Permasalahan Mutu Minyak Nilam 143-146
| dc.contributor.author | Ma'mun | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-15T01:42:59Z | |
| dc.date.available | 2026-09-15T01:42:59Z | |
| dc.date.issued | 2012-07-01 | |
| dc.description.abstract | Mutu minyak nilam ditentukan oleh komposisi komponen-komponen penyusunnya. Komposisi dari komponen-komponen tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor genetika, lingkungan dan cara pengolahan. Patchouli alkohol merupakan komponen utama dalam minyak nilam. Kandungan patchouli alkohol yang proporsional serta kemurnian minyak nilam menghasilkan karakteristik aroma minyak nilam yang sangat diperlukan dalam pembuatan bahan pewangi (fragrans). Standar Nasional Indonesia (SNI) minyak nilam terdiri dari sifat organoleptik dan sifat fisika-kimia, merupakan konsensus dan mengacu kepada Standar Internasional (ISO). Bilangan asam merupakan salah satu parameter mutu yang mudah berubah. Bilangan asam yang tinggi dapat diturunkan dengan menggunakan kapur tohor. Dalam perdagangan, minyak nilam adakalanya dicampur dengan bahan-bahan seperti lemak, terpentin, minyak kruing dan bahan lain. Adanya bahan-bahan tersebut dalam minyak nilam, disamping mengurangi kemurniannya, juga akan merubah karakteristik minyak nilam. Metode pengujian mutu minyak nilam secara cepat dan sederhana diperlukan untuk menentukan mutu di lapangan. Kata kunci: minyak nilam, mutu, patchouli alkohol,SNI, ISO. | |
| dc.identifier.isbn | 978-602-9462-14-2 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/32333 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian | |
| dc.title | Permasalahan Mutu Minyak Nilam 143-146 | |
| dc.type | Article |