Peningkatan Keragaman Genetik Ketahanan Varietas Padi Sawah Terhadap Wereng Coklat
No Thumbnail Available
Date
1995
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Wereng coklat menjadi hama utama padi sawah di Indonesia sejak tahun
1972. Perkembangannya dapat membatasi penyebaran varietas padi unggul.
Sampai saat ini, wereng coklat telah menurunkan tiga biotipe. Biotipe 1
mematahkan varietas tanpa gen tahan, seperti varietas Pelita I-1, C4-63, dan
PB5. Selanjutnya muncul wereng coklat biotipe 2 yang telah menyerang
varietas PB26, PB30 dan PB34 yang dikenal memiliki gen tahan Bph 1.
Kemudian muncul pula wereng coklat biotipe Sumatera Utara (SU) yang
mematahkan sifat tahan varietas PB42 yang mengandung gen Bph 2. Biotipe
SU, pertama kali berjangkit di Sumatera Utara pada tahun 1982. Reaksi
varietas-varietas unggul dengan gen tahan Bph 2 terhadap biotipe SU sangat
beragam. Varietas IR64 yang telah menyebar sekitar limä tahun terakhir
belum menunjukkan reaksi peka terhadap biotipe yang berkembang di lapang.
Mengingat hama wereng coklat dapat berkembang dan beradaptasi dalam
waktu yang relatifcepat maka upaya perbaikan varietas padi diarahkan untuk
menghasilkan varietas yang memiliki ragam ketahanan yang lebih luas.
Program perbaikan varietas dominan telah dilakukan sejak tahun 1989
dengan memanfaatkan sejumlah tetua donor, antara lain varietas Ptb 33,
Kelara, Kencana Bali, Rathu Heenati, dan Oryza officinalis. Melalui kegiatan ini telah dihasilkan enam calon varietas dan sejumlah galur harapan
padi sawah yang tahan terhadap wereng coklat.