Leaflet

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 1537
  • Item
    Lamtoro Tarramba
    (BBRMP Yogyakarta, 2026) Ari Widyastuti
  • Item
    Pruning Melon
    (BBRMP Yogyakarta, 2026) Sulasmi
  • Item
    Informasi Pengelolaan Data Iklim
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2014-12-01) Suciantini
    Kondisi pertanian di Indonesia terutama tanaman pangan secara sangat signifikan terdampak oleh kejadian perubahan iklim, baik dalam bentuk bencana banjir, kekeringan maupun peningkatan organisme pengganggu tanaman (OPT). Dampak tersebut cenderung semakin meningkat baik frekuensi, intensitas, dan distribusi kejadiannya. Perubahan iklim global telah menyebabkan frekuensi kejadian iklim ekstrem baik ekstrim basah maupun kering kian tinggi dan sulit diprediksi. Di sisi lain, sumberdaya iklim dan air yang beragam di Indonesia merupakan suatu potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk mengoptimalkan potensi yang tersedia, diperlukan pengemasan sehingga menjadi suatu informasi yang mudah diaplikasikan dan dapat diperbaharui setiap saat. Salah satu upayanya adalah dengan menyiapkan data-data terkait ke dalam suatu basis data iklim dan air yang mudah diterima, dipahami dan diaplikasikan oleh pengguna serta berkesinambungan menurut kebutuhan masing-masing.
  • Item
    Pelaksanaan Penelitian Penerapan Ujicoba Beberapa Mulsa di DAS Mikro
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2014-10-01) Sumarno
    Di samping tanah yang marginal, organisme pengganggu tanaman (OPT). kekeringan dan kelangkaan air dapat menyebabkan penurunan produktivitas tanaman dan panen dilahan kering. Hal ini disebabkan karena lahan kering hanya mengandalkan curah hujan sebagai pasokan utama untuk memenuhi kebutuhan air tanaman, disisi lain hujan kadang tidak menentu jumlah, lama dan distribusinya. (Proyek Penelitian Penyelematan Hutan Tanah dan Air. 1990). Salah satu upaya mengatasi kekeringan adalah dengan menggunakan mulsa sisa tanaman yang murah dan mudah didapat di sekitar lokasi lahan kering seperti mulsa jerami, batang pisang, dan sisa pakan ternak atau seresah. Permukaan tanah yang ditutup mulsa dapat memperkecil fluktuasi suhu dan meningkatkan kelembaban tanah. Uji coba penelitian pemulsaan pada tanaman cabai rawit ini bekerjasama dengan petani, dengan harapan petani bisa berpartisifasi aktif dalam mengembangkan penggunaan mulsa pada tanaman. Dengan demikian pada akhirnya petani dapat mensosialisasikan kepada petani lain. Tulisan ini menyajikan tentang tata cara aplikasi mulsa pada tanaman dengan melibatkan petani dalam pelaksanaannya.
  • Item
    Automatic Water Level Recorder
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2011-12-01) Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi
    Automatic Water Level Recorder-AWLR (Kartiwa, B. 2007) Stasiun Pengukur Tinggi Muka Air Otomatik atau AWLR (Automatic Water Level Recorder) adalah alat yang dipasang pada titik keluaran (outlet) DAS untuk mengamati perilaku aliran sungai selama periode tertentu sebagai suatu respon dari karakteristik hidrologis DAS bersangkutan. Berdasarkan prinsip pengukurannya, sebuah stasiun pengamat tinggi muka air secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu : 1. AWLR tipe kontak, yaitu terdapat kontak langsung antara sensor alat dengan permukaan air. 2. AWLR tipe non kontak, artinya tidak ada kontak langsung antara sensor pengukur tinggi muka air dengan permukaan air AWLR tipe kontak berdasarkan prinsip kerja sensornya diantaranya AWLR tipe mekanik serta AWLR tipe tekanan. AWLR tipe mekanik mencatat data tinggi muka air berdasarkan perubahan posisi vertikal pelampung yang terapung pada permukaan air. Perubahan posisi pelampung kemudian ditransformasikan menjadi data tinggi muka air yang tercatat pada pias bersekala yang berputar, melalui suatu sistem mekanik. Sedangkan AWLR tipe sensor tekanan mengukur perubahan tinggi muka air berdasarkan adanya perubahan tekanan pada sensor akibat perubahan tinggi muka air. AWLR tipe non kontak merupakan hasil pengembangan terkini dari instrumen pengukur tinggi muka air, melalui kecanggihan cara kerja sensor ultra soniknya. Sensor AWLR tipe ini secara periodik akan memancarkan suatu seri gelombang suara secara vertikal yang akan dipantulkan oleh permukaan air. Berdasarkan kecepatan rambatan gelombang dari saat dipancarkan hingga diterima kembali oleh sensor setelah terpantul permukaan air, dapat menginformasikan jarak antara sensor dengan permukaan air.