Pengendalian Lalat Bibit pada Jagung
Loading...
Date
1996
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Lalat bibit jagung, Atherigona sp. adalah salah satu organisme pengganggu
yang dapat menyebabkan kematian tanaman jagung pada stadia bibit. Hama ini
dapat dikendalikan dengan penggunaan varietas tahan, mulsa, tanam serentak,
insektisida, dan musuh alami. Varietas/galur jagung yang diketahui tahan
terhadap hama lalat bibit adalah Sadewa, Citanduy, Kalingga, Bayu, Pionir,
Bredel, Lokal Tengah, Lokal Putih, P3-G10 (24F) TB, P4-G10 (15F), 1-1-3-1
(3), 43-3-1-1-1 (107), 52-1-1-1 (130) dan 23-2-1-1-1 (60). Penggunaan mulsa
sebanyak 6 t/ha dapat menekan serangan organisme pengganggu ini. Beberapa
bahan mulsa yang dapat digunakan adalah jerami padi, glirisidia, kaliandra,
dan alang- alang. Penggunaan insektisida untuk pengendalian lalat bibit jagung
dapat dilakukan dengan cara semprot, perawatan benih, dan melalui tanah
(ditugal). Insektisida semprot yang efektif adalah monokrotofos dan isoxathion
dengan konsentrasi 4 cc/l air, diaplikasikan pada saat tanaman berumur 7 hari
setelah tanam (hst). Melalui perawatan benih, insektisida yang efektif adalah
karbosulfan, furathiokarb, dan thiodikarb dengan dosis 15 g/kg benih. Insektisida karbofuran dengan dosis 0,12 kg b.a/ha efektif bila diaplikasikan melalui
tanah.