Penyulingan dan Analisis Beberapa Jenis Minyak Gandapura ; buletin litro vol xvi no 2, 2005 hlmn 83-90

dc.contributor.authorMa'mun
dc.date.accessioned2026-07-30T07:56:48Z
dc.date.available2026-07-30T07:56:48Z
dc.date.issued2005-01-01
dc.description.abstractMinyak gandapura dihasilkan dari daun dan gagang tanaman gandapura (Gaultheria sp.) melalui proses penyulingan. Komponen utama minyak ini adalah senyawa metilsalisilat yang banyak digunakan dalam industri-industri obat- obatan, bahan pewangi, industri makanan dan minuman. Penelitian dilakukan di laboratorium Pengolahan Hasil Balittro pada bulan Juli sampai September 2003. Metilsalisilat dapat juga dibuat secara sintesis dengan reaksi esterifikasi antara metanol dan asam salisilat dengan katalis asam sulfat pekat. Indonesia hingga saat ini masih mengimpor baik minyak gandapura maupun sintetisnya, sementara penyulingan minyak gandapura lokal masih dilakukan secara kecil-kecilan menggunakan alat yang sangat sederhana. Tanaman gandapura tumbuh di daerah pegunungan di Jawa dan Sumatera namun belum dibudidayakan. Percobaan penyulingan minyak gandapura dilakukan pada jenis gandapura daun lebar (G. fragrantissima) asal dataran tinggi Dieng Wonosobo Jawa Tengah dan asal Gunung Gede Jawa Barat, jenis daun kecil (G. procumben) asal Sukamulya Jawa Barat. Minyak karakteristik fisika kimianya dan dibanding- kan dengan minyak gandapura hasil penyulingan lokal, minyak impor dan minyak sintetis. Hasil percobaan menunjuk- kan bahwa gandapura jenis daun lebar asal Gunung Gede rendemen minyaknya lebih tinggi dari jenis yang lain, yaitu 1,20%, akan tetapi kandungan metilsalisilatnya hanya 85,15%. Sedangkan jenis daun lebar asal Dieng Wonosobo menghasilkan minyak sebesar 0,8% dengan kadar metilsalisilat lebih tinggi, yaitu 97,40%. Gandapura jenis yang dihasilkan dievaluasi daun kecil memiliki rendemen minyak maupun kandungan metilsalisilat yang sangat rendah, masing-masing 0,05% dan 38,20%. Penyulingan gandapura lokal hanya menghasilkan minyak 0,10% dengan kandungan metilsalisilat 82,23%. Kandung- an metilsalisilat tertinggi terdapat pada minyak asal impor, yaitu 98,40%, sementara dalam minyak sintetis 97,00%. Hasil evaluasi karakteristik fisika kimia minyak, menunjukkan bahwa minyak hasil percobaan dari jenis daun lebar asal Dieng Wonosobo hampir menyerupai minyak asal impor dan memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia. Kata kunci: Minyak gandapura, penyulingan, analisis
dc.identifier.issn0215-0824
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30709
dc.language.isoid
dc.publisherBalai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
dc.relation.ispartofseriesVolume xvi; No 2,2005
dc.titlePenyulingan dan Analisis Beberapa Jenis Minyak Gandapura ; buletin litro vol xvi no 2, 2005 hlmn 83-90
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Penyulingan dan Analisis Beberapa Jenis Minyak Gandapura 83-90.pdf
Size:
3.23 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: