Kebijakan Implementasi Farmakovigilans Dalam Pengawasan Obat Hewan Di Indonesia: Tanangan dan Startegi Penguatan

Loading...
Thumbnail Image
Date
2025
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan
Abstract
Farmakovigilans veteriner adalah ilmu dan aktivitas pengawasan keamanan obat, vaksin, dan produk biologi yang digunakan pada hewan untuk mendeteksi, menilai, memahami, dan mencegah efek samping (Adverse Drug Reactions/ADR) atau masalah terkait obat lainnya. Sistem ini krusial untuk memastikan khasiat dan keamanan obat, memantau penggunaan pada berbagai spesies, serta melindungi kesehatan manusia dan hewan dari residu obat. Indonesia sendiri sudah memiliki aturan mengenai implementasi farmakogivilans veteriner tetapi masih membutuhkan pengawasan yang ketat. Pelaporan efek samping obat hewan di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu contoh nyata lemahnya pengawasan obat hewan di Indonesia adalah pengawasaan penggunaan antibiotik golongan fluorokuinolon seperti enrofloksasin di sektor perunggasan. Beberapa daerah di Jawa Barat menunjukkan peningkatan kasus resistensi bakteri terhadap enrofloksasin akibat penggunaan obat yang tidak sesuai dengan dosis. Penggunaan obat yang tidak sesuai dosis inilah yang akan menimbulkan bahya baru dalam jangka Panjang, yaitu risiko resitansi antimikroba (AMR). Hingga saat ini belum ada sistem farmakogivilans veteriner yang aktif dan sistematis untuk mencatat dan menganalisis kejadian efek samping atau kegagalan terapetik terkait penggunaan obat. Tujuan dari pengkajian ini adalah mengkaji secara komprehensif pentingnya penerapan sistem farmakogivilans dalam pengawasan obat hewan di Indonesia. Metode yang digunakan oleh penulis adalah kajian naratif terhadap kebijakan nasional, sesuai pedoman World Health Organization (WHO) dan World Organization for Animal Health (WOAH).
Description
Keywords
Citation