Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Emmyzar"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Budidaya tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss)
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2001) Wiratno; Tombe, Mesak; Emmyzar
    Dalam budidaya tanaman, peranan pestisida untuk menyelamatkan produksi sangatlah penting. Peranan tersebut lebih terasa menonjol maLnakala pertanaman sudah dalam keadaan terserang parah oleh hama maupun penyakit. Dalam keadaan demikian, seringkali petani kurang mempertimbangkan lagi soal keamanan dari jenis pestisida yang dipergunakannya, yang penting hama dan penyakit dapat tertanggulangi dan tanaman dapat diselamatkan. Dewasa ini dengan makin meningkatnya pengatahuan dan kesadaran akan bahaya dari efek samping penggunaan pestisida terutama dari jenis sintetik/anorganik, penggunaan pestisida jenis ini cenderung sudah berkurang, sementara pencarian terhadap jenis-jenis pestisida yang lebih aman terhadap jasad bukan sasaran semakin meningkat. Salah satu jenis pestisida yang aman dan mempunyai prospek sangat cerah untuk dimanfaatkan dimasa mendatang adalah pestisida yang berasal dari tumbuhan yang dikenal dengan pestisida nabati. Kenyataan ini didasarkan atas keyakinan bahwa tanaman merupakan sumber terkaya senyawa bioaktif alami yang merupakan hasil metabolit sekunder sejalan dengan proses evolusinya dalam mempertahankan diri dari serangan berbagai musuhnya. Efek pestisida nabati terhadap serangga dapat bersifat antifeedant (penolak makan), menghambat pertumbuhan, proses fisiologis dan perilaku serangga juga dapat mengakibatkan penurunan ketahanan hidup.
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENGARUH CARA DAN SELANG PANEN TERHADAP PRODUKSI NILAM
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Trisilawati, O; Emmyzar; Ruhnayat, A
    Produktivitas dan mutu minyak nilam Indonesia yang masih rendah dapat disebabkan karena perlakuan pra panen dan pasca panen yang belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan cara dan selang panen yang paling baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi nilam klon Sidikalang serta mengetahui kemampuan tumbuh berikutnya setelah panen. Penelitian dilakukan di KP.Sukamulya, Sukabumi (450 m dpl.), dengan kondisi curah hujan tidak merata (2422 mm/th), dan sangat rendah pada bulan Juni sampai Oktober, serta suhu maksimum rata-rata 30°C. Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok, faktorial (dua faktor), diulang 3 kali. Faktor 1 adalah Cara panen terdiri dari: a) pangkas habis/cara petani, b) dipangkas setinggi 15 cm, 2 cabang primer disisakan dan dibenam, c) dipangkas setinggi 30 cm dengan menyisakan 2 cabang primer. Faktor II adalah Selang panen, terdiri dari: a) panen tiap 2 bulan, b) panen tiap 4 bulan, c). panen tiap 6 bulan setelah panen pertama. Parameter yang diamati adalah komponen pertumbuhan dan produksı terna (bobot segar dan kering), rendemen dan kadar minyak nilam. Hasil penelitian menunjukkan pada panen pertama (umur 6 bulan) belum ada perbedaan yang nyata antar perlakuan cara panen. Pengamatan pertumbuhan dan hasil nilam pada selang panen 2 bulan tidak dapat dilakukan karena rendahnya regenerasi tanaman akibat riusim yang tidak bersahabat (curah hujan < 100 mm/bulan). Pada selang panen 4 bulan setelah panen pertama terdapat perbedaan nyata pada parameter pertumbuhan. Cara panen dengan memangkas 30 cm dan menyisakan 2 cabang primer menghasilkan pertumbuhan tanaman terbaik (jumlah daun dan tinggi tanaman sebesar 261,11 dan 59,72 cm) dan produksi daun terbaik (bobot segar dan kering daun sebesar 150,82 g dan 41,25 g per tanaman).
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Teknologi Unggulan Nilam: Budidaya dan Pascapanen Pendukung Varietas Unggul
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2018) Nuryani, Yang; Emmyzar; Wahyudi, Agus
    Lahan dan iklim sangat mempengaruhi produksi dan kualitas minyak nilam, terutama ketinggian tempat dan ketersedian air. Nilam yang tumbuh di dataran rendah – sedang (0-700 m dpl) kadar minyaknya lebih tinggi dibandingkan nilam yang tumbuh di dataran tinggi (> 700 m dpl). Nilam sangat peka terhadap kekeringan, kemarau panjang setelah panen dapat menyebabkan tanaman mati. Nilam dapat tumbuh di berbagai jenis tanah (andosol, latosol, regosol, podsolik, kambisol), akan tetapi tumbuh lebih baik pada tanah yang gembur dan banyak mengandung humus. Lahan harus bebas dari penyakit terutama penyakit layu bakteri, budog, nematoda, dan penyakit yang disebabkan oleh jamur.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback