannya laporan khusus ini.