Agronomi Rumput Benggala (Panicum Maximum Jacq) Dan Pemanfaatannya Sebagai Rumput Potong

No Thumbnail Available
Date
2005
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Ternak
Abstract
Rumput Panicum maximum Jacq yang telah dikoleksi di Kebun Raya Bogor sejak tahun 1865 dalam Kebun Tanaman (Cultuurtuin) tapi sampai sekarang tidak sepopuler rumput gajah. Tahun 1974 Program Hijauan Pakan Ternak, Balitnak mengintroduksi kembali dari berbagai negara, hingga sekarang 8 kultivar yang ada didalam koleksi yaitu cultivar Gatton, Guinea, Riversdale, Natsuyutaka, Hamil, Natsukaze, T58 dan Petrie. Hasil penelitian yang telah dikarakterisasi sifat agronominya digunakan rumput potong. Produksi bahan kering hijauan, nilai gizi, palabilitas dan kecernaan mendekati rumput gajah dan kelebihannya, rumput P.maximum lebih tahan terhadap kekeringan dibanding rumput gajah. Produktivitas yang optimum dicapai pada interval potong yaitu 30 – 40 hari dan setelah umur tersebut tanaman menuju fase pertumbuhan generatif dan tidak bertambah produksi daunnya. Produksi bahan kering mencapai 36,70 t ha -1th-1 dengan nilai palatabilitas pada ternak domba 46 % dan konsumsi per ekor sebanyak 537,84 g sedangkan pada Pennisetum purpureum 346,6 g. Morfologi tanaman memiliki batang yang kecil sehingga hampir semua dapat dimakan ternak. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk kandang tanpa pupuk kimia yang mempunyai efektifitas produksi hingga pemotongan ke empat dengan interval potong 6 minggu. Penanaman rumput ini pada lahan miring juga dapat mengurangi laju erosi yang sekaligus penyedaan hijauan pakan serta meningkatkan produktivitas lahan.
Description
Keywords
L Animal production/Produksi Hewan::L01 Animal husbandry/Peternakan
Citation
Collections