Produktivitas Varietas Padi dari Kelas Benih Berbeda
Loading...
Date
2013-12-15
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Dalam sistem sertifikasi benih di Indonesia, benih diklasifikasikan menjadi empat kelas benih, yaitu benih penjenis (BS), benih dasar (BD), benih pokok (BP) dan benih sebar (BR). Petani seharusnya menggunakan benih sebar untuk memproduksi beras. Namun, di beberapa provinsi banyak petani yang menggunakan benih pokok karena menganggap bahwa kelas benih yang lebih tinggi akan menghasilkan gabah yang lebih banyak. Padahal sertifikasi benih dirancang untuk mengendalikan keaslian dan kemurnian varietas, sehingga potensi genetik dapat tercermin di pertanaman. Hasil gabah dipengaruhi oleh faktor genetik dan agroekologi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu benih dari kelas benih yang lebih tinggi tidak selalu lebih baik dibandingkan dengan kelas benih di bawahnya. Selain itu, pertanaman dengan menggunakan kelas benih yang lebih tinggi dari varietas yang sama tidak memberikan perbedaan karakter agronomis tanaman (tinggi tanaman dan jumlah anakan) dan tidak menunjukkan perbedaan komponen hasil (bobot gabah isi, panjang malai dan jumlah gabah isi per malai), serta tidak menunjukkan hasil gabah yang lebih tinggi. Dengan demikian anggapan yang berkembang di petani dan stakeholder lainnya bahwa “semakin tinggi kelas benih maka hasilnya semakin tinggi” adalah persepsi yang salah. Sertifikasi benih dirancang untuk mempertahankan kemurnian genetik bukan untuk meningkatkan produktivitas.
Description
Redaksi Buletin Iptek Tanaman Pangan terus berupaya meningkatkan kualitas artikel yang akan diterbitkan, termasuk mendorong peneliti menulis artikel hasil penelitiannya. Pembuatan topik tulisan oleh redaksi dan dikirimkan kepada personel peneliti yang kompeten tampaknya merupakan salah satu cara yang cukup efektif mendorong peneliti menulis artikel untuk Buletin Iptek.