Kalium: Penyangga Produksi Padi di Lahan Sawah Tadah Hujan

dc.contributor.authorSarlan Abdulrachman
dc.date.accessioned2026-08-23T17:03:02Z
dc.date.available2026-08-23T17:03:02Z
dc.date.issued1995
dc.description.abstractTanaman memerlukan kalium dalam jumlah relatif banyak. Pada tingkat produksi 6 t/ha, K yang diabsorpsi tanaman berkisar antara 60-100 kg/ha, 80% di antaranya terangkut melalui jerami dan sisanya terdapat dalam gabah. Di Jakenan (Pati, Jawa Tengah) dan sekitarnya, jerami banyak digunakan untuk makanan ternak. Dengan demikian, proses pengurasan K selalu terjadi di lahan yang ditanami padi. Mengingat suplai K yang berasal dari air irigasi pada lahan sawah tadah hujan terbatas, maka hasil padi sangat rendah bila tanaman tidak dipupuk K, yaitu kurang dari 2 t/ha untuk padi gogorancah, bahkan untuk padi walik jerami, hal ini bisa tidak memberi hasil. Tanggap tanaman padi terhadap pemupukan kalium di lahan sawah tadah hujan sangat nyata. Baik hasil maupun ketahanan tanaman terhadap penyakit, meningkat dengan peningkatan takaran pemberian K. Pemberian 90 kg K2O/ha dan 5 t pupuk kandang/ha dapat mengatasi kahat K bagi tanaman dengan tingkat hasil masing-masing 7,46 dan 5,99 t/ha untuk padi gogorancah serta 4,96 dan 4,60 t/ha untuk padi walik jerami.
dc.identifier.isbn979-8161-51-3
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/31181
dc.language.isoid
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
dc.titleKalium: Penyangga Produksi Padi di Lahan Sawah Tadah Hujan
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
6. Kalium Penyangga Produksi Padi di Lahan Sawah Tadah Hujan.pdf
Size:
1.76 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections