Model Sistem Dinamik Ketersediaan Beras Mendukung Ketahanan Pangan di Sulawesi Tengah

Loading...
Thumbnail Image
Date
2015-11-10
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang berpotensi mendukung program strategis pemerintah pusat dan daerah dalam pencapaian swasembada beras dan swasembada berkelanjutan sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah Kabupaten Parigi Moutong yang ingin menjadikan Kabupaten Parigi Moutong terdepan pada tahun 2020 yang berbasis agribisnis. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor yang berpotensi sebagai titik pengungkit peningkatan produksi sehingga menjadi rekomendasi model pengembangan pertanian dalam menunjang ketersediaan beras di Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret−Juli 2014 di Kabupaten Parigi Moutong. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode survei dan wawancara, sedangkan data sekunder dengan metode desk study. Model yang digunakan dalam analisis mengacu pada pendekatan sistem dinamik menggunakan software Powersim 2005. Beberapa model yang dianalisis, yaitu 1) skenario 1, model dasar tanpa kebijakan sesuai kondisi saat ini; 2) skenario 2, model dengan kebijakan perbaikan inovasi 1; 3) skenario 3, model dengan kebijakan perbaikan inovasi 2; dan 4) skenario 4, model dengan kebijakan perbaikan inovasi 3. Hasil simulasi skenario 4 menunjukkan peningkatan produksi beras sebesar 109.299 ton/tahun atau meningkat 82,68% dibandingkan dengan kondisi saat ini dan tidak menunjukkan adanya gejala penurunan. Hasil simulasi menandakan bahwa model ini dapat menjadi rekomendasi untuk dikembangkan dengan perbaikan inovasi terutama penambahan cetak sawah dan perbaikan sarana irigasi.
Description
Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah yang berpotensi untuk mendukung program strategis pemerintah pusat dan daerah dalam pencapaian swasembada beras dan swasembada berkelanjutan sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah Kabupaten Parigi Moutong yang ingin menjadikan Kabupaten Parigi Moutong terdepan pada tahun 2020 yang berbasis agribisnis dan pengelolaan sumber daya alam secara optimal. Visi dan misi ini dapat lebih dipercepat dengan menata pembangunan secara terstuktur dan bertahap berdasarkan skala prioritas dan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh wilayah ini. Salah satu sektor yang sangat berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah Kabupaten Parigi Moutong adalah sektor pertanian. Sektor pertanian tidak hanya menjadi sumber devisa bagi pemerintah, tetapi merupakan sumber mata pencaharian utama penduduk wilayah ini. Ketahanan pangan diindikasikan dengan terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga, baik secara kualitas maupun kuantitas, aman, merata, dan terjangkau. Konsep ini tertuang dalam UU RI No. 7 Tahun 1996. Secara umum, ketahanan pangan mencakup empat aspek yaitu kecukupan (sufficiency), akses (access), keterjaminan (security), dan waktu (time) (Setiawan 2004). Ketahanan pangan yang baik merupakan prasyarat dasar bagi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, yang selanjutnya akan menghantarkan kepada peningkatan produktivitas masyarakat di bidang masing-masing. Ketahanan pangan juga merupakan suatu sistem sehingga faktor-faktor yang memengaruhinya perlu dikenali.
Keywords
J Handling, transport, storage, and protection of agricultural products/ Penanganan, trasnpor, penyimpanan dan perlindungan hasil pertanian, E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E10 Agricultural economics and policies/Ekonomi dan Kebijaksanaan Nasional mengenai pertanian, Q Food science/Ilmu Pangan::Q80 Packaging/Pengepakan Produk Industri Hasil Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan
Citation