Kelayakan Usaha tani dan Respon Petani Padi - Padi - Kacang Hijau IP 300 di Kabupaten Karawang dan Cilacap
No Thumbnail Available
Date
2018-12-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstrak
Budidaya padi - padi - palawija kacang hijau IP 300 sudah dipraktikkan petani di Karawang dan Cilacap, namun petani belum mengetahui kelayakan usaha taninya, baik secara teknis maupun ekonomis. Kelayakan ekonomis usaha tani padi - palawija bisa memberikan gambaran nilai pendapatan dan keuntungan yang diperoleh serta pada tingkat harga dan produksi berapa usaha tani padi - palawija harus diproduksi oleh petani. Penelitian analisis kelayakan usaha tani padi - padi - palawija kacang hijau IP 300 dilakukan pada bulan Juni - Juli 2011 di Kabupaten Karawang dan Cilacap dengan tujuan untuk menganalisis secara finansial kelayakan usaha tani padi - padi - palawija IP 300 dan melihat keragaan kegiatan usaha tani padi - padi - palawija kacang hijau IP 300 jika produktivitas dan harga yang menjadi dasar analisis berubah. Metode deskriptif analisis digunakan sebagai metode dasar dalam penelitian, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposif) dengan pertimbangan lokasi penelitian sudah menerapkan budidaya padi - palawija kacang hijau IP 300, sedangkan pengambilan sampel responden dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Metode analisis yang digunakan adalah imbangan penerimaan dan biaya (B/C ratio) dan titik impas produksi dan harga (break even yield and price). Hasil penelitian menunjukkan secara finansial usaha tani padi - padi - palawija IP 300 di Karawang dan Cilacap pada MT 2010/2011 menguntungkan petani dan layak untuk diteruskan. Hal ini ditunjukkan pada pendapatan bersih dan Gross B/C ratio yang diperoleh pada setiap musim tanam masing-masing lebih besar dari nol (positif) dan satu. Keberadaan usaha tani padi - padi - palawija kacang hijau IP 300 relatif stabil terhadap terjadinya penurunan tingkat produktivitas dan harga, karena walaupun terjadi penurunan produktivitas dan harga yang lebih besar usaha tani padi - palawija khususnya kacang hijau tersebut masih layak untuk diteruskan. Petani respon terhadap keberadaan pola tanam padi - padi - palawija kacang hijau IP 300 karena bisa menambah pendapatan dengan memanfaatkan waktu dan air irigasi serta secara teknis dapat memutus siklus hama dan penyakit padi dan hasil padi meningkat setelah tanam palawija khususnya kacang hijau.
Abstract
Feasibility and response of farmers rice - rice - mungbean farming cropping index 300 in Karawang and Cilacap district. Rice - rice - mungbean cultivation of Cropping Index (CI) 300 was applied by farmers in Karawang and Cilacap, but they have not known both economic and technical feasibility of rice - mungbean farming. Economic feasibility of rice - rice - mungbean farming could give the description of incomes and profits and describe in which level of price and production rice - rice - mungbean farming could be produced by farmers. The research of rice - rice - mungbean farming CI 300 had been conducted since June to July 2011 in Karawang and Cilacap Districts. The aims of the research were to analyze the financial feasibility of rice - rice - mungbean farming CI 300 and to analyze the performance of CI 300 when the productivity and price as basic analysis were changed. Descriptive analysis was used as basic method in this research, while the data was collected using survey method. The study site of the research was determined deliberately with considering that the study sites of this research had been planted CI 300, while the samples of respondent were taken by using simple random sampling. Analysis methods used in this research were benefit cost ratio (B/C ratio) and break even yield and price. The research showed that financial feasibility on rice - rice - mungbean farming of CI 300 in Karawang and Cilacap in planting season (PS) 2010/ 2011 could give profits for farmers and deserved to be applied continuously. It can be shown from the net income and Gross B/C ratio on each planting season that were greater than zero (positive) and one. The presence of rice - rice - mungbean farming CI 300 was relatively stable to the decline in productivity and price levels, because though there were the decline in productivity and higher price, the rice - rice - mungbean farming was deserved to be applied continuously. Farmers response to the existence of CI 300 rice cropping pattern because it can increase income by utilizing irrigation time and water and technically can break cycle of pest and disease of paddy and paddy yield increase after planting crops especially mungbean.
15
Description
15 p.; ills.; tab.