PENGARUH CARA DAN SELANG PANEN TERHADAP PRODUKSI NILAM

No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Produktivitas dan mutu minyak nilam Indonesia yang masih rendah dapat disebabkan karena perlakuan pra panen dan pasca panen yang belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan cara dan selang panen yang paling baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi nilam klon Sidikalang serta mengetahui kemampuan tumbuh berikutnya setelah panen. Penelitian dilakukan di KP.Sukamulya, Sukabumi (450 m dpl.), dengan kondisi curah hujan tidak merata (2422 mm/th), dan sangat rendah pada bulan Juni sampai Oktober, serta suhu maksimum rata-rata 30°C. Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok, faktorial (dua faktor), diulang 3 kali. Faktor 1 adalah Cara panen terdiri dari: a) pangkas habis/cara petani, b) dipangkas setinggi 15 cm, 2 cabang primer disisakan dan dibenam, c) dipangkas setinggi 30 cm dengan menyisakan 2 cabang primer. Faktor II adalah Selang panen, terdiri dari: a) panen tiap 2 bulan, b) panen tiap 4 bulan, c). panen tiap 6 bulan setelah panen pertama. Parameter yang diamati adalah komponen pertumbuhan dan produksı terna (bobot segar dan kering), rendemen dan kadar minyak nilam. Hasil penelitian menunjukkan pada panen pertama (umur 6 bulan) belum ada perbedaan yang nyata antar perlakuan cara panen. Pengamatan pertumbuhan dan hasil nilam pada selang panen 2 bulan tidak dapat dilakukan karena rendahnya regenerasi tanaman akibat riusim yang tidak bersahabat (curah hujan < 100 mm/bulan). Pada selang panen 4 bulan setelah panen pertama terdapat perbedaan nyata pada parameter pertumbuhan. Cara panen dengan memangkas 30 cm dan menyisakan 2 cabang primer menghasilkan pertumbuhan tanaman terbaik (jumlah daun dan tinggi tanaman sebesar 261,11 dan 59,72 cm) dan produksi daun terbaik (bobot segar dan kering daun sebesar 150,82 g dan 41,25 g per tanaman).
Description
Keywords
Citation