PROSES PEMOTONGAN DAGING SAPI DI RUMAH POTONG HEWAN (RPH) ALDIA DI DESA OBEN KECAMATAN NEKAMESE KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
No Thumbnail Available
Date
2025-09-30
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
proses penyembelihan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) berjalan sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Tahapan dimulai dari penimbangan berat hidup, penyembelihan dengan metode halal dan Pengeluaran darah, penggantungan,pelepasan kepala dan kaki depan, pengulitan termasuk pelepasan kulit ekor, serta pengeluaran jeroan. Proses dilanjutkan dengan pendinginan dan pelayuan pada suhu 0 4°C selama ±24 36 jam. Tahapan ini penting untuk menurunkan suhu inti karkas, mencegah pertumbuhan mikroba, dan meningkatkan keempukan serta kualitas daging. Semua proses tersebut mendukung tujuan utama RPH, yaitu menghasilkan daging yang aman, layak konsumsi, dan sesuai syariat.
Description
Penimbangan berat hidup sapi adalah metode utama untuk mengetahui bobot badan sapi secara akurat, yang sangat penting dalam pengelolaan pemeliharaan ternak. Penimbangan biasanya dilakukan dengan menggunakan timbangan konvensional (timbangan digital atau analog) di kandang jepit, dengan prosedur yang konsisten, misalnya sebaiknya saat pagi hari sebelum sapi diberi makan agar hasil penimbangan lebih valid dan angka yang diambil merupakan angka stabil saat sapi berada di atas timbangan (Susanto et al., 2021). Selain itu ada juga metode estimasi atau pendugaan berat hidup sapi berdasarkan pengukuran dimensi tubuh seperti lingkar dada dan panjang badan. Pengukuran ini kemudian dimasukkan ke dalam rumus rumus matematika seperti rumus Schoorl, Lambourne, Winter, dan rumus modifikasi lainnya untuk mengestimasi berat badan (Putra dan Wibowo, 2023). Metode ini membantu ketika timbangan tidak tersedia dan memudahkan peternak dalam mengatur tata laksana pemeliharaan seperti pemberian pakan, pengobatan, hingga penentuan harga jual sapi.