Kalium: Penyangga Produksi Padi di Lahan Sawah Tadah Hujan
No Thumbnail Available
Date
1995
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Tanaman memerlukan kalium dalam jumlah relatif banyak. Pada tingkat produksi 6 t/ha, K yang diabsorpsi tanaman berkisar antara 60-100 kg/ha, 80% di antaranya terangkut melalui jerami dan sisanya terdapat dalam gabah. Di Jakenan (Pati, Jawa Tengah) dan sekitarnya, jerami banyak digunakan untuk makanan ternak. Dengan demikian, proses pengurasan K selalu terjadi di lahan yang ditanami padi. Mengingat suplai K yang berasal dari air irigasi pada lahan sawah tadah hujan terbatas, maka hasil padi sangat rendah bila tanaman tidak dipupuk K, yaitu kurang dari 2 t/ha untuk padi gogorancah, bahkan untuk padi walik jerami, hal ini bisa tidak memberi hasil. Tanggap tanaman padi terhadap pemupukan kalium di lahan sawah tadah hujan sangat nyata. Baik hasil maupun ketahanan tanaman terhadap penyakit, meningkat dengan peningkatan takaran pemberian K. Pemberian 90 kg K2O/ha dan 5 t pupuk kandang/ha dapat mengatasi kahat K bagi tanaman dengan tingkat hasil masing-masing 7,46 dan 5,99 t/ha untuk padi gogorancah serta 4,96 dan 4,60 t/ha untuk padi walik jerami.