Pengembangan Sistem Panen Hujan Dan Aliran Permukaan Sebagai Sumber Irigasi Alternatif Kebun Kelapa Sawit
Loading...
Date
2009-10-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi
Abstract
Salah satu faktor yang menjadi pembatas dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit adalah faktor keterbatasan air yang erat kaitannya dengan jumlah dan distribusi curah hujan pada suatu wilayah. Curah hujan yang rendah atau distribusi curah hujan yang tidak merata menyebabkan terjadinya defisit air atau kekeringan fisiologis yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman.
Untuk menjaga kesinambungan produksi dan produktivitas diperlukan upaya penyediaan air irigasi untuk menjamin kebutuhan air kelapa sawit pada periode cekaman air yang umumnya terjadi pada musim kemarau. Salah satu upaya penyediaan air irigasi untuk kebun kelapa sawit adalah dengan pemanenan air hujan dan aliran permukaan. Prinsip dasar sistem panen hujan adalah upaya untuk mengumpulkan dan menampung air yang berasal dari curah hujan dan aliran permukaan untuk dimanfaatkan sebagai sumber irigasi.
Berdasarkan survei identifikasi potensi sumberdaya air di Kebun Sawit PT Astra Agro Lestari di Kec. Pangkalan Banteng, Kab. Kotawaringin Barat pada bulan Februari 2009, jenis bangunan panen hujan yang dapat dikembangkan di wilayah yang disebut Bukit Tengkorak adalah “embung” yang memanfaatkan cekungan alami diantara lahan pengembangan kebun kelapa sawit dengan bentuk wilayah bergelombang.
Description
Keywords
F Plant production/Produksi Tanaman::F06 Irrigation/Irigasi