BUAH KEPEL (Stelechocarpus burahol) : Warta balittro No. 55 Tahun 2011
| dc.contributor.author | Wahyono, Tri Eko | |
| dc.date.accessioned | 2026-03-30T07:29:00Z | |
| dc.date.available | 2026-03-30T07:29:00Z | |
| dc.date.issued | 2011-06-01 | |
| dc.description.abstract | Buah Kepel (Stelecho- B carpus burahol (Blume) Hook.f. & Thomson) termasuk famili Annonaceae biasa dikenal sebagai kepel (Kepel Apple (Inggris); kecindul, kepel (Jawa); kecindul (Sunda)) merupakan pohon asli Asia Tenggara meskipun akhir-akhir ini mulai ditanam di beberapa tempat di Australia. Pohon kepel merupakan pohon yang tingginya dapat mencapai 21 m dengan diameter batang mencapai 40 cm (Gambar 1). Pohon kepel mempunyai banyak cabang yang keluar batang utamanya yang lurus dan besar. Pohon kepel biasanya mudah dikenal dari letak buahnya yang keluar dari batang pohon (Gambar 2). Bunganya bergerombol keluar dari batang pohon. Bunga yang telah dibuahi menjadi buah yang bergerombol, berwarna hijau pada saat sangat muda, kemudian berubah menjadi coklat tua dan berbentuk bulat dengan diameter yang bervariasi 5-7 cm. Musin panen kepel bervariasi antar daerah. | |
| dc.identifier.issn | 0854-5324 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/29052 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat | |
| dc.relation.ispartofseries | No. 55 | |
| dc.title | BUAH KEPEL (Stelechocarpus burahol) : Warta balittro No. 55 Tahun 2011 | |
| dc.title.alternative | Warta balittro No. 55 Tahun 2011 | |
| dc.type | Article |