Browsing by Author "Sularjo"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemHasil Galur Galur Harapan Padi Sawah di Beberapa Daerah Produksi Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)/BBSIP Padi, 2015-08-06) Abdullah, Buang; Sularjo; CahyonoVarietas padi unggul besar perannya dalam peningkatan produksi padi nasional, baik untuk peningkatan hasil maupun stabilitas hasil. Lebih dari 90 persen produksi padi dihasilkan dari lahan padi sawah. Karena itu perakitan padi sawah yang berpotensi hasil tinggi harus dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai dan melestarikan swasembada pangan khususnya beras melalui peningkatan produksi beras. Uji daya hasil galur harapan padi hasil perakitan varietas padi merupakan kegiatan akhir yang sangat menentukan keberhasilan. Sejumlah galur harapan padi sawah berpotensi hasil tinggi telah dihasilkan. Sepuluh galur tersebut telah diuji daya hasilnya dengan 2 varietas pembanding di lahan petani di 4 daerah penghasil padi di provinsi Jawa Tengah dan D. I. Jogjakarta pada musim kemarau dan musim hujan tahun 2014 dengan menggunakan rancangan Acak Kelompok dengan 4 ulangan. Pengujian ini menghasilkan tiga galur berpotensi hasil tinggi. Satu galur yaitu B12891-5D-MR2-4-PN-23-5-2 menghasilkan gabah rata-rata 7 t/ha GKG, 10 persen lebih tinggi dari Ciherang dengan hasil tertinggi 8,11 t/ha. Galur tersebut dapat diuji lebih lanjut di beberapa lokasi lain untuk dapat memenuhi persyaratan untuk diusulkan menjadi varietas padi sawah.
- ItemKarakter Beras Dan Nasi Galur-Galur Turunan Basmati(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), 2017) Herlina, Erna; Abdullah, Buang; Sularjo; Cahyono; Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)Ketersediaan beras di pasaran yang beraneka ragam memberikan kesempatan konsumen untuk lebih leluasa memilih jenis, sifat, dan mutu beras yang dikehendaki. Dengan demikian, karakteristik beras makin memegang peranan penting dalam penentuan harga beras. Karakteristik mutu tanak yang baik adalah kemampuan nasi untuk memanjang setelah dimasak. Penyebab pemanjangan nasi beberapa varietas padi belum diketahui. Beras Basmati adalah salah satu varian beras asal India, berukuran panjang, memiliki rasa dan aroma yang khas.tujuan percobaan ini adalah untuk mendapatkan galur-galur yang memiliki karakter basmatu.Percobaan dilaksanakan di Laboratorium mutu KP. Muara BB Padi pada tahun 2013. Materi yang digunakan adalah galur-galur padi fungsional turunan basmati. Parameter yang diamati meliputi rendemen beras pecah kulit, rendemen beras giling, rendemen beras kepala, panjang, bentuk, dan pengapuran beras, kadar amilosa, pemanjangan beras dan nasi, aroma, dan tekstur nasi. Berdasarkan perolehan beras giling galur B13840E-MR-18-6-1 memiliki rendemen beras giling paling tinggi (68%) dan rendemen beras kepala tertinggi terdapat pada galur B12292-8-MR-2-Si-2-MR-2-7-14-PN-1-KN-3 dan B12292-8-MR-2-Si-2MR-2-7-14-PN-2-KN-1 yaitu sebesar (93%).Kandungan amilosa dan rasa nasi galur-galur padi fungsional turunan basmati berkisar rendah sampai pera yaitu 1815% dengan suhu gelatinisasi rendah sampai tinggi yaitu 55-74%. Amilosa rendah rasa nasi pulen sedangkan amilosa tinggi rasa nasi pera. Kemampuan nasi untuk memanjang galur-galur yang diuji masih dibawah basmati kecuali galur B13727C-MR-2-5-1-1-2 memiliki rata-rata kemampuan memanjang hampir 2 kalinya.
- ItemPeningkatan Keragaman Genetik Ketahanan Varietas Padi Sawah Terhadap Wereng Coklat(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) T. Soewito; A.A.N.B. Kamandalu; SularjoWereng coklat menjadi hama utama padi sawah di Indonesia sejak tahun 1972. Perkembangannya dapat membatasi penyebaran varietas padi unggul. Sampai saat ini, wereng coklat telah menurunkan tiga biotipe. Biotipe 1 mematahkan varietas tanpa gen tahan, seperti varietas Pelita I-1, C4-63, dan PB5. Selanjutnya muncul wereng coklat biotipe 2 yang telah menyerang varietas PB26, PB30 dan PB34 yang dikenal memiliki gen tahan Bph 1. Kemudian muncul pula wereng coklat biotipe Sumatera Utara (SU) yang mematahkan sifat tahan varietas PB42 yang mengandung gen Bph 2. Biotipe SU, pertama kali berjangkit di Sumatera Utara pada tahun 1982. Reaksi varietas-varietas unggul dengan gen tahan Bph 2 terhadap biotipe SU sangat beragam. Varietas IR64 yang telah menyebar sekitar limä tahun terakhir belum menunjukkan reaksi peka terhadap biotipe yang berkembang di lapang. Mengingat hama wereng coklat dapat berkembang dan beradaptasi dalam waktu yang relatifcepat maka upaya perbaikan varietas padi diarahkan untuk menghasilkan varietas yang memiliki ragam ketahanan yang lebih luas. Program perbaikan varietas dominan telah dilakukan sejak tahun 1989 dengan memanfaatkan sejumlah tetua donor, antara lain varietas Ptb 33, Kelara, Kencana Bali, Rathu Heenati, dan Oryza officinalis. Melalui kegiatan ini telah dihasilkan enam calon varietas dan sejumlah galur harapan padi sawah yang tahan terhadap wereng coklat.