PETUNJUK PENYELENGGARAAN BEDENGAN TEMBAKAU BESUKI NO.

Loading...
Thumbnail Image
Date
1991-02-07
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri
Abstract
Kualitas bibit sebagai bahan tembakau, sa- ngat berpengaruh terhadap produksi. Parameter kualitas bibit pada umumnya didasarkan atas ukuran dan umur bibit. Ukuran bibit ditentukan oleh tinggi bibit, diameter bibit dan jumlah daun. Bibit yang tinggi tetapi diameter kecil atau dikenal dengan istilah nyacing, kurang baik untuk di- tanam. Hal ini disebabkan kurangnya adaptasi pada waktu pemindahan, sehingga bibit banyak yang mati. Demikian pula bibit yang kerdil akan memerlukan waktu adaptasi yang lebih lama untuk tumbuh menjadi tanaman yang normal. Bibit dipindahkan biasanya umur 40 hari, karena bila terlalu muda kematian bibit cukup besar, sebaliknya bila terlalu tua tanaman akan cepat berbunga dan daun yang dihasilkan lebih sedikit. Penanaman tembakau cerutu (Besuki Na- Oost) diusahakan oleh Perusahaan Perkebunan dan rakyat. Setiap tahun penanaman tembakau ini mencapai areal 20.000 ha. Dari jumlah tersebut sekitar 15.000 ha diusahakan oleh rakyat. Penga- daan bibit oleh rakyat kurang intensif bila diban- dingkan dengan Perusahaan Perkebunan, se- hingga produktivitasnya rendah yaitu 0,4 sampai 0,6 ton/ha. Rendahnya produksi disebabkan bibit yang digunakan oleh rakyat kurang memenuhi persyaratan dan dalam pelaksanaan pembibitan- nya sangat sederhana. Atas dasar hal itu maka perlu diselenggarakan pembibitan yang baik dan betul, sekaligus dapat digunakan untuk petunjuk pelaksanaan pembibitan dalam rangka mening- katkan produksi tembakau cerutu (Besuki Na- Oost) rakyat
Description
Keywords
Citation
Collections